Pesan Pemuda Katolik Usai Hadiri Penutupan Tahun Yubelium di Vatikan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menhadiri perayaan Penutupan Tahun Yubelium Tahun Pengharapan 2025 secara langsung bersama ribuan umat Katolik dari berbagai negara di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Selasa (6/1/2026) pukul 10.00 waktu Roma.
Gusma mengungkapkan, dirinya mengaku bersyukur dapat hadir langsung dan berkumpul untuk melakukan doa bersama bersama umat Katolik dari seluruh dunia.
“Puji Tuhan, saya berkesempatan hadir langsung dalam momen penutupan Porta Santa di Vatikan. Ini sungguh waktu yang indah dan penuh makna, bisa berkumpul dan berdoa bersama umat Katolik dari seluruh dunia,” ujar Gusma, dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Upacara penutupan ini dipimpin langsung oleh Paus Leo XIV, diawali dengan prosesi sakral penutupan Porta Santa (Pintu Suci) sebagai simbol berakhirnya masa rahmat khusus Tahun Yubelium.
Perayaan ini dilanjutkan dengan Misa Epifani (Penampakan Tuhan) yang diikuti sekitar 5.800 umat, termasuk anggota Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci Vatikan.
Usai mengikuti perayaan Ekaristi, Gusma mengajak seluruh umat Katolik, khususnya di Indonesia, untuk terus melanjutkan semangat ziarah, doa, dan pertobatan, meskipun secara resmi Tahun Yubelium telah berakhir.
“Meski Porta Santa telah ditutup, semangat Tahun Yubelium tidak boleh berhenti. Saya berharap umat Katolik tetap rajin berdoa, setia dalam peziarahan iman, dan terus memohon kebaikan bagi dunia serta bangsa Indonesia,” jelas Gusma.
Selain mengikuti prosesi penutupan Tahun Yubelium, Gusma juga menyempatkan diri berdoa di makam Paus Fransiskus. Gusma mengenang secara khusus momen perjumpaan Paus Fransiskus dengan para tokoh pemuda lintas iman asal Indonesia.
“Saat berdoa di makam Paus Fransiskus, saya teringat pertemuan kami bersama para pemuda lintas iman dalam deklarasi Jakarta–Vatikan pada Agustus 2024, yang kemudian berlanjut saat kunjungan Paus ke Indonesia pada September 2024. Pesan beliau selalu konsisten: sebarkan perdamaian, bangun persaudaraan, dan rawat kemanusiaan,” terang Gusma.
Di kesempatan berbeda, Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo dalam khotbahnya beberapa hari lalu, mengajak umat semakin terus menabur benih-benih pengharapan dan kebaikan meski Tahun Yubelium berakhir.
Load more