News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jejak Fredy Pratama, Gembong Narkoba Paling Diburu di Indonesia: Diduga Terkait Jaringan Sabu 128,7 Kg yang Digagalkan Polda Kalsel

Siapa sebenarnya Fredy Pratama? Simak rekam jejak gembong narkoba internasional yang diduga mengendalikan jaringan sabu lintas negara, termasuk kasus 128,7 kilogram sabu
Kamis, 18 Juni 2026 - 23:20 WIB
Jejak Fredy Pratama, Gembong Narkoba Paling Diburu di Indonesia Diduga Terkait Jaringan Sabu 128,7 Kg yang Digagalkan Polda Kalsel
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Perang melawan narkotika tidak pernah benar-benar usai. Di berbagai negara, aparat penegak hukum terus berpacu dengan sindikat narkoba yang semakin canggih dalam menyelundupkan barang haram. 

Dari Amerika Serikat yang memburu kartel Meksiko, hingga Eropa yang menghadapi jaringan kokain Amerika Latin, pola yang sama terus berulang: para bandar besar jarang terlihat, tetapi pengaruhnya menjangkau lintas negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia mengenal nama-nama besar seperti Pablo Escobar di Kolombia, Joaquin "El Chapo" Guzman di Meksiko, hingga bos-bos kartel yang mengendalikan perdagangan narkotika bernilai miliaran dolar AS. 

Mereka membangun jaringan rumit yang melibatkan kurir, pencucian uang, hingga koneksi internasional untuk menghindari penangkapan.

Indonesia pun memiliki sosok yang kerap disebut sebagai salah satu bandar narkoba paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir, yakni Fredy Pratama. Namanya kembali menjadi sorotan setelah Polda Kalimantan Selatan menggagalkan peredaran 128,7 kilogram sabu pada Juni 2026. 

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menduga adanya keterkaitan dengan jaringan narkoba internasional yang selama ini dikaitkan dengan Fredy Pratama. 

Meski belum ada pernyataan resmi yang menyebut keterlibatan langsung Fredy dalam kasus tersebut, jejak jaringan yang digunakan memiliki kemiripan dengan pola distribusi narkotika lintas negara yang selama ini diburu aparat.

Polda Kalsel Bongkar 128,7 Kg Narkoba Jenis Sabu, Jejak Jaringan Fredy Pratama Kembali Menghantui Indonesia
Polda Kalsel Bongkar 128,7 Kg Narkoba Jenis Sabu, Jejak Jaringan Fredy Pratama Kembali Menghantui Indonesia
Sumber :
  • Antara Latif Thohir/Satrio Giri Marwanto/Arsy Fitriady

Kasus Sabu 128,7 Kilogram yang Mengarah ke Jaringan Internasional

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan berhasil menyita 128,7 kilogram sabu dari lima tersangka yang ditangkap dalam operasi yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan bahwa jaringan tersebut merupakan jaringan lintas provinsi dengan jalur distribusi mulai dari Pangandaran, Tasikmalaya, Bandung, Surabaya, hingga masuk ke Banjarmasin.

Menurut Yudha, polisi menduga adanya keterkaitan dengan jaringan narkoba internasional. Barang bukti yang disita memiliki nilai ekonomi lebih dari Rp231 miliar dan diduga akan diedarkan ke kawasan pertambangan serta perkebunan di Kalimantan Selatan.

Kasus ini menambah daftar panjang pengungkapan narkoba berskala besar yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dikaitkan dengan jaringan Fredy Pratama. Aparat masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap siapa pengendali utama di balik distribusi sabu tersebut.

Siapa Sebenarnya Fredy Pratama?

Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia asal Kalimantan Selatan yang dikenal luas sebagai salah satu buronan narkotika terbesar di Asia Tenggara.

Menurut keterangan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Fredy telah meninggalkan Indonesia sejak 2014. Ia diduga mengendalikan jaringan penyelundupan narkoba dari kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) menuju Indonesia melalui Malaysia dan sejumlah negara transit lainnya.

Gembong Narkoba Jaringan Internasional, Fredy Pratama
Gembong Narkoba Jaringan Internasional, Fredy Pratama
Sumber :
  • Istimewa

Segitiga Emas sendiri merupakan wilayah yang mencakup sebagian Myanmar, Laos, Thailand, dan China Selatan. Kawasan ini selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pusat produksi narkotika terbesar dunia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa pernah menjelaskan bahwa Fredy memiliki hubungan keluarga dengan warga Thailand. Bahkan, mertuanya diduga merupakan bagian dari jaringan kartel narkotika di kawasan tersebut.

Dari sanalah Fredy disebut memperoleh pasokan sabu yang kemudian didistribusikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Julukan "Cassanova" melekat pada dirinya. Selain dikenal licin dalam menghindari aparat, Fredy juga disebut kerap berpindah negara dan menggunakan berbagai identitas berbeda untuk mengaburkan jejak.

Operasi Escobar dan Besarnya Jaringan Fredy

Melansir dari berbagai sumber, nama Fredy Pratama semakin mencuat setelah Polri meluncurkan Operasi Escobar pada 2023. Operasi ini menjadi salah satu upaya terbesar dalam membongkar jaringan narkoba internasional yang diduga dipimpinnya.

Kabareskrim Polri saat itu, Komjen Pol Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa selama periode 2020 hingga 2023 terdapat sedikitnya 408 laporan polisi yang memiliki keterkaitan dengan jaringan Fredy Pratama.

Dari rangkaian pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita lebih dari 10 ton sabu. Jumlah itu menunjukkan besarnya skala operasi yang dijalankan jaringan tersebut.

Polri bekerja sama dengan Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, Royal Malaysian Customs Department, hingga Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat untuk memburu jaringan Fredy.

Hasilnya, sebanyak 884 tersangka berhasil ditangkap dan aset senilai Rp10,5 triliun diduga hasil tindak pidana pencucian uang berhasil disita selama periode 2020-2023.

Tak hanya melibatkan kurir dan pengedar biasa, jaringan Fredy juga menyeret sejumlah nama yang mengejutkan publik. 

Di antaranya seorang selebgram asal Palembang yang dijuluki "ratu narkoba", hingga mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan AKP Andri Gustami yang disebut berperan sebagai kurir khusus.

Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan Fredy tidak hanya bergerak dalam distribusi narkoba, tetapi juga diduga memiliki kemampuan membangun jejaring hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Mengapa Fredy Pratama Sulit Ditangkap?

Meski telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014, Fredy hingga kini belum berhasil ditangkap.

Polri menerbitkan red notice terhadap Fredy pada 2023. Red notice merupakan permintaan internasional kepada aparat penegak hukum di berbagai negara untuk melacak dan menangkap seseorang yang menjadi buronan.

Menurut Brigjen Pol Mukti Juharsa, Polri telah bekerja sama dengan aparat Thailand dan sejumlah negara lain untuk melacak keberadaan Fredy. Namun, diduga ia kerap menggunakan jalur ilegal serta berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan.

Sejumlah laporan bahkan menyebut Fredy diduga melakukan operasi plastik guna mengubah penampilan dan identitasnya. Meski demikian, informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum.

Para pengamat menilai sulitnya menangkap bandar kelas kakap seperti Fredy bukan hanya karena faktor lokasi persembunyian. Jaringan narkoba internasional biasanya memiliki sistem berlapis yang membuat pengendalinya berada jauh dari jalur distribusi langsung.

Kasus Fredy mengingatkan publik pada sosok Freddy Budiman, bandar narkoba yang tetap mampu mengendalikan bisnis haramnya dari balik penjara sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 2016.

Hingga kini, aparat masih memburu Fredy Pratama yang disebut-sebut sebagai salah satu target utama pemberantasan narkotika di Indonesia. 

Sementara itu, pengungkapan kasus sabu 128,7 kilogram oleh Polda Kalimantan Selatan menjadi pengingat bahwa jaringan narkoba internasional masih aktif beroperasi dan terus mencari celah untuk memasukkan narkotika ke berbagai daerah di Tanah Air.

Keberhasilan membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar besar menjadi tantangan utama. Sebab, selama para pengendali utama masih bebas berkeliaran, rantai peredaran narkoba akan terus menemukan cara baru untuk bertahan. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 12 Agustus 2026: Virgo Dapat Kejutan Manis Bikin Full Senyum, Scorpio Stop Cemburu Buta atau Si Dia Bakal Menjauh

Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 12 Agustus 2026: Virgo Dapat Kejutan Manis Bikin Full Senyum, Scorpio Stop Cemburu Buta atau Si Dia Bakal Menjauh

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Rabu, 12 Agustus 2026, membawa energi yang penuh kejutan untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi ...
KPK Ungkap Isi Amplop untuk Menhut Tak Sesuai, Ada Selisih SGD 2.000

KPK Ungkap Isi Amplop untuk Menhut Tak Sesuai, Ada Selisih SGD 2.000

KPK mengungkap selisih SGD 2.000 dalam amplop untuk Menhut Raja Juli Antoni. Penyidik menyita SGD 12.000 dari total yang disebut SGD 14.000.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Soal Temuan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel, Begini Kata Mendikdasmen

Soal Temuan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel, Begini Kata Mendikdasmen

Mendikdasmen Abdul Mu’ti buka suara terkait temuan beberapa senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan.
Bursa Transfer Liga Italia: Kiper Timnas Jepang Merapat ke PSG, Segera Dipinjamkan ke Juventus?

Bursa Transfer Liga Italia: Kiper Timnas Jepang Merapat ke PSG, Segera Dipinjamkan ke Juventus?

Kiper Timnas Jepang, Zion Suzuki, dikabarkan semakin mendekat ke Paris Saint-Germain. Namun, dia tidak diharapkan bertahan, dengan Juventus berpotensi meminjamnya.
IHSG Masih Hijau di Awal Perdagangan, Investor Cermati Inflasi AS dan Sentimen Global

IHSG Masih Hijau di Awal Perdagangan, Investor Cermati Inflasi AS dan Sentimen Global

IHSG dibuka hijau 0,29 persen ke 6.383,81 pada Selasa 11 Agustus 2026. Investor mencermati inflasi AS dan sentimen global

Trending

Jay Idzes dalam Masalah Besar Jelang Liga Italia 2026-2027, Pelatih Sassuolo Bikin Pengakuan Jujur Begini

Jay Idzes dalam Masalah Besar Jelang Liga Italia 2026-2027, Pelatih Sassuolo Bikin Pengakuan Jujur Begini

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menghadapi masalah jelang dimulainya Liga Italia 2026-2027. Sebab, pelatih Sassuolo tengah kesulitan mempersiapkan diri.
Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet

Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet

Media sosial dihebohkan dengan adanya video. Viral video yang memperlihatkan Booth Brand Alkohol mengadakan challenge, bermaksud promosi gunakan ayat alquran.
Aksi Heroik Pria Tangkap Sopir Taksi Online yang Diduga Lecehkan Pacarnya di Jakbar

Aksi Heroik Pria Tangkap Sopir Taksi Online yang Diduga Lecehkan Pacarnya di Jakbar

Seorang penumpang perempuan berinisial SN dilaporkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pengemudi taksi online di kawasan Jakarta Barat. 
POV MC yang Promosikan Brand Miras dengan Hafalan Al-Qur'an Bikin Heboh, Pengunjung Berbaju Putih Jadi Sorotan

POV MC yang Promosikan Brand Miras dengan Hafalan Al-Qur'an Bikin Heboh, Pengunjung Berbaju Putih Jadi Sorotan

MC dari booth brand miras Newport Revnaldo Ega melayangkan permohonan maaf. Ia juga membagikan POV lain, di mana ada pengunjung yang tawarkan sayembara itu
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Millwall Beri Kabar Terkini Elkan Baggott usai Resmi Rekrut sang Bek Tengah Timnas Indonesia

Millwall Beri Kabar Terkini Elkan Baggott usai Resmi Rekrut sang Bek Tengah Timnas Indonesia

Klub kasta kedua Liga Inggris, Millwall, memberikan kabar terkini soal Elkan Baggott. Mereka baru merekrut bek tengah Timnas Indonesia tersebut pada bursa transfer musim panas ini.
Selengkapnya

Viral