News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil

Pakar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil
Kamis, 11 Juni 2026 - 03:33 WIB
Ilustrasi TNI
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana Pemerintah Indonesia membangun ratusan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) menuai polemik dikalangan publik.

Pasalnya, rencana pembangunan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik agraria termasuk perampasan tanah adat oleh TNI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu diungkap dalam diskusi publik bertajuk 'Menyoal Kebijakan Pertahanan Dalam Akselerasi Ratusan Batlyon Teritorial Pembangunan: Ketahanan Negara atau Ambisi Menteri Pertahanan' yang diselenggarakan oleh Merah Putih Institut (MPI).

akar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil
akar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil
Sumber :
  • Istimewa

Direktur MPI, Fauzan Ohorella membahas mengenai tak adanya poin tugas TNI yang mengelola pembangunan, kesehatan, dan pembinaan masyarakat dari kacamata UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI pada Pasal 7 Ayat (2) huruf b tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

‎"Dalam ayat (3) Pasal 7 UU TNI itu juga menegaskan, bahwa implementasi OMSP harus di dasari oleh kebijakan dan keputusan politik negara. Yang jadi pertanyaannya, usulan (Yon TP) Menhan Sjafrie ini terkesan melampaui kekuasaan Presiden Prabowo Subianto, selaku Pemimpin Negara dan Kepala Pemerintahan," kata Fauzan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Tak hanya itu, Fauzan juga menyebut potensi gesekan dengan sipil dalam rencana pemabngunan Yon TP itu.

Ia juga mengungkap jika rencana pembangunan ratusan Yon TP juga akan berpotensi membengkaknya beban anggaran.

"(Yon TP-red) ini tidak hanya menimbulkan konflik antar sipil-militer, tetapi juga beban besar bagi anggaran negara nantinya," katanya.

Sementara, ‎Akademisi Hukum Tata Negar, Rorano turut memberikan pandangan terhadap rencana pemerintah tersebut.

Menurutnya masuknya militer dalam ruang sipil itu hanya akan mengancam demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).  
‎
‎"Batalyon ini apa urgensinya sehingga harus dibentuk. Apakah hari ini, misalnya Kementerian Pertanian, fungsi-fungsi Kementerian tidak lagi berjalan sehingga TNI harus terlibat di dalamnya atau apakah sipil sudah tidak lagi efektif dalam urusan penyelenggaran sosial, maka diharuskan TNI mengurus hal seperti ini," ungkapnya.
‎
‎Di sisi lain, Dosen HTN Universitas Jakarta, Yepiter menyebut UUD 1945 secara tegas memandatkan Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, sekaligus pemegang kekuasaan pemerintahan. 

Hal ini disorotnya terkait peran Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dinilai diberikan ruang untuk mengonsep solusi kebijakan strategis global.

Menurutnya batasan antara fungsi memberikan pertimbangan dan mengeksekusi kebijakan menjadi tak jelas.
‎
‎"Penegasan Kedudukan Non-Struktural artinya berdasarkan mandat undang-undang, fungsi DPN secara limitatif digariskan hanya sebagai badan pembantu Presiden dalam menetapkan kebijakan umum dan memberikan pertimbangan. DPN tidak dibekali dengan vrije ermessen (diskresi bebas) untuk mengambil tindakan hukum mandiri atau mengeksekusi kebijakan taktis di lapangan," jelasnya.

Senada,  Direktur Administrasi Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) PB HMI, Sabrina mengungkapkan jika pembangunan Yon TP ini dinilai minim keterbukaan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. 

Menurutnya di era digital saat ini kebijakan yang tertutup akan dipaksa dibuka kepada publik.
‎
‎"Berbagai penolakan oleh masyarakat ini, akibat minimnya keterbukaan informasi bagi publik. Untungnya, di era digital saat ini setiap informasi bisa kita akses. Jika tidak, kita tidak tahu soal perkebunan seluas puluhan hektare di Jember milik masyarakat yang diserobot oleh aparat TNI untuk pembangunan Yon TP," ungkapnya.(raa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tanggapi Keresahan soal Penyusutan Skor Pendaftar PCMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Tanggapi Keresahan soal Penyusutan Skor Pendaftar PCMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi keresahan publik soal penyusutan skor pendaftar dalam sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026.
Survei Adidaya Institute: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran Hingga Soal Program MBG-KDKMP

Survei Adidaya Institute: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran Hingga Soal Program MBG-KDKMP

Survei terbaru Adidaya Institute menunjukkan mayoritas publik puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Bukan Hapus Threshold, Doktor Rani Purwanti Sebut Cara Baru Agar Suara Pemilih Tak Hilang

Bukan Hapus Threshold, Doktor Rani Purwanti Sebut Cara Baru Agar Suara Pemilih Tak Hilang

Perdebatan mengenai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen kembali mendapat perspektif baru dari kalangan akademisi.
PIHPS: Harga Cabai Rawit Tembus Rp75.700/kg, Telur Ayam Rp30.200/kg

PIHPS: Harga Cabai Rawit Tembus Rp75.700/kg, Telur Ayam Rp30.200/kg

PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp75.700 per kilogram (kg), sedangkan harga telur ayam ras Rp30.200 per kg.
Dampak Ketegangan Timur Tengah, Pertemuan Tata Kelola Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali

Dampak Ketegangan Timur Tengah, Pertemuan Tata Kelola Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali

Situasi geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah berdampak pada perubahan agenda internasional. Pertemuan penting mengenai tata kelola internet global yang diprakarsai oleh ICANN, resmi dipindahkan dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali, Indonesia.
Jadwal Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026, Kamis 11 Juni: Red Sparks Usung Misi Kebangkitan

Jadwal Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026, Kamis 11 Juni: Red Sparks Usung Misi Kebangkitan

Jadwal Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026, di mana hari ini Red Sparks mengusung misi kebangkitan.

Trending

Gudang Rokok Ilegal di Serang Digerebek, Bea Cukai Sita Total 8,9 Juta Batang Selamatkan Cukai Rp6,67 M

Gudang Rokok Ilegal di Serang Digerebek, Bea Cukai Sita Total 8,9 Juta Batang Selamatkan Cukai Rp6,67 M

Operasi gabungan antar Bea Cukai Jakarta, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, dan Kanwil Bea Cukai Banten berhasil menggagalkan peredaran 8.9 juta batang rokok
Viral Aparat Bubarkan Paksa Aksi Unjuk Rasa Protes Kenaikan Harga BBM, Polisi Angkat Bicara

Viral Aparat Bubarkan Paksa Aksi Unjuk Rasa Protes Kenaikan Harga BBM, Polisi Angkat Bicara

Viral di media sosial aksi pembubaran massa aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian di kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (10/6/2026) malam.
Pakar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil

Pakar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil

Pakar Hingga Akademisi Nilai Pembangunan Yon TP Miliki Potensi Konflik Agraria dengan Sipil
Diberi Nafkah Ratusan Juta Per Bulan oleh Ruben Onsu, Sarwendah: Rp200 Juta Cuma Berapa Kali Live Sih?

Diberi Nafkah Ratusan Juta Per Bulan oleh Ruben Onsu, Sarwendah: Rp200 Juta Cuma Berapa Kali Live Sih?

Polemik nafkah anak yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian. Perdebatan soal nafkah Rp225 juta per bulan masih ramai dibicarakan.
Haji Bolot Dilarikan ke RS Usai Dikabarkan Kena Serangan Jantung, Andre Taulany Minta Doa untuk Sang Komedian

Haji Bolot Dilarikan ke RS Usai Dikabarkan Kena Serangan Jantung, Andre Taulany Minta Doa untuk Sang Komedian

Kabar kurang menggembirakan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Pelawak senior Haji Bolot dikabarkan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Efek Domino, Pemerintah Didesak Segara Lakukan Mitigasi

Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Efek Domino, Pemerintah Didesak Segara Lakukan Mitigasi

Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan kenaikan harga bahan bakara minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green pada 10 Juni 2026.
Lensa Berbicara: Aksi Unjuk Rasa Desak Pembenahan Program MBG di Kantor BGN

Lensa Berbicara: Aksi Unjuk Rasa Desak Pembenahan Program MBG di Kantor BGN

Sejumlah massa yang tergabung dalam MBG Watch menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral