Riza Chalid Cs Diduga Gunakan Buzzer, Polri dan Kejagung Diminta
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina yang melibatkan Riza Chalid Cs terus bergulir dan menjadi sorotan tajam publik.
Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) turut meminta agar Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri untuk dapat meringkus para buzzer yang diduga dikerahkan oleh Riza Chalid dan putranya Muhamad Kerry Adrianto Riza.
Sekretaris Jenderal KAKI, Anshor Mumin mengatakan buzzer tersebut diduga aktif di media sosial dengan tujuan mengaburkan serta memengaruhi opini publik terkait kasus yang tengah bergulir diantaranya klaim bahwa Riza Chalid dan Kerry Adrianto tidak terlibat dalam perkara korupsi tersebut.

- Istimewa
“Padahal faktanya, berdasarkan keterangan ahli di persidangan, total keseluruhan kerugian dalam perkara ini mencapai Rp285 triliun,” ujar Anshor kepada awak media, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Anshor mengungkap pihaknya menduga para buzzer itu dapat dikenakan pasal perintangan proses hukum dalam perkara tindak pidana korupsi.
Menurutnya para buzzer itu disebut beroperasi melalui berbagai platform media sosial dan informasi dengan dugaan menyebarkan opini-opini menyesatkan mengenai kinerja penyidik dan penuntut umum dalam menangani perkara korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina yang telah masuk tahap persidangan.
Ia menekankan perbuatan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang perintangan proses hukum juncto Pasal 55 KUHP mengenai turut serta melakukan perbuatan pidana.
“Unsur bersama-sama dalam Pasal 55 KUHP terpenuhi, karena terdapat dugaan pemufakatan jahat untuk melakukan perintangan terhadap proses penanganan perkara,” pungkasnya.(raa)
Load more