Vertigo hingga Mudah Jatuh, Ini Tanda Gangguan Keseimbangan yang Perlu Diwaspadai
- Pixabay/Monoar_CGI_Artist
Jakarta, tvOnenews.com - Gangguan keseimbangan merupakan kondisi ketika seseorang merasa limbung, tidak stabil, pusing, atau seperti akan jatuh saat berdiri maupun berjalan.
Menurut Laman National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) di Amerika Serikat, gangguan keseimbangan dapat membuat seseorang merasa seolah tubuh bergerak, melayang, atau ruangan terasa berputar meski sedang diam.
Masalah ini tidak hanya dialami lansia. Gangguan keseimbangan dapat terjadi pada berbagai usia dan sering berkaitan dengan sistem telinga bagian dalam, saraf, otak, penglihatan, hingga gangguan otot dan postur tubuh.
Dokter Spesialis Saraf dr. Eva Dewati, Sp.N.Subsp.NIOO(K) menjelaskan bahwa gangguan keseimbangan kerap dianggap hanya sebagai pusing biasa, padahal kondisi tersebut dapat lebih kompleks.
"Gangguan keseimbangan sering kali dianggap hanya sebagai pusing biasa, padahal kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf, telinga bagian dalam, maupun fungsi otak," tuturnya.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menyebut jatuh sebagai salah satu penyebab utama cedera pada kelompok usia lanjut. Risiko jatuh meningkat pada orang dengan gangguan berjalan dan keseimbangan.
Karena sering dianggap sekadar kelelahan atau pusing biasa, banyak orang terlambat menyadari bahwa gangguan keseimbangan dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Berikut fakta tentang gangguan keseimbangan yang perlu diwaspadai.
1. Sering Mengalami Vertigo atau Pusing Berputar
Salah satu gejala paling umum adalah vertigo, yaitu sensasi ruangan terasa berputar atau tubuh terasa bergerak padahal sedang diam.
Menurut NIDCD, vertigo dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem vestibular di telinga bagian dalam yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Bahkan padabeberapa orang, vertigo juga disertai mual, muntah, hingga sulit berdiri tegak.
2. Tubuh Terasa Limbung Saat Berjalan
Gangguan keseimbangan sering membuat seseorang merasa goyah atau kehilangan pijakan ketika berjalan.
Kondisi ini bisa muncul perlahan dan sering diabaikan karena dianggap hanya kurang istirahat atau kelelahan. Padahal masalah keseimbangan bisa juga berkaitan dengan gangguan saraf pusat maupun telinga bagian dalam.
3. Mudah Jatuh atau Hampir Terjatuh
Kecenderungan mudah jatuh menjadi salah satu tanda penting yang tidak boleh dianggap sepele.
Data CDC menyebut gangguan berjalan dan keseimbangan termasuk faktor utama yang meningkatkan risiko jatuh dan cedera, terutama pada usia lanjut.
Cedera akibat jatuh dapat berdampak serius, mulai dari patah tulang hingga menurunnya kemampuan beraktivitas secara mandiri.
4. Dipicu Banyak Faktor
Penyebab gangguan keseimbangan ternyata cukup beragam. Selain gangguan telinga bagian dalam, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh masalah saraf, efek samping obat, gangguan penglihatan, hingga penyakit tertentu seperti stroke atau Parkinson.
Dehidrasi, kurang makan, hingga kelelahan juga dapat memperburuk kondisi keseimbangan tubuh.
Karena itu, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk mengetahui penyebab utamanya. Penanganan dini gangguan keseimbangan juga dapat membantu mencegah risiko yang lebih besar.
Penanganan sejak awal, menurut dr. Eva penting dilakukan agar risiko jatuh dan cedera dapat dicegah dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal.
Sebagai upaya menghadirkan layanan khusus untuk menangani masalah keseimbangan, RS Puri Cinere menghadirkan Klinik Keseimbangan yang menangani berbagai keluhan seperti vertigo, limbung, gangguan berjalan, hingga kecenderungan mudah jatuh dengan pendampingan dokter spesialis saraf.
Load more