Demi Melindungi Anak dari Dampak Platform Digital, Papan Interaktif Jadi Solusi Baru untuk Siswa Kreatif
- Istimewa
tvOnenews.com - Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), pemerintah menetapkan tahapan implementasi kebijakan perlindungan anak pada platform digital.
Kebijakan yang dilakukan bertahap ini diterapkan untuk mengurangi risiko pada sejumlah platform, seperti media sosial, YouTube hingga game online Roblox.
Untuk itu Istri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Hj. Masmidah Abdul Mu’ti, didampingi Nurul Mazidah Fajar Riza Ulhaq istri dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ulhaq, mengenalkan IFP kepada para siswa.
Bersama Dharma Wanita Kemendikdasmen, keduanya memantau efektivitas penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital.
Disaat yang sama, mereka juga memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik bagi para siswa.
Dalam interaksinya kepada siswa, Masmidah memberikan pesan mengenai fungsi IFP sebagai media bermain yang edukatif.
Dengan memanfaatkan penggunaan IFP, diharapkan bagi siswa tidak lagi mencari kepuasan dengan bermain game yang kurang produktif di rumah.
"Lebih semangat lagi ya belajarnya, apalagi sudah ada Papan Interaktif Digital ini. Nanti adik-adik di rumah tidak usah main game lagi, karena di IFP ini sudah ada banyak fitur game edukatif," ungkap Masmidah di SDN Gandaria Utara 03, pada Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, Integrasi teknologi ini dinilai sebagai solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan visual dan interaktif generasi alfa tanpa mengorbankan waktu belajar mereka.
Selain kecanggihan teknologi, Masmidah juga menyoroti dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia melihat adanya korelasi kuat antara asupan nutrisi yang baik dengan gairah belajar siswa di kelas.
"Pelaksanaan IFP di sini sudah maksimal, ditambah dengan konsumsi MBG, anak-anak jadi makin semangat belajar," tambahnya.
Kombinasi perut kenyang dan fasilitas mumpuni ini diyakini menjadi formula tepat dalam menciptakan ekosistem belajar yang ideal.
Load more