Pesan Khusus untuk Pedagang Ciwidey, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Jual Kopi Lokal: Tarik Wisatawan Berdampak pada Ekonomi
- jabarprov
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri peringatan kepada pedagang di Kawasan Wisata Ciwidey, Bandung. Pesannya untuk menggunakan kopi tubruk.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Menurut Kang Dedi Mulyadi para pedagang di Ciwidey masih ada yang menjual kopi saset. Hal ini sangat disayangkan olehnya.
Pasalnya kota Bandung sekitarnya disebut Dedi Mulyadi yang disapa KDM tersebut, menjadi penghasil kopi berkualitas.
Dengan begitu, ia meminta seluruh pedagang di kawasan wisata Ciwidey dan Pangalengan untuk menghentikan dominasi kopi saset dan beralih menjual kopi tubruk lokal.
"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya," katanya dikutip dari Antara, Selasa (28/4).
- jabarprov
"Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," pesan Dedi Mulyadi.
Selain itu, Gubernur Jabar yang disapa Bapa Aing itu mengatakan dengan penggunaan kopi tubruk. Diharapkan bisa membangun identitas wisata yang berkarakter.
Dia juga berharap agar di Kabupaten atau kota pun bisa dirajai dengan hasil bumi sendiri, seperti kopi tubruk.
Lebih lanjut, kata KDM dengan menggunakan kopi lokal bukan sekadar urusan rasa, melainkan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Kemudian juga bisa menciptakan daya ingat bagi wisatawan melalui aroma khas daerah. Sehingga bisa menarik daya tarik sendiri.
Perlu diketahui juga, menurut data Dinas Perkebunan Jawa Barat, Kabupaten Bandung adalah "raja" kopi arabika dengan tren produksi yang terus meningkat.
Pada 2024, produksinya menembus 8.567 ton, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2017 yang berada di angka 5.277 ton.
Selain dari kopi, Dedi Mulyadi juga menyoroti potensi teh Malabar, Ciwidey, dan Pangalengan yang seharusnya menjadi suguhan utama bagi pengunjung.
Menurutnya dengan pengalaman kuliner autentik seperti menikmati kopi tumbuk, teh lokal, hingga lotek asli wilayah bisa juga menarik keterikatan emosional bagi wisatawan.
Load more