ICEST Institute Launching ICEA dan ICCES 2026 untuk Wujudkan Ekonomi Sirkular
- Istimewa
tvOnenews.com - Indonesia for Circular Economy and Sustainability Transformation (ICEST) Institute kembali meluncurkan agenda Indonesian Circular Economy Award (ICEA) dan International Conference on Circular Economy and Sustainability (ICCES) 2026. Bertemakan "Empowering Leadership, Creating Impact on Sustainable Future Through Circular Economy" atau "Memberdayakan Kepemimpinan, Menciptakan Dampak pada Masa Depan yang Berkelanjutan Melalui Ekonomi Sirkuler", launching tersebut digelar secara hybrid pada Kamis (29/1).
Menurut Chairman ICEST Institute, Suharman Noerman yang turut didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Pakar ICEST Institute DR. Edi Iswanto Wiloso gelaran konferensi internasional mengenai ekonomi sirkuler dan keberlanjutan serta pemberian penghargaan bagi pelaku ekonomi sirkular di Indonesia tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari Deklarasi Bali 2025 yang dihasilkan pada penutupan ICCES perdana pada 18 November 2025 lalu.
"Deklarasi Bali memberi arti penting bagi penguatan pelaksanaan tata jalan ekonomi sirkular di Indonesia yang sejalan dengan komitmen para pihak terutama pihak dunia usaha dan regulator/pemerintah. ISO 59000 merupakan kerangka kerja internasional dan memandu agar berbagai organisasi bertransisi dari ekonomi linier (habis pakai) menjadi ekonomi sirkular (pemanfaatan limbah tetap menjadi produk berguna)," ungkap Suharman Noerman.
ICEA dan ICCES 2026 yang turut didukung oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Perindustrian dan kementerian lainnya sebagai Stakeholder Advisory Group (SAG) lanjut Suharman berkomitmen atas gelaran perdana ICCES di Bali.
"ICEST Institute akan mempercepat proses transformasi linier menjadi sirkular model dalam proses bisnis dan percepatan pembangunan serta mempertimbangkan azas-azas keberlanjutan sebagai model pembangunan ekonomi hijau terutama di Indonesia," lanjut Suharman menambahkan.
Turut memberikan dukungan dan partisipasi pada gelaran launching antara lain Donny Purnomo, Sekjend BSN, Leonardo Teguh Sambodo, Kementerian PPN/Bappenas serta Catherine Chevauche (Chair ISO TC CE 323, Perancis) dan Raul Carlson, PhD (Chairman of CEN TC 473 CE, Swedia). Beberapa perusahaan juga diberi kesempatan menjelaskan praktik terbaiknya dalam sirkular ekonomi dalam dialog yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero), JOE Green Pte Ltd (Singapura) serta PT PLN (Persero).
Keselarasan kebijakan yang terintegrasi dalam keseimbangan atau harmoni lanjut Suharman menjadi langkah penting agar eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) diminimalisir dan proses industri betul-betul memberikan dampak optimal bagi kemaslahatan umat manusia dimana hal ini sejalan dengan komitmen pencapaian tujuan/target Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.
ICEST Institute jelas Suharman juga akan terus mendorong dan melanjutkan semangat kesadaran komunitas global atas upaya mitigasi three planetary crisis atau perubahan iklim, penipisan SDA dan hilangnya keanakagraman hayati.
"Untuk itu ICEST Institute akan melakukan serangkaian kegiatan yang bersinergi dengan multi pihak pada tahun 2026 yang meliputi diantaranya : 1. Webinar Internasional secara bulanan, 2. Training workshop circular economy terkait ISO 59000 series, 3. Melanjutkan pelaksanaan ICEA 2026 bersamaan dengan ICCES 2026, 4. Program Studi Banding, 5. Mendukung sirkular mapping industri dan penyusunan peta jalan sirkular ekonomi," papar Suharman.
Kegiatan tersebut jelas Suharman memerlukan kolaborasi multi pihak baik secara nasional, regional maupun internasional. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membuka kerjasama serta kolaborasi dengan para tokoh kunci dan lembaga-lembaga inisiator serta pemerhati ekonomi sirkuler baik di level nasional maupun internasional.
Adapun mitra luar negeri yang turut berkolaborasi antara lain : Learn2improveyourplanet Nederland, CSR Company International Austria, ISO SGN 26000 Austria dan Indonesia serta ASEAN Circular Economy Business Alliance (ACEBA) Singapura. Sedangkan mitra nasional antara lain : Inaplas, Aliansi Ekonomi Sirkular Indonesia (INSEA), ADUPI, APKI dan para ahli, praktisi sirkuler ekonomi pada Komtek 13-13 ekonomi sirkuler/BSN.
Memasuki tahun baru 2026, pada awal tahun, ICEST Institute juga melaksanakan serangkaian kegiatan sirkuler ekonomi seperti workshop economy circular berbasis ISO 59000 series dengan topik “Penguatan Circular Value Network di Indonesia”. Kegiatan ini nantinya akan didukung oleh ahli-ahli sirkuler internasional dari beberapa negara yang tergabung dalam Working Group ISO TC 323 Circular Economy seperti Belanda dan Swedia.
Selain itu para praktisi dan ahli ekonomi sirkuler pada tim Komtek BSN diagendakan juga turut berpartisipasi. Adapun launching ICEA dan ICCES 2026 serta Workshop ISO 59000 Series ini bertujuan memberikan gambaran umum tentang komitmen para pihak baik secara Internasional dan nasioal tentang ekonomi sirkular.(chm)
Load more