PPP Jabar Satukan Barisan, Targetkan Kebangkitan di Bawah Komando Ketum Muhamad Mardiono
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Dukungan terhadap kepemimpinan Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus mengalir.
Kali ini, pernyataan sikap datang dari KH Muhamad Ilyas, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jinan Al Kaelani Sidamulya Buntet yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah DPW PPP Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan KH Muhamad Ilyas di sela-sela agenda pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PPP yang digelar di Sumedang pada Minggu (5/4).
KH Muhamad Ilyas menaruh harapan besar agar partai berlambang Ka’bah tersebut mampu merebut kembali kepercayaan publik, khususnya di wilayah Jawa Barat.
KH Muhamad Ilyas meyakini bahwa di tangan Muhamad Mardiono, PPP memiliki momentum besar untuk bangkit. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut sangat bergantung pada kekompakan internal partai.
“InsyaAllah di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Mardiono, PPP dapat bangkit lagi. Kuncinya adalah kita solid dan mendukung pemimpin kita,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia melihat adanya peluang besar bagi PPP untuk memperkuat posisi di Jawa Barat.
Sebagai representasi ulama, KH Muhamad Ilyas berkomitmen untuk terus bergerak merangkul elemen pesantren, santri, hingga tokoh agama guna memperkokoh akar rumput partai.
“PPP didirikan untuk memperjuangkan umat. Harus ada asas kemaslahatan bagi umat sebagaimana pesan para pendiri. InsyaAllah PPP selalu siap hadir dan melayani umat,” tambahnya.
Dalam rangkaian acara yang sama, suasana semakin hangat saat Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono memberikan apresiasi khusus kepada para kader.
Ia memberikan kejutan berupa hadiah umroh untuk tiga orang kader yang terpilih, sebagai bentuk motivasi agar mereka semakin giat membesarkan partai.
“Seperti sebelumnya saat saya hadir di Sumedang pada peringatan Harlah PPP, saya memberikan hadiah umroh. Hari ini, saya kembali memberikan umroh untuk tiga orang kader,” jelas Mardiono.
Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi penghargaan, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh fungsionaris dan kader untuk terus bekerja nyata bagi organisasi dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat luas. (dpi)
Load more