Instruksi Gubernur DKI Soal Pilah Sampah Sudah Berlaku, Nussa Rarra Ikut Turun Tangan
- Tangkapan layar YouTube Nussa Official
Jakarta, tvOnenews.com - Penerapan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang kewajiban memilah sampah dari rumah telah berlaku sejak 10 Mei 2026. Namun, bagi banyak keluarga, tantangan terbesar bukan hanya menjalankan aturan tersebut, melainkan bagaimana menjelaskan pentingnya memilah sampah kepada anak-anak.
Upaya itu terlihat dalam gelaran Jakarta Future Festival (JFF) for Kids 2026 yang berlangsung akhir pekan lalu. Melalui karakter animasi populer Nussa dan Rarra, anak-anak diajak mengenal cara memilah sampah dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Dalam aktivitas bertajuk "Pilah Sampah Bersama Nussa", peserta diperkenalkan pada tiga kategori sampah yang kini menjadi dasar pemisahan dari rumah tangga, yakni sampah organik, anorganik, dan daur ulang.
Tak sekadar mendengarkan penjelasan, anak-anak juga diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah melalui berbagai permainan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Bahkan, tidak sedikit anak yang masih bertahan di area aktivitas setelah sesi berakhir.
Karakter Nussa dan Rarra dinilai menjadi jembatan yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan penting kepada anak. Sejak pertama kali hadir pada 2018, kakak beradik tersebut dikenal melalui cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, edukasi lingkungan pun terasa lebih mudah diterima oleh anak-anak.
"Nussa dan Rarra sudah lama menjadi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia. Karakter yang dekat bisa menjadi jembatan yang jauh lebih efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada anak-anak, termasuk soal lingkungan. Yang kami saksikan di JFF memperkuat keyakinan itu, anak-anak tidak merasa sedang diajarkan, mereka merasa sedang bermain bersama teman," ujar Chief of Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).
Selain membantu anak mengenali jenis-jenis sampah, kegiatan tersebut juga memperkuat pemahaman bahwa kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Dengan mengetahui ke mana sampah harus dibuang dan mengapa pemilahan penting dilakukan, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami aturan, tetapi juga membangun kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Kebijakan pemilahan sampah sendiri menjadi langkah penting bagi Jakarta di tengah meningkatnya volume sampah yang terus dihasilkan setiap hari. Di sisi lain, kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang semakin terbatas sehingga diperlukan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
Karena itu, keterlibatan anak-anak dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, para orang tua yang mendampingi juga mendapatkan edukasi serupa. Pengalaman memilah sampah secara langsung diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dan praktik bersama ketika kembali ke rumah.
CEO Visinema Studios, Herry B. Salim, mengatakan bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak usia dini berpotensi bertahan hingga dewasa.
"Kalau dari kecil anak sudah terbiasa memilah sampah, itu nilai yang akan mereka bawa seumur hidup. Dan kalau prosesnya menyenangkan, apalagi ada Nussa dan Rarra yang menemani, kemungkinan besar mereka akan ingat, dan mau melakukannya lagi di rumah," kata Herry.
Melalui berbagai konten yang selama ini dihadirkan, Nussa dan Rarra terus mengajak anak-anak mengenal nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kini, ketika aturan pilah sampah mulai diterapkan untuk seluruh warga Jakarta, pendekatan edukatif melalui karakter yang dekat dengan anak-anak dinilai dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan kebiasaan baru sejak dini. (cmi)
Load more