Bukan Masjid Megah, Dedi Mulyadi Pilih Perbanyak Musala Kecil di Pemukiman Warga
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membawa arah baru dalam pembangunan sarana ibadah di wilayahnya.
Alih-alih menambah deretan masjid megah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini akan memprioritaskan pembangunan "tajuk" atau musala kecil yang langsung menyentuh pemukiman warga.
Langkah ini diambil demi mendekatkan akses spiritualitas bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa KDM ini saat menghadiri Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriyah di Masjid Raya Al-Jabbar, Selasa (9/6).
“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi menjelaskan bahwa pembangunan tajuk ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan memanfaatkan struktur yang sudah ada di tengah warga tanpa harus membentuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) baru.
Fokus utamanya adalah fungsi, bukan kemewahan bangunan.
“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," kata pria yang kerap mengenakan iket putih tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga melontarkan kritik terhadap pergeseran fungsi masjid saat ini.
Menurutnya, banyak rumah ibadah kini lebih menonjol sebagai destinasi wisata ketimbang tempat bertafakur atau sujud kepada Sang Pencipta.
“Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur,” tegas KDM.
Bagi Dedi, kualitas ibadah seseorang tidak ditentukan oleh seberapa megah bangunan yang ia datangi, melainkan pada kemampuan jiwa untuk terhubung dengan Allah SWT.
Ia berpesan agar masyarakat tidak terjebak pada simbol-simbol fisik semata.
“Bertafakur bisa dilakukan di mana saja. Bertafakur di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, tepi samudra. Tempat tak ada makna, yang paling utama adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa,” pungkasnya. (dpi)
Load more