News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marty Supreme: Ketika Ambisi Tidak Lagi Sekadar tentang Mimpi

Dirilis oleh A24 pada 2025, film ini mengikuti perjalanan Marty Mauser, seorang pemain pingpong dari New York pada era 1950-an yang bermimpi menjadi juara dunia.
Senin, 9 Maret 2026 - 15:30 WIB
Film Marty Supreme (2026), Dir. Josh Safdie
Sumber :
  • A24

Jakarta, tvOnenews.com - Biasanya, ambisi sering kali digambarkan sebagai sesuatu yang heroik dalam film olahraga. Namun dalam film Marty Supreme, mimpi tidak selalu terlihat mulia. Terkadang, mimpi justru tampak egois, manipulatif, bahkan narsistik.

Film karya sutradara Josh Safdie ini menjadikan ambisi bukan sekadar motivasi, melainkan kekuatan yang memotivasi sekaligus merusak tokoh utamanya secara perlahan.

Dirilis oleh A24 pada 2025, film ini mengikuti perjalanan Marty Mauser, seorang pemain pingpong dari New York pada era 1950-an yang bermimpi menjadi juara dunia.

Karakter Marty diperankan oleh Timothée Chalamet dengan intens, sehingga membuat banyak kritikus menyebutnya sebagai salah satu penampilan terbaik dalam karier sang aktor

Namun alih-alih menjadi film olahraga yang memperlihatkan perjalanan menuju kemenangan, Marty Supreme lebih terasa sebagai potret psikologis tentang obsesi, ego, dan cara bagaimana seseorang bisa membangun mitos besar tentang dirinya sendiri.

Pada permukaannya, kisah film ini tampak sederhana. Marty adalah pemuda Amerika di New York yang memiliki mimpi besar yaitu menjadi pemain pingpong terbaik di dunia.

Tetapi perjalanan menuju mimpi itu tidak pernah digambarkan sebagai proses yang bersih atau inspiratif.

Marty digambarkan sebagai sosok yang bersedia melakukan apa saja demi menuju ketenaran. Dia tidak ragu untuk menipu, memanipulasi orang lain, bahkan merusak hubungan personal.


Mimpi Marty tidak lagi sekadar tujuan hidup, melainkan obsesi eksistensial. Ia tidak hanya ingin menang tapi tujuan paling pentingnya adalah ia ingin diakui.

Karakter Marty juga menarik karena memperlihatkan apa yang dalam psikologi disebut sebagai narcissistic self-construction, yaitu proses membangun identitas diri sebagai sosok luar biasa, bahkan ketika realitas belum tentu mendukungnya.

Sejumlah kritikus film bahkan menggambarkan Marty sebagai figur yang narsistik sekaligus egomaniak, dan menjadi seseorang yang hidup dari cerita besar tentang dirinya yang ia ciptakan sendiri.

Ia terus meyakinkan orang-orang di sekitarnya bahwa dirinya adalah jenius pingpong yang belum ditemukan dunia.

Dalam salah satu ulasan kritikus, Marty bahkan disebut sebagai self-mythologizing con artist atau seorang penipu yang hidup dari mitologi pribadi yang ia bangun sendiri.

Fenomena ini selaras dengan teori kepribadian narsistik yang dibahas oleh psikolog W. Keith Campbell dan Joshua D. Foster dalam penelitian mereka berjudul “The Narcissistic Self: Background, an Extended Agency Model, and Ongoing Controversies” yang diterbitkan di jurnal Journal of Personality pada 2007.

Teori tersebut menjelaskan bahwa individu dengan kecenderungan narsistik sering menunjukkan citra diri yang megalomania, kemampuan memikat secara sosial, serta kecenderungan membangun narasi kehebatan diri untuk menjaga harga diri.

Marty tampak memiliki semua karakteristik tersebut. Ia mampu membuat orang percaya pada visinya, tetapi pada saat yang sama sering menggunakan pesona itu untuk memanipulasi keadaan.

Menariknya, film ini tidak sepenuhnya menghakimi karakter tersebut. Penonton justru diajak memahami bagaimana ego dan mimpi dapat tumbuh bersamaan hingga sulit dipisahkan.

Jika banyak film olahraga menjual gagasan American Dream, Marty Supreme justru memperlihatkan sisi retaknya.

Film ini digambarkan sebagai kisah tentang toxic ambition, ambisi yang begitu kuat hingga merusak hampir semua hal di sekitarnya.

Marty digambarkan bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai penjual sepatu, penjudi pingpong, sekaligus hustler yang selalu mencari celah untuk naik kelas.

Dalam konteks sosiologi, perjalanan hidupnya dapat dibaca melalui strain theory dari Robert K. Merton dalam “Social Structure and Anomie”.

Teori ini menjelaskan bahwa ketika masyarakat menjanjikan kesuksesan tetapi tidak menyediakan akses yang adil untuk mencapainya, sebagian individu akan mencari jalan alternatif legal ataupun ilegal untuk mencapai tujuan tersebut.

Marty adalah gambaran karakter yang hidup di dalam tekanan itu. Ia tidak sekadar ingin sukses. Ia merasa dunia berutang kesuksesan kepadanya.

Kekuatan film ini juga sangat bergantung pada performa Timothée Chalamet sebagai Marty. Banyak kritikus menilai perannya sebagai salah satu transformasi akting paling menarik dalam kariernya.

Kritikus film David Ehrlich bahkan menyebut penampilan Chalamet sebagai salah satu performa paling monumental dalam sinema modern.

Chalamet memainkan Marty dengan energi yang hampir tidak pernah berhenti. Gerak tubuhnya gelisah, dialognya cepat, dan ekspresinya selalu berada di antara percaya diri dan kecemasan.

Di satu sisi, Marty terlihat seperti jenius pingpong. Namun beberapa detik kemudian ia bisa tampak seperti seorang penipu yang mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Kombinasi antara energi, kerentanan emosional, dan pesona manipulatifnya justru membuat karakter ini sulit untuk disukai sepenuhnya, tetapi juga mustahil untuk diabaikan.

Secara visual, film ini juga memiliki identitas yang kuat. Sinematografi digarap oleh Darius Khondji yang memilih merekam film menggunakan format 35mm.

Pilihan ini memberi tekstur gambar yang terasa kasar, gritty, dan penuh energi, menciptakan atmosfer New York tahun 1950-an yang terasa hidup.

Kamera dibuat mengkuti karakter dalam frame close up menciptakan rasa klaustrofobik dan intens, seolah penonton ikut terjebak di dalam pikiran Marty.

Dalam beberapa adegan pertandingan pingpong, kamera mengikuti bola dengan ritme cepat sehingga duel terasa seperti pertarungan psikologis antara dua ego besar.

Di departemen musik, komposer Daniel Lopatin komposer yang dikenal lewat proyek musiknya Oneohtrix Point Never juga tidak kalah jenius.

Alih-alih menghadirkan musik kemenangan yang heroik, Lopatin justru membangun atmosfer yang gelisah dan eksentrik.

Film ini juga menyelipkan beberapa lagu pop klasik seperti “Forever Young” dari Alphaville, “Change” dari Tears for Fears, serta “I Have the Touch” dari Peter Gabriel. Lagu-lagu tersebut menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus ironi terhadap mimpi besar yang terus dikejar Marty.

Sebagai film solo pertama Josh Safdie setelah lama bekerja bersama saudaranya, gaya penyutradaraan dalam Marty Supreme masih mempertahankan ciri khas Safdie dengan tokoh utama yang bermasalah secara moral, tempo cerita yang intens, serta dunia urban yang kacau dan penuh karakter eksentrik.

Film ini juga dianggap sebagai versi olahraga dari film Safdie sebelumnya, Uncut Gems (2919) yang juga sangat chaos dan intens.

Overall, Marty Supreme tidakbukan benar-benar menceritakan kisah tentang pingpong. Film ini lebih menceritakan tentang seseorang yang tidak bisa berhenti mengejar sesuatu, bahkan ketika ia sendiri tidak lagi yakin mengapa ia mengejarnya.

Marty percaya bahwa kemenangan akan membuktikan dirinya berharga. Namun semakin ia mengejar mimpi itu, semakin ia kehilangan dirinya sendiri.

Film ini justru mempertanyakan sesuatu yang lebih mendasar, apa yang tersisa dari seseorang ketika seluruh hidupnya berubah menjadi proyek ambisi pribadi?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Dipadati Ribuan Jemaah Tadi Malam

Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Dipadati Ribuan Jemaah Tadi Malam

Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan peringatan 100 Tahun Gontor bukan sekadar perayaan, melainkan sarana mengenang perjuangan para pendiri pondok
Timnas Voli Putri Indonesia Kalah Dramatis dari Vietnam di AVC Women's Cup 2026, Manajer Buka Suara

Timnas Voli Putri Indonesia Kalah Dramatis dari Vietnam di AVC Women's Cup 2026, Manajer Buka Suara

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh buka suara terkait kekalahan Garuda Pertiwi dari Vietnam di AVC Women's Cup 2026.
DWP Terseret Kasus Whip Pink, Ungkap Fakta Terkait Logo dan Promo yang Beredar

DWP Terseret Kasus Whip Pink, Ungkap Fakta Terkait Logo dan Promo yang Beredar

DWP penuhi panggilan penyidik Bareskrim berikan klarifikasi terkait kemunculan nama dan logo DWP dalam materi promosi Whip Pink yang beredar di media sosial.
Jadwal Australian Open 2026, Selasa 9 Juni: Ada Sabar/Reza, 5 Wakil Indonesia Main

Jadwal Australian Open 2026, Selasa 9 Juni: Ada Sabar/Reza, 5 Wakil Indonesia Main

Jadwal Australian Open 2026, di mana hari ini ada sejumlah wakil Indonesia yang akan unjuk gigi termasuk Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Ramalan Karier 12 Zodiak Besok: Leo Panen Peluang, Virgo Dilirik Atasan

Ramalan Karier 12 Zodiak Besok: Leo Panen Peluang, Virgo Dilirik Atasan

Ramalan karier 12 zodiak besok menghadirkan berbagai peluang menarik. Leo panen kesempatan emas, Virgo dilirik atasan. Temukan prediksi zodiak Anda di sini.
Jelang Laga Melawan Mozambik, John Herdman sampaikan Pesan Penting untuk Seluruh Pemain Timnas Indonesia

Jelang Laga Melawan Mozambik, John Herdman sampaikan Pesan Penting untuk Seluruh Pemain Timnas Indonesia

Tidak lama lagi, timnas Indonesia akan berlaga kembali melanjutkan pertandingan FIFA Match Day 2026. John Herdman pun menyampaikan pesan penting

Trending

Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir Klarifikasi Interaksi Bersama Elkan Baggot yang Viral, Bek Timnas Indonesia Disebut Ketinggian

Erick Thohir sempat menyapa para pemain Timnas Indonesia sebelum menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026) lalu dan mengunggahnya di akun Instagram pribadi. 
Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Erick Thohir Update Proses Naturalisasi Dua Calon Pemain Timnas Indonesia Luke Vickery dan Mitchell Baker

Baik Luke Vickery dan Mitchell Baker telah bergabung dengan Timnas Indonesia sejak pemusatan latihan untuk skuad Piala AFF pada akhir Mei lalu. 
Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Tak Mau Kecolongan di GBK, Media Mozambik Beberkan Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Paling Berbahaya

Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian menjelang laga kedua FIFA Matchday melawan Mozambik yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

KPK Angkat Bicara Soal Nama Raffi Ahmad Disebut di Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi soal terdapat nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
KPK Sebut OTT Bupati Muara Enim Terkait Penerimaan Dari Pihak Swasta

KPK Sebut OTT Bupati Muara Enim Terkait Penerimaan Dari Pihak Swasta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Bupati Muara Enim, Edison terkait dengan penerimaan dalam pengadaan di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Masuk Nominasi Penghargaan AVC Gala 2026

Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Masuk Nominasi Penghargaan AVC Gala 2026

Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) secara resmi mengadakan AVC Gala 2026, di mana sejumlah pevoli Indonesia seperti Megawati Hangestri hingga Yolla Yuliana masuk nominasi.
Silmy Karim Jadi Tersangka Korupsi, Yusri Ihza Mahendra Bongkar Langkah Kemenkokumham Imipas

Silmy Karim Jadi Tersangka Korupsi, Yusri Ihza Mahendra Bongkar Langkah Kemenkokumham Imipas

Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra pimpin rapat konsolidasi pasca penetapan tersangka mantan Wakil Menteri Imipas, Silmy Karim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selengkapnya

Viral