Masalah Pernapasan Sering Kambuh? Memahami Peran Obat dan Dukungan Nutrisi Alami untuk Jaga Keseimbangan Tubuh
- Pexels/Andrea Piacquadio
Jakarta, tvOnenews.com - Keluhan batuk berkepanjangan, rasa tidak nyaman di tenggorokan, hingga napas terasa berat masih kerap dialami masyarakat. Kondisi tersebut dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari perubahan cuaca, paparan polusi dan debu, kelelahan, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Dalam praktik sehari-hari, obat kerap menjadi pilihan utama karena dinilai mampu meredakan gejala secara cepat, terutama ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas. Namun, penggunaan obat umumnya bersifat sementara dan berfokus pada penanganan gejala, bukan pada upaya pencegahan agar keluhan tidak berulang.
Sejumlah pakar kesehatan menilai bahwa pengelolaan kesehatan pernapasan perlu dilakukan secara lebih menyeluruh. Selain pengobatan saat diperlukan, menjaga kebugaran tubuh dan daya tahan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan yang berulang.
Pendekatan berbasis nutrisi alami pun mulai banyak dipertimbangkan sebagai pendukung jangka panjang. Berbeda dengan obat yang bekerja langsung pada gejala, nutrisi berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh agar lebih siap menghadapi paparan lingkungan seperti polusi dan perubahan cuaca.
Beberapa bahan alami diketahui memiliki peran dalam mendukung kondisi tersebut. Spirulina biru, misalnya, dikenal mengandung antioksidan phycocyanin yang membantu menekan stres oksidatif akibat paparan lingkungan. Stres oksidatif yang terkendali berkontribusi pada terjaganya daya tahan tubuh.
Temulawak, herbal yang telah lama digunakan secara tradisional, juga kerap dikaitkan dengan upaya menjaga kebugaran dan membantu tubuh menghadapi peradangan ringan. Sementara itu, susu kambing etawa menjadi sumber nutrisi yang mengandung protein, mineral, serta asam lemak rantai sedang yang mendukung energi dan daya tahan tubuh, serta relatif mudah dicerna oleh sebagian orang.
Kombinasi pendekatan nutrisi tersebut kini dikemas dalam berbagai produk kesehatan, salah satunya Gomina, yang memadukan spirulina biru, temulawak, dan susu kambing etawa dalam bentuk minuman serbuk. Produk ini dikembangkan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan sebagai obat pereda instan.
Vice President Commercial PT Net Commerce Asia, Adhi Krisyasuda, mengatakan bahwa meningkatnya paparan polusi dan pola hidup yang padat mendorong masyarakat mencari pendekatan kesehatan yang lebih berkelanjutan.
Load more