Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan Kampus Agar Nilai Islam Tak Sekadar Jadi Simbol
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Puncak peringatan Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) digelar melalui Sidang Terbuka Senat di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia, pada Senin (15/12).
Mengusung tema besar “Menggerakkan Peradaban, Mencerahkan Bangsa, Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi”, acara ini menjadi momentum refleksi bagi universitas tertua di lingkungan Muhammadiyah tersebut.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa usia 70 tahun harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) dan penguatan tekad (mujahadah).
Sebagai pelopor pendidikan tinggi di kalangan Muhammadiyah, Haedar meminta UMJ untuk tampil di garda terdepan sebagai contoh yang baik.
“Milad ini adalah momentum penting dan bersejarah. Sebagai Universitas tertua se-PTMA, UMJ harus menjadi uswah dan kudwah atau teladan dalam menjalankan Catur Dharma perguruan tinggi berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tegas Haedar.
Haedar menekankan bahwa kekuatan sejati UMJ terletak pada internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Ia mewanti-wanti agar nilai tersebut tidak hanya berhenti sebagai simbol formalitas, tetapi harus benar-benar hidup dalam setiap aktivitas riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
“Paham agama dan ideologi Muhammadiyah harus menjadi pondasi utama. Sehingga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan benar-benar menjadi nilai yang hidup dan membawa sibghah bagi seluruh aktivitas akademika,” lanjutnya.
Haedar juga memaparkan filosofi bahwa peradaban besar selalu dimulai dari institusi yang kokoh (peradaban mikro). Oleh karena itu, jika UMJ ingin berkontribusi pada peradaban bangsa, perbaikan harus dimulai dari dalam kampus itu sendiri dengan meneladani Rasulullah SAW dan semangat Al-Ma’un.
“Tidak mungkin kita bisa menggerakkan peradaban yang lebih luas jika institusi kita belum sepenuhnya mewujudkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” ucap Haedar.
Sementara itu, Rektor UMJ Ma'mun Murod, menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang institusi yang dipimpinnya.
Ia menyoroti kontribusi UMJ yang telah melahirkan banyak tokoh akademisi dan praktisi yang berkiprah di level nasional hingga internasional, serta capaian institusi dalam standarisasi pendidikan.
Load more