UNOSO Luluskan 46 Wisudawan, Mahfud MD: Integritas Lebih Penting dari Ijazah
- Istimewa
“UNOSO sangat produktif menyediakan kaum terdidik dengan idealisme. Selamat, UNOSO telah ikut mengantar Indonesia ke masa depan yang lebih baik,” kata Mahfud.
Mahfud mengingatkan bahwa setelah lulus dari laboratorium akademik, para wisudawan akan memasuki “laboratorium kehidupan” yang tantangannya jauh lebih kompleks. Kegagalan di dunia akademik masih bisa diperbaiki, tetapi kegagalan di tengah masyarakat sering kali meninggalkan dampak yang lebih luas.
“Banyak orang hebat secara akademik, tetapi gagal di laboratorium kehidupan karena tidak memiliki integritas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa integritas—yang merupakan pertemuan antara intelektualitas dan moralitas—menjadi kunci utama kesuksesan, bukan sekadar ijazah.
“Integritas itu kejujuran, kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Bertemunya otak dan watak,” ucap Mahfud.
Sementara itu, Rektor UNOSO Dr. Yarlina Yacoub mengatakan wisuda ke-2 ini meluluskan 46 wisudawan, terdiri atas 32 lulusan Program Studi Manajemen, 13 lulusan Program Studi Hukum, dan satu lulusan Program Studi IPA dan Kelautan.
Ia menjelaskan bahwa para wisudawan berasal dari angkatan pertama dan kedua sejak UNOSO berdiri pada 2020 dengan tiga program studi awal. Hingga 2026, UNOSO telah memiliki delapan program studi.
“Kami berkomitmen membawa UNOSO ke level internasional. Saat ini kami sudah bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak (Unimas) dan menghadirkan dosen tamu dari berbagai universitas luar negeri,” kata Yarlina.
Gubernur Kalbar Ria Norsan berharap para lulusan UNOSO dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi peran UNOSO dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalbar.
“UNOSO perlu terus berkolaborasi dengan dunia usaha dan industri agar melahirkan SDM berkualitas yang siap masuk dunia kerja dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ria Norsan.
Load more