News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BI Rate Naik ke 5,5%, Bunga Pinjol Ikut Melambung? Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai

Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,5%. Kebijakan ini berpotensi mendorong kenaikan bunga pinjol, KPR, dan kredit konsumsi. Simak dampaknya bagi masyarakat.
Kamis, 18 Juni 2026 - 01:14 WIB
Ilustrasi BI Rate Naik ke 5,5%, Bunga Pinjol Ikut Melambung? Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kerap menjadi perhatian pelaku pasar, investor, hingga masyarakat umum. 

Pasalnya, kebijakan moneter tersebut tidak hanya memengaruhi nilai tukar rupiah dan inflasi, tetapi juga berdampak langsung pada biaya pinjaman yang harus ditanggung masyarakat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika BI Rate naik, efek berantainya dapat terasa mulai dari kredit kendaraan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga layanan pinjaman online (pinjol) yang saat ini banyak digunakan masyarakat.

Di berbagai negara maju, fenomena serupa juga terjadi. Saat bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menaikkan suku bunga secara agresif pada periode 2022-2024, bunga kartu kredit, kredit konsumsi, hingga layanan pinjaman digital ikut meningkat. 

Kondisi tersebut membuat masyarakat menahan konsumsi dan lebih berhati-hati dalam berutang. Langkah serupa kini juga ditempuh Indonesia ketika Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuannya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Bagi pengguna pinjaman online, kenaikan BI Rate menjadi sinyal yang perlu dicermati. Meski perusahaan fintech memiliki mekanisme bisnis yang berbeda dengan perbankan, biaya pendanaan yang lebih mahal pada akhirnya dapat mendorong penyesuaian bunga maupun biaya pinjaman. 

Akibatnya, cicilan yang harus dibayar masyarakat berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

BI Rate Naik Jadi 5,5%, Apa Alasannya?

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. 

Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 4,50 persen, sementara Lending Facility meningkat menjadi 6,25 persen.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan akibat gejolak ekonomi global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik.

Selain menjaga nilai tukar rupiah, kebijakan ini juga ditujukan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen pada periode 2026-2027. 

Dengan suku bunga yang lebih tinggi, Bank Indonesia berharap daya tarik investasi di instrumen domestik seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) meningkat sehingga aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menilai kenaikan BI Rate juga menjadi instrumen untuk meredam tekanan inflasi yang mulai menunjukkan peningkatan. 

Inflasi Indonesia pada Mei 2026 tercatat berada di kisaran 3 persen sehingga diperlukan langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga.

Bank Indonesia
Bank Indonesia
Sumber :
  • Bank Indonesia

Mengapa Bunga Pinjol Berpotensi Ikut Naik?

Salah satu dampak paling nyata dari kenaikan suku bunga acuan adalah meningkatnya biaya pinjaman di sektor keuangan. 

Dalam praktiknya, perbankan biasanya lebih cepat merespons kenaikan BI Rate dibandingkan saat suku bunga acuan diturunkan.

Ketika biaya dana atau cost of fund meningkat, bank akan menyesuaikan bunga kredit agar margin bisnis tetap terjaga. Efek yang sama berpotensi terjadi pada industri fintech lending atau pinjaman online.

Kenaikan BI Rate biasanya lebih dahulu direspons melalui kenaikan bunga kredit konsumsi maupun kredit investasi. 

Dampaknya dapat dirasakan pada produk KPR, kredit kendaraan, hingga pinjaman digital yang ditawarkan perusahaan fintech.

Setiap kali BI Rate naik, sektor perbankan komersial umumnya akan menyesuaikan bunga pinjaman mereka. Kenaikan tersebut kemudian merambat ke berbagai jenis pembiayaan, termasuk kredit perumahan dan pinjaman berbasis teknologi.

Bagi perusahaan pinjaman online, kenaikan bunga dapat terjadi karena sumber pendanaan mereka juga berasal dari investor institusi, perbankan, maupun lembaga keuangan lain yang turut terdampak oleh kebijakan suku bunga tinggi. 

Ketika biaya memperoleh dana meningkat, penyelenggara pinjol cenderung menyesuaikan tarif pinjaman untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga awal 2026, industri fintech peer-to-peer lending masih mencatat penyaluran pembiayaan ratusan triliun rupiah dengan jutaan pengguna aktif di seluruh Indonesia. 

Artinya, perubahan suku bunga di sektor ini berpotensi memengaruhi kelompok masyarakat yang cukup besar.

Dampak bagi Masyarakat, Terutama Pengguna Pinjol

Kenaikan bunga pinjaman online dapat memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat yang memiliki utang berjalan. 

Cicilan bulanan berpotensi menjadi lebih besar, terutama untuk pinjaman baru yang diajukan setelah kebijakan suku bunga tinggi diterapkan.

Kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling rentan. Sebab, pinjol sering digunakan untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan darurat seperti biaya kesehatan, pendidikan, atau menutup kebutuhan sehari-hari saat pendapatan terbatas.

Kondisi ini seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam mengambil pinjaman. Sebelum mengajukan kredit atau pinjaman online, calon debitur perlu menghitung kemampuan bayar secara realistis dan memastikan bahwa cicilan tidak melebihi kapasitas keuangan bulanan.

Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan bahwa layanan pinjaman yang digunakan telah terdaftar dan diawasi OJK. Langkah ini penting untuk menghindari risiko tambahan dari pinjaman online ilegal yang kerap mengenakan bunga dan denda tidak wajar.

Pada akhirnya, kenaikan BI Rate memang merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut membawa konsekuensi berupa meningkatnya biaya pinjaman di berbagai sektor. 

Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengelola utang, terutama di tengah potensi kenaikan bunga kredit perbankan maupun pinjaman online dalam beberapa waktu ke depan. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Menguat ke Rp18.008 per Dolar AS, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Rupiah Menguat ke Rp18.008 per Dolar AS, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Rupiah menguat ke Rp18.008 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 3 Agustus 2026. 
Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Sebelumnya diberitakan, Seorang wanita paruh baya berinisial H (61) mendatangi Polsek Cakung dengan kondisi mulut dilakban dan masih memakai mukena.
Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026 Hari Ini: Skuad Garuda Wajib Menang Demi Tiket ke Semifinal

Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026 Hari Ini: Skuad Garuda Wajib Menang Demi Tiket ke Semifinal

Timnas Indonesia akan kembali unjuk gigi melawan Vietnam di laga lanjutan babak fase grup Piala AFF 2026. Berikut jadwal Piala AFF 2026 hari ini, Senin (3/8/2026).
9 Korban Selamat Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget

9 Korban Selamat Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget

Sebanyak sembilan korban selamat dalam insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Senin (3/8).
Pergerakan Harga Pangan Nasional Hari Ini 3 Agustus 2026, Cabai Rawit Naik Rp55.800 per Kilogram

Pergerakan Harga Pangan Nasional Hari Ini 3 Agustus 2026, Cabai Rawit Naik Rp55.800 per Kilogram

Pergerakan harga pangan nasional pada awal pekan masih menunjukkan fluktuasi. Kelompok komoditas hortikultura kembali menjadi penyumbang perubahan harga.
Update! Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Sebanyak 122 Korban Tiba di Darat

Update! Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Sebanyak 122 Korban Tiba di Darat

Inilah update terkait insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Sebanyak 122 korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 telah tiba di darat.

Trending

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang aman, mudah, dan terintegrasi.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
Industri Aesthetic Medicine Indonesia Tumbuh Pesat, Dokter Soroti Perubahan Pola Pikir Pasien

Industri Aesthetic Medicine Indonesia Tumbuh Pesat, Dokter Soroti Perubahan Pola Pikir Pasien

Industri aesthetic medicine di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan berbasis teknologi yang dinilai lebih aman.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Singapura yang menjadi tim underdog membuat Vietnam wajib meraih poin penuh bagi Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral