Dikepung Sekitar 60 Wartawan, Seskab Teddy Tuai Apresiasi
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siegar
tvOnenews.com - Momen Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dikepung sekitar 60 wartawan dan tetap melayani berbagai pertanyaan secara langsung menuai apresiasi dari pakar komunikasi digital Anthony Leong. Sikap responsif dan terbuka tersebut dinilai mencerminkan perubahan pendekatan komunikasi pemerintah yang semakin adaptif di era digital.
Anthony menilai, situasi di mana seorang pejabat publik menghadapi puluhan wartawan secara bersamaan merupakan tekanan komunikasi yang tidak ringan. Namun, kemampuan Teddy untuk tetap tenang, komunikatif, dan substansial dalam menyampaikan pesan menunjukkan penguasaan isu sekaligus kesiapan narasi yang matang.
“Ketika seorang pejabat publik berada dalam situasi dikepung puluhan wartawan dan tetap mampu menjawab dengan tenang, jelas, serta terstruktur, itu menunjukkan kapasitas komunikasi yang kuat. Ini bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga tentang penguasaan substansi, konsistensi pesan, dan kesiapan menghadapi dinamika komunikasi real-time. Yang biasanya beliau kan jarang tampil. Tapi sesekali tampil untuk menepis isu strategis. Itu sangat tepat dan diperlukan di kondisi seperti ini,” ujar Anthony pada keterangannya (13/4).
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks komunikasi digital, kecepatan dan keterbukaan menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan publik. Berdasarkan berbagai kajian, transparansi yang ditunjukkan secara langsung di hadapan media memiliki dampak signifikan terhadap persepsi kredibilitas pemerintah.
Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS) itu juga menilai bahwa gaya komunikasi Teddy yang lebih cair namun tetap berbobot mencerminkan adaptasi terhadap perubahan perilaku audiens, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi ruang digital saat ini.
“Audiens digital saat ini cenderung menyukai komunikasi yang autentik, tidak kaku, dan langsung ke inti persoalan. Data menunjukkan bahwa tingkat engagement lebih tinggi pada pesan yang terasa natural namun tetap informatif. Dalam hal ini, pendekatan Seskab Teddy sudah selaras dengan karakter komunikasi era digital,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD melihat bahwa pola komunikasi yang terbuka seperti ini tidak hanya berdampak pada publik, tetapi juga memiliki implikasi terhadap komunikasi internal pemerintahan. Ia menyebut bahwa kejelasan pesan dan keterbukaan dapat memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga.
Load more