Ibadah Puasa Ramadan Ubah Pola Makan Hingga Animo Pengelolaan Berat Badan yang Meningkat
- Pexels/Sami Abdullah
Jakarta, tvOnenews.com - Momen Ramadan tak hanya berhubungan ibadah umat muslim tetapi turut serta mengubah kebiasaan pola makan bagi individu yang melaksanakannya.
Bagi sebagian individu, berpuasa di bulan suci Ramadan juga menjadi titik balik dalam mengatur pola makan dan gaya hidup yang kerap sulit dikendalikan.
Pola jam makan yang terbatas yakni sejak waktu berbuka hingga batas sahur turut menciptakan struktur alami dalam pola konsumsi.
Lantas, turut serta muncul fenomena di masyarakat berbarengan ibadah puasa berupa layanan pengelolaan berat badan.
Momentum inilah yang dimanfaatkan banyak orang untuk mulai mengatur ulang porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Manajer Program Gizi di LIGHThouse Clinic, Veronica mengatakan ibadah puasa di bulan Ramadan turut menjadi momentum fase transisi.
“Berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi defisit kalori yang dijaga terus-menerus. Ramadan memberi struktur waktu makan yang lebih mudah dikendalikan,” kata Veronica kepada awak media, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Veronica menjelaskan ibadah puasa mengatur pola makan individu hingga merangsan rasa lapar yang sesungguhnya.
Menurutnya dari dasar rasa lapar itu menghadirkan kesadaran yang kerap menjadi pintu masuk perubahan perilaku makan individu.
Terkait dengan upaya penurunan berat badan, Veronica menjelaskan pihaknya menggelar LIGHTweight Challenge (LWC) 2025 berupa kompetisi penurunan berat badan.
Ia menjelaskan program tersebut berdurasi 12 minggu mencatat penurunan berkisar 18-23 persen dari bobot awal badan peserta pemenang.
Ia menekankan momentum Ramadan pun juga menjadi ruang refleksi relasi individu dengan makanan dan pola konsumsinya.
“Dengan pendekatan yang konsisten, puasa bisa menjadi pintu masuk perubahan gaya hidup sehat jangka panjang,” pungkasnya.(raa)
Load more