Pengakuan Mengejutkan Pengirim Ancaman Bom SD di Jaksel: Terlilit Pinjol, Mengaku Kecewa dengan Hidupnya
- ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
tvOnenews.com - Kasus ancaman bom yang sempat menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memasuki babak baru.
Polisi mengungkap pengakuan terbaru dari pelaku berinisial MY (34), yang ternyata merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.
Dalam pemeriksaan, MY mengaku sedang menghadapi berbagai persoalan pribadi, termasuk memiliki utang pinjaman online (pinjol).
Meski demikian, penyidik menegaskan hingga saat ini belum ditemukan hubungan langsung antara masalah keuangan yang dialami pelaku dengan aksi ancaman bom yang dikirimkannya.
Polisi masih mendalami motif sebenarnya melalui pemeriksaan lanjutan, termasuk asesmen psikologis oleh psikolog forensik untuk mengetahui kondisi mental pelaku saat melakukan perbuatannya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa tekanan ekonomi, termasuk jeratan pinjaman online, dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis seseorang.
Namun, para ahli menegaskan bahwa tekanan finansial bukanlah pembenaran atas tindakan kriminal. Dalam kasus ini, penyidik tetap memproses dugaan tindak pidana berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang ditemukan.
Polisi Ungkap Pelaku Mengaku Kecewa dengan Kehidupannya
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imannudin mengatakan pelaku sempat menceritakan kondisi pribadinya kepada penyidik.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, MY mengaku sedang mengalami kekecewaan dalam hidupnya.
"Tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah," kata Iman kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Keterangan tersebut menjadi salah satu materi yang terus didalami penyidik untuk mengetahui latar belakang tindakan pelaku.
Polisi menegaskan hingga kini belum ditemukan indikasi bahwa ancaman bom dipicu persoalan dengan pihak sekolah maupun aktivitas pendidikan di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menambahkan, pelaku juga mengaku memiliki utang pinjaman online. Namun, penyidik belum memperoleh bukti yang menghubungkan persoalan tersebut dengan aksi ancaman bom.
"Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik," ujarnya.
Saat ini MY masih menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pendalaman kondisi psikologis oleh psikolog forensik.
Load more