Haul Guru Bangsa, Perisai Syarikat Islam Nyatakan Sikap Terkait Konflik Timur Tengah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Perisai Syarikat Islam menggelar kegiatan Haul Guru Bangsa sebagai momen mengenang jasa para tokoh bangsa pergerakan nasional.
Tokoh bangsa tersebut diantaranya Haji Samanhudi, pendiri Syarikat Dagang Islam (SDI), H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim.
Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono mengatakan Syarikat Islam tidak dapat dipisahkan dari sosok H.O.S. Tjokroaminoto sebagai guru bangsa sekaligus penggerak ekonomi umat.
Menurutnya Syarikat Islam yang berawal dari Syarikat Dagang Islam (SDI) sejak awal memiliki misi memperkuat pedagang pribumi agar mampu bersaing secara mandiri pada masa kolonial.
“H.O.S. Tjokroaminoto sudah mengajarkan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong. Konsep koperasi produsen yang beliau dorong adalah fondasi ekonomi rakyat. Ini masih sangat relevan hingga hari ini,” kata Ferry kepada awak media, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Di sisi lain, Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Aditya Yusma Perdana mengatakan kegiatan Haul Guru Bangsa tahun menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para tokoh pendiri bangsa.
Ia menjelaskan tokoh-tokoh seperti H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, KH Samanhudi, dan KH Agus Salim memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Indonesia.
“Kita tahu H.O.S. Tjokroaminoto adalah guru bangsa dan tokoh pergerakan. Tanpa beliau mungkin tidak ada Indonesia seperti sekarang. Dari perjuangan para tokoh itu kita belajar menjaga persatuan dan kesatuan untuk Indonesia maju,” kata Aditya.
“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan baik. Haul Guru Bangsa ini dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, perwakilan Kapolri, perwakilan Bareskrim, tokoh-tokoh Islam, tokoh senior Syarikat Islam, Sekjen Syarikat Islam, serta para keturunan H.O.S. Tjokroaminoto,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas negara.
“Untuk itu kami mendukung Kapolri di bawah kepemimpinan Presiden. Jangan coba-coba dalam berbangsa dan bernegara, mau pindah sana pindah sini. Yang sudah terbukti, lanjutkan. Jangan mengganggu persatuan bangsa karena sudah ada yang terbukti,” kata Aditya.
Load more