UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali
- istimewa
Pada kesempatan tersebut, H. Wisnu Wijaya  berpesan kepada para mahasiswa agar ikut mengampanyekan pentingnya dunia pertanian di kalangan generasi muda.
"Saat ini minat anak muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah, padahal Indonesia memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat besar. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak generasi muda untuk kembali mencintai dan mengembangkan sektor pertanian," jelasnya.
Ketua Tim Pengabdian, Nurcahyo menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian ini akan berlangsung hingga bulan Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan pengarahan dan briefing kepada para mahasiswa mengenai teknis pelaksanaan kegiatan, metode penelitian, pembagian tugas, serta target yang akan dicapai selama program berlangsung.
Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.Â
Produk yang dihasilkan nantinya akan diuji menggunakan standar ASTM (American Standard for Testing and Material) guna mengetahui karakteristik dan kualitas produk yang dihasilkan secara ilmiah.Â
Diharapkan melalui kegiatan ini akan lahir inovasi teknologi yang tidak hanya membantu mengurangi permasalahan sampah plastik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dari pihak P4S Joyo Tentrem, kegiatan ini dihadiri oleh H. Wisnu Wijaya selaku Ketua P4S Joyo Tentrem, serta H. Badrus Zaman dan Ali Hufran selaku Dewan Pembina P4S Joyo Tentrem.
Di penghujung acara, Dewan Pembina P4S Joyo Tentrem, H. Badrus Zaman turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.Â
Dalam pesannya, ia berharap para mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, hingga pengembangan sektor pertanian yang membutuhkan sentuhan inovasi dan teknologi.
"Mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jadilah bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang ada, termasuk persoalan sampah dan pertanian. Jangan hanya berpikir menjadi pencari kerja, tetapi bercita-citalah menjadi pencipta lapangan kerja yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang," pesannya.
Load more