Safari Ramadan Dinilai Jadi Indikator Polri Bertransformasi Lebih Humanis
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Institusi Polri dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah terkhusus pada bulan suci Ramadan tahun ini.
Analis politik senior, Boni Hargens mengatakan langkah itu terlihat dari upaya Polri yang bersinergi erat dengan berbagai kementerian/lembaga negara untuk memastikan suasana kondusif selama Ramadan.
Tak hanya itu, Boni turut serta menyebut Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir sebagai institusi yang humanis dan profesional seusia peran strategis yang dimilikinya.
"Polri telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga pengendalian harga bahan pokok yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari," kata Boni kepada awak media, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Boni memaparkan turut memiliki peran berupa ketahanan pangan hingga pengendalian harga terlebih pada Ramadan saat ini.
Boni menilai Polri juga mitra strategis pemerintah berupa fasilitator pembangunan sosial melalui perwujudan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
"Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma Polri yang berorientasi pada pelayanan publik yang tulus dan berkesinambungan," katanya.
Tak hanya itu, Boni menilai kolaborasi Polri dengan lapisan masyarakat, dan komunitas mampu menjaga kondusifitas nasional.
Menurutnya langkah ini merupakan bentuk institusi Polri yang dapat menggandeng lapisan masyarakat.
"Kerja keras dan dedikasi Polri dalam mendukung program pemerintah serta melayani masyarakat selama Ramadhan mendapat respons positif yang luar biasa dari berbagai kalangan. Apresiasi mengalir dari para pejabat negara, tokoh agama, hingga masyarakat akar rumput yang merasakan langsung manfaat kehadiran Polri di tengah kehidupan mereka," katanya.
Selain itu, Boni turut menyorot program Safari Ramadan dan Bakti Sosial Polri 2026.
Ia menilai program tersebut menjadi salah satu wujud paling konkret dari komitmen institusi kepolisian untuk hadir sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Indonesia.
"Ribuan personel Polri mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dan keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, membawa paket sembako, santunan, dan semangat kebersamaan yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat," ungkapnya.
"Kapolri beserta jajaran pimpinan Polri mengadakan safari ke berbagai masjid, surau, dan pesantren untuk bersilaturahmi, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan berdoa bersama demi keselamatan bangsa Indonesia," sambungya.
Di sisi lain, ia menilai transformasi institusional yang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit menghasilkan dampak yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kurun empat tahun, kasus kekerasan turun hingga 80 persen dan penyalahgunaan wewenang turun 83 persen.
Hal tersebut, kata dia, merupakan luar biasa yang mencerminkan komitmen reformasi yang sungguh-sungguh.
"Penurunan signifikan berbagai kasus pelanggaran mencerminkan keberhasilan reformasi internal yang konsisten dan berani," katanya.
Ia menekankan transformasi Polri bukan sekadar perubahan prosedur administratif, melainkan sebuah revolusi paradigma yang menyentuh akar budaya organisasi kepolisian.
Menurutnya di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri mengadopsi pendekatan baru yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan tindakan kepolisian.
Langkah ini dinilai salah satu indikator keberhasilan reformasi Polri yang paling terlihat adalah penurunan signifikan angka penangkapan terkait unjuk rasa dan demonstrasi.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma dari pendekatan represif menuju pendekatan yang lebih humanis, dialogis, dan menghormati hak-hak sipil masyarakat.
"Polri bukan hanya penegak hukum, Polri adalah bagian dari keluarga besar Indonesia, yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi setiap warga negara dari Sabang sampai Merauke," pungkasnya.(raa)
Load more