News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hilirisasi dan DHE, Dua Instrumen Kebijakan yang Menjadikan Indonesia Pemain Utama di Kancah Ekonomi Global

PEDAS menilai arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini mencerminkan semangat nasionalisme ekonomi yang semakin kuat melalui penguatan tata kelola sumber daya alam (SDA), hilirisasi industri, dan optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:35 WIB
Ketua Koordinator Relawan Prabowo Digital Team (PRIDE), Anthony Leong.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - PoliEco Digital Insight Institute (PEDAS) menilai arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini mencerminkan semangat nasionalisme ekonomi yang semakin kuat melalui penguatan tata kelola sumber daya alam (SDA), hilirisasi industri, dan optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Direktur PEDAS, Anthony Leong, mengatakan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo mengenai pentingnya nasionalisme dalam pembangunan ekonomi. Mengutip pemikiran sosiolog ekonomi Liah Greenfeld dalam buku The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth, yang menjelaskan bahwa kemajuan ekonomi modern tidak lahir secara kebetulan, melainkan tumbuh dari kemampuan suatu bangsa memperjuangkan kepentingan ekonominya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Anthony, sejarah menunjukkan bahwa hampir seluruh negara yang berhasil melakukan lompatan ekonomi besar membangun kemajuannya di atas fondasi nasionalisme ekonomi yang kuat, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok.

“Nasionalisme ekonomi bukan berarti menutup diri dari dunia internasional. Nasionalisme ekonomi adalah memastikan bahwa kekayaan nasional, devisa nasional, dan sumber daya strategis nasional dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Inilah yang sedang dibangun pemerintah Presiden Prabowo saat ini,” kata Anthony pada keterangannya (13/6)

PEDAS mencatat bahwa komoditas yang masuk dalam tahap awal skema tata kelola ekspor strategis, yakni batu bara, kelapa sawit (CPO), dan ferroalloy, memiliki nilai ekspor lebih dari US$66 miliar per tahun atau sekitar seperempat dari total ekspor nasional. Nilai ekonomi yang sangat besar tersebut menunjukkan betapa strategisnya kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.

Menurutnya, Indonesia saat ini justru sedang memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang melalui kebijakan yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperbesar penerimaan negara, serta memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional.

"Pertanyaannya bukan apakah ada pihak yang berbeda pandangan terhadap kebijakan pemerintah. Dalam ekonomi politik itu hal yang biasa. Yang lebih penting adalah apakah kebijakan tersebut memperkuat kepentingan nasional Indonesia, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperbesar manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang kita miliki. Dalam konteks itulah kebijakan ini harus dinilai," ujar Anthony yang juga Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara dan BUMN itu.

PEDAS juga menilai bahwa berbagai forum penyampaian pendapat, diskusi publik, maupun kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa perdebatan yang berkembang tetap didasarkan pada data, kepentingan nasional, dan tujuan bersama untuk memperkuat daya saing Indonesia.

Menurut Anthony, pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa transformasi ekonomi yang menyentuh sektor-sektor strategis hampir selalu memunculkan perbedaan pandangan karena menyangkut perubahan tata kelola dan distribusi manfaat ekonomi yang sangat besar.

"Kami melihat pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik. Dalam konteks geoekonomi global, setiap negara yang berupaya memperkuat kedaulatan ekonominya akan menghadapi tantangan, baik dari faktor internal maupun eksternal. Karena itu yang dibutuhkan adalah ketenangan, objektivitas, dan keberanian untuk melihat kepentingan nasional dalam perspektif jangka panjang," tegas Anthony.

Menurut PEDAS, kebijakan DHE, hilirisasi, dan tata kelola ekspor strategis melalui Danantara justru merupakan instrumen yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang. Semakin besar devisa hasil ekspor yang berada dalam sistem keuangan domestik, semakin kuat pula stabilitas nilai tukar, likuiditas perbankan, dan kapasitas pembiayaan pembangunan nasional.

Demikian pula dengan hilirisasi yang selama ini menjadi prioritas pemerintah. Indonesia tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi mulai membangun industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah lebih besar, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan daya saing nasional.

Anthony menegaskan bahwa keberhasilan agenda tersebut akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama Asia pada dekade mendatang.

"Indonesia terlalu besar untuk terus menjadi pemasok bahan mentah bagi negara lain. Apa yang sedang dilakukan pemerintah hari ini adalah upaya mengembalikan nilai tambah sumber daya alam kepada rakyat Indonesia sendiri. Kita harus memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak hanya menghasilkan angka ekspor yang besar, tetapi juga menghasilkan kemakmuran yang lebih besar bagi bangsa Indonesia," ujarnya.

Penguatan DHE, hilirisasi, dan tata kelola SDA harus dipahami sebagai bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Lebih lanjut, Anthony menegaskan bahwa kebijakan tata kelola ekspor SDA, penguatan DHE, dan hilirisasi yang dijalankan pemerintah merupakan pengejawantahan langsung amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Menurutnya, skema tata kelola ekspor melalui Danantara bukan semata kebijakan perdagangan, melainkan instrumen negara untuk memastikan manfaat ekonomi dari sumber daya alam strategis nasional dapat kembali kepada rakyat Indonesia secara lebih optimal. Semangat tersebut juga sejalan dengan pandangan DPR RI yang menyebut kebijakan tata kelola ekspor SDA sebagai bagian dari upaya "kembali kepada Pasal 33 UUD 1945" melalui penguatan pengawasan, transparansi, dan optimalisasi penerimaan negara.

"Selama ini kita terlalu sering menjadi negara yang kaya sumber daya alam tetapi belum optimal menikmati nilai tambahnya. Semangat Pasal 33 bukan hanya soal negara memiliki sumber daya, tetapi bagaimana negara memastikan manfaat ekonominya benar-benar kembali kepada rakyat. Karena itu, penguatan DHE, hilirisasi, dan tata kelola ekspor SDA sesungguhnya merupakan implementasi nyata konstitusi di bidang ekonomi," ujar Anthony.

PEDAS mengajak masyarakat, pelaku usaha, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melihat perkembangan ekonomi nasional secara objektif berdasarkan data dan kepentingan jangka panjang bangsa.

"Yang sedang dibangun pemerintah hari ini bukan sekadar kebijakan ekonomi biasa, melainkan fondasi kemandirian ekonomi nasional. Dalam jangka pendek mungkin muncul berbagai perdebatan dan dinamika. Namun dalam jangka panjang, yang akan menentukan masa depan Indonesia adalah keberanian menjalankan reformasi, memperkuat nasionalisme ekonomi, serta menjaga kedaulatan atas sumber daya strategis bangsa sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945," pungkas Anthony.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ruben Onsu Blak-blakan soal Sifat Asli Sarwendah, Komunikasi Lancar Hanya Saat Tagihan Datang?

Ruben Onsu Blak-blakan soal Sifat Asli Sarwendah, Komunikasi Lancar Hanya Saat Tagihan Datang?

Ruben Onsu mengungkap komunikasi dengan mantan istrinya, Sarwendah, lebih sering terjadi saat membahas tagihan bulanan. Ia juga mengaku minim mendapatkan informasi
Ragnar Oratmangoen Resmi Tinggalkan FCV Dender, Persija, Bali United atau Sparta Rotterdam Jadi Pelabuhan Baru?

Ragnar Oratmangoen Resmi Tinggalkan FCV Dender, Persija, Bali United atau Sparta Rotterdam Jadi Pelabuhan Baru?

Ragnar Oratmangoen resmi berpisah dengan FCV Dender setelah kontraknya berakhir. Penyerang Timnas Indonesia kini dikaitkan dengan Sparta Rotterdam hingga sejumlah klub Liga 1 Indonesia.
Kepulauan Sangihe Sulut Diguncang Gempa Beruntun Sabtu Malam, Terbesar Magnitudo 4,5

Kepulauan Sangihe Sulut Diguncang Gempa Beruntun Sabtu Malam, Terbesar Magnitudo 4,5

Serangkaian aktivitas seismik atau gempa melanda wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu (13/6) malam. 
Nasib Arab Saudi di Piala Dunia 2026 Dipertaruhkan, Bisa Jadi Penentu Nasib Arab Saudi, Pelatih hingga Federasi Terancam

Nasib Arab Saudi di Piala Dunia 2026 Dipertaruhkan, Bisa Jadi Penentu Nasib Arab Saudi, Pelatih hingga Federasi Terancam

Piala Dunia 2026 menjadi momentum krusial bagi Timnas Arab Saudi. Tak hanya soal prestasi, tetapi juga menentukan masa depan pelatih Georgios Donis hingga
Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Cristiano Ronaldo percaya generasi emas Portugal mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun, di usia 41 tahun, CR7 memilih realistis dan siap menerima apa pun hasil akhirnya.
Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh dua oknum pejabat kewilayahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Trending

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Cristiano Ronaldo percaya generasi emas Portugal mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun, di usia 41 tahun, CR7 memilih realistis dan siap menerima apa pun hasil akhirnya.
Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh dua oknum pejabat kewilayahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 
Kepulauan Sangihe Sulut Diguncang Gempa Beruntun Sabtu Malam, Terbesar Magnitudo 4,5

Kepulauan Sangihe Sulut Diguncang Gempa Beruntun Sabtu Malam, Terbesar Magnitudo 4,5

Serangkaian aktivitas seismik atau gempa melanda wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu (13/6) malam. 
Nasib Arab Saudi di Piala Dunia 2026 Dipertaruhkan, Bisa Jadi Penentu Nasib Arab Saudi, Pelatih hingga Federasi Terancam

Nasib Arab Saudi di Piala Dunia 2026 Dipertaruhkan, Bisa Jadi Penentu Nasib Arab Saudi, Pelatih hingga Federasi Terancam

Piala Dunia 2026 menjadi momentum krusial bagi Timnas Arab Saudi. Tak hanya soal prestasi, tetapi juga menentukan masa depan pelatih Georgios Donis hingga
Lanjutkan Program Penataan Dedi Mulyadi, 160 Kios Ilegal di Puncak Pass Ditertibkan

Lanjutkan Program Penataan Dedi Mulyadi, 160 Kios Ilegal di Puncak Pass Ditertibkan

Kawasan wisata Puncak Pass hingga Segar Alam kini tengah menjalani penataan besar-besaran. 
Ragnar Oratmangoen Resmi Tinggalkan FCV Dender, Persija, Bali United atau Sparta Rotterdam Jadi Pelabuhan Baru?

Ragnar Oratmangoen Resmi Tinggalkan FCV Dender, Persija, Bali United atau Sparta Rotterdam Jadi Pelabuhan Baru?

Ragnar Oratmangoen resmi berpisah dengan FCV Dender setelah kontraknya berakhir. Penyerang Timnas Indonesia kini dikaitkan dengan Sparta Rotterdam hingga sejumlah klub Liga 1 Indonesia.
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak ada angin tak ada hujan, media Vietnam kembali membahas Timnas Indonesia. Mereka menyoroti senjata andalan yang telah lama menjadi ciri khas skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral