Penjelasan Lengkap Pakar Ekspresi, Video Permintaan Maaf Sarwendah Sampai Dinilai Tidak Tulus
- Instagram/sarwendah29
"Kenapa? Permintaan maaf yang tulus itu perlu terkandung tiga hal," ungkapnya.
Menurut Kirdi, unsur pertama sudah dipenuhi karena Sarwendah secara langsung menyatakan dirinya sebagai pihak yang meminta maaf.
"Satu, yaitu bahwa dia menyebutkan siapa yang minta maaf. Jelas. Nah, Sarwendah menyebutkan. Betul. Satu dari tiga ya. Jadi dia bilang bahwa, 'Saya meminta maaf.' Nah, itu kan dia sebutin." pungkasnya.
Namun, ia menilai unsur kedua tidak terlihat dalam video tersebut. Kirdi menyoroti tidak adanya pihak yang disebut secara spesifik sebagai tujuan permintaan maaf.
"Yang kedua, dia perlu menyebutkan secara spesifik kepada siapa dia minta maaf. Dan kepada siapa dia minta maaf, yang disindir siapa? Apakah si A, si B, si C, atau mantan suami, misalnya. Apakah disebut? Jawabannya tidak ada," bebernya.
"Tapi dia malah menyebutkan masyarakat Indonesia, menyebutkan misalnya keluarganya, menyebutkan anak-anaknya, menyebutkan penggemarnya. Iya. Tapi sebetulnya yang menjadi sasaran tembakan kata-kata dia yang sifatnya kasar atau sifatnya, tanda petik, mungkin nyinyir atau nyindir, misalnya, kan enggak disebut orangnya," tambah Kirdi.
Selain itu, Kirdi juga menilai alasan permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah belum dijelaskan secara rinci. Menurutnya, seseorang perlu mengakui secara jelas kesalahan yang dilakukan agar publik dapat memahami konteks permintaan maaf tersebut.
"Yang ketiga, penyebab dia perlu minta maaf itu harus disebut. Nah, dia sebenarnya menyebutkan bahwa kata-katanya tidak baik dan tidak dengan rendah hati. Itu bukan sebuah kata-kata yang direct to the point," tukasnya.
Untuk memperjelas pandangannya, Kirdi kemudian memberikan ilustrasi mengenai perbedaan antara berbohong dan tidak mengungkapkan fakta secara lengkap.
"Gini lho, orang bohong sama enggak cerita itu dua hal yang berbeda. Misalnya saya enggak cerita bahwa saya makan pisang gorengnya lima. Begitu ditanya sama yang jual pisang goreng, 'Makannya tiga ya?' terus saya cuma senyum gitu.
"Apakah saya bohong? Enggak. Saya enggak cerita. Itu totally different story. Itu dua hal yang berbeda banget," terangnya.
Load more