News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seruan Keras Wamenaker: Jangan Sampai Regulasi Justru Picu Ledakan Pengangguran!

Gelombang kekhawatiran melanda industri hasil tembakau seiring munculnya berbagai regulasi yang dinilai berpotensi menekan sektor padat karya tersebut.
Rabu, 29 April 2026 - 23:27 WIB
Seruan Keras Wamenaker: Jangan Sampai Regulasi Justru Picu Ledakan Pengangguran!
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang kekhawatiran melanda industri hasil tembakau seiring munculnya berbagai regulasi yang dinilai berpotensi menekan sektor padat karya tersebut. 

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengingatkan agar setiap kebijakan dikaji secara matang karena dampaknya bisa memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Biaya untuk membunuh industri ini jauh lebih murah dibanding biaya untuk merehabilitasi orang-orang yang terdampak. Bahkan bisa jadi tidak pakai biaya, cukup satu dua regulasi saja,” kata Afriansyah, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, industri tembakau merupakan salah satu tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Tidak hanya pekerja pabrik, sektor ini juga melibatkan petani hingga distribusi.

“Sekitar 6 juta orang bergantung di sektor ini. Kalau terdampak, efeknya bisa berlipat karena menyangkut keluarga mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini belum sepenuhnya siap jika harus mengalihkan jutaan pekerja ke sektor lain. Proses alih keterampilan (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) membutuhkan biaya besar serta waktu panjang.

“Kalau 6 juta pekerja harus dialihkan, negara siap belum? Jujur, saya melihat kita belum siap. Ini bukan pekerjaan mudah,” tegasnya.

Afriansyah menyoroti pentingnya sinergi lintas kementerian, khususnya antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Kesehatan agar kebijakan tidak timpang.

“Kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja. Dampak ke pengangguran itu nyata. Jangan sampai satu kebijakan justru mengorbankan jutaan pekerja,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum FSP RTMM-SPSI, Hendry Wardana, mendesak pemerintah agar tidak hanya fokus menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menjaga industri yang sudah ada.

“Jaga industrinya, jaga pekerjanya. Jangan sampai Hari Buruh hanya jadi seremonial,” ujar Hendry.

Ia menyebut industri rokok menyerap sekitar 2 juta tenaga kerja langsung dan hingga 6 juta tenaga kerja tidak langsung. Selain itu, rantai produksinya dinilai hampir sepenuhnya berbasis dalam negeri.

“Ini bentuk kemandirian ekonomi yang seharusnya dijaga,” katanya.

Namun demikian, Hendry menilai sejumlah kebijakan, baik fiskal maupun non-fiskal, justru mengancam keberlangsungan industri tersebut. Ia bahkan menyinggung adanya tekanan kuat dari pihak asing.

“Tekanan asing itu sangat luar biasa terhadap industri rokok di Indonesia. Ini bukan hanya dari dalam, tapi justru kencangnya dari luar,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah regulasi yang berkembang saat ini banyak dipengaruhi agenda global, termasuk dorongan pengendalian tembakau internasional, meski Indonesia tidak meratifikasi aturan tersebut.

Ia juga menyoroti rencana pembatasan kadar tar dan nikotin yang dinilai tidak sesuai dengan karakteristik rokok kretek.

“Kalau dipaksakan, industri sigaret kretek bisa gulung tikar. Padahal di situlah penyerapan tenaga kerja terbesar, mayoritas perempuan,” jelasnya.

Pemerintah Diminta Seirama

Menanggapi berbagai tekanan tersebut, Afriansyah menegaskan arah kebijakan pemerintah seharusnya tetap berpihak pada masyarakat luas.

“Kalau Presiden mendengarkan ini, pasti beliau berpihak pada rakyat. Yang penting kebutuhan orang banyak tetap terjaga,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap seluruh kementerian dapat berjalan selaras dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan.

“Presiden sudah jelas arahnya, tinggal bagaimana pelaksana di bawah bisa seirama dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengosongan Hotel Sultan Dimulai! Sarapan Masih Utuh, Tamu yang Masih Ada Dikawal Keluar

Pengosongan Hotel Sultan Dimulai! Sarapan Masih Utuh, Tamu yang Masih Ada Dikawal Keluar

Proses pengosongan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai dilakukan setelah aparat gabungan TNI-Polri berhasil menguasai situasi dan membuka akses masuk ke dalam hotel, Kamis, 18 Juni 2026.
Cara Jaga Tubuh Tetap Fit saat Fenomena El Nino, Musim Kemarau Diprediksi lebih awal

Cara Jaga Tubuh Tetap Fit saat Fenomena El Nino, Musim Kemarau Diprediksi lebih awal

Ketika anda menghadapi cuaca ekstrem memerlukan persiapan fisik yang matang. Terutama saat menghadapi fenomena El Nino
PDIP Tegaskan Tak Pernah Terlibat Aksi Unjuk Rasa terhadap Pemerintah

PDIP Tegaskan Tak Pernah Terlibat Aksi Unjuk Rasa terhadap Pemerintah

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan partainya maupun kader partainya tidak pernah terlibat dalam berbagai aksi unjuk rasa terhadap pemerintah.
Resmi Mundur dari Timnas Voli Indonesia, Nizar Julfikar Gabung Bodyguard Headquarter di Liga Voli Kamboja 2026

Resmi Mundur dari Timnas Voli Indonesia, Nizar Julfikar Gabung Bodyguard Headquarter di Liga Voli Kamboja 2026

Setelah memutuskan mundur dari skuad Timnas Voli Indonesia, Nizar Julfikar resmi bergabung dengan Bodyguard Headquarter di Liga Voli Kamboja 2026.
Pakar Hukum Sebut Wajar Sarwendah Berpacaran, Tapi Kekasih Baru Dilarang Ikut Campur Urusan Anak

Pakar Hukum Sebut Wajar Sarwendah Berpacaran, Tapi Kekasih Baru Dilarang Ikut Campur Urusan Anak

Pakar hukum menilai hubungan asmara Sarwendah dengan Giorgio Antonio adalah hal yang wajar, namun tidak boleh ikut campur dalam urusan pengasuhan anak.
Polisi Amankan 69 Orang yang Coba Halangi Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tegaskan Bukan Eks Karyawan

Polisi Amankan 69 Orang yang Coba Halangi Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tegaskan Bukan Eks Karyawan

Pihak kepolisian mengamankan sebanyak 69 orang yang mencoba menghalangi proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (18/6/2026).

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Aksi ricuh simpatisan sempat mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Selengkapnya

Viral