Gagal ke Final Australian Open, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Petenis Italia Jannik Sinner harus menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya setelah takluk dari Novak Djokovic pada babak semifinal Australian Open.
Sinner kalah melalui pertandingan sengit lima set di Rod Laver Arena.
Sinner yang sempat unggul lebih dulu gagal menuntaskan laga dan tampak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan.
Dalam konferensi pers pascalaga, petenis berusia 24 tahun itu mengakui kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan.
“Sangat menyakitkan,” kata Sinner saat ditanya mengenai perasaannya setelah kalah, dikutip dari ATP.
“Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya. Kami berdua memainkan pertandingan yang bagus. Saya memiliki banyak peluang, tetapi tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja, ini menyakitkan,” ujarnya.
Sinner datang ke laga semifinal dengan ambisi meraih gelar Australian Open ketiga secara beruntun. Ia juga memiliki catatan positif dengan mengalahkan Djokovic dalam lima pertemuan terakhir mereka.
Namun, pada pertandingan kali ini, unggulan kedua itu gagal memanfaatkan momen-momen krusial. Berdasarkan statistik ATP, Sinner hanya mampu mengonversi dua dari 18 break point yang ia peroleh sepanjang pertandingan melawan petenis Serbia berusia 38 tahun tersebut.
“Saya punya peluang, terutama di set kelima. Banyak break point, tapi saya tidak bisa memanfaatkannya. Dia melakukan beberapa pukulan hebat,” kata Sinner.
“Saya mencoba beberapa hal yang berbeda, tetapi hari ini tidak berhasil. Begitulah tenis. Set pertama juga menunjukkan level permainan yang sangat tinggi dari kami berdua. Rasanya seperti naik roller coaster,” tambahnya.
Kekalahan ini membuat Sinner gagal tampil di final Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024, ketika Carlos Alcaraz mengalahkan Djokovic di partai puncak. Final Australian Open sendiri akan digelar pada Minggu (1/2).
Meski kecewa, Sinner tetap memberikan pujian kepada Djokovic dan mengaku tidak terkejut dengan level permainan sang legenda tenis dunia.
“Dia telah memenangkan 24 gelar Grand Slam. Kami saling mengenal dengan sangat baik. Saya selalu mengatakan, Anda tidak boleh terkejut, karena menurut saya dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun,” ujar Sinner.
Load more