Jaringan Judi Online Berkedok Aplikasi Digital Terbongkar, WN China Masuk DPO
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aktivitas ilegal yang sulit terdeteksi.Â
Salah satunya adalah praktik perjudian daring yang dipadukan dengan layanan siaran langsung bermuatan pornografi melalui aplikasi digital.
Modus kejahatan semacam ini umumnya tidak hanya melibatkan operator aplikasi, tetapi juga jaringan yang kompleks, mulai dari perekrut host, pengelola pembayaran, hingga pihak yang diduga mengatur aliran dana.Â
Karena memanfaatkan transaksi elektronik dan perusahaan cangkang, pengungkapan kasus semacam ini membutuhkan penyelidikan digital serta penelusuran keuangan yang mendalam.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap salah satu kasus yang menjadi perhatian sepanjang Januari hingga Juni 2026.Â
Polisi membongkar jaringan kejahatan transnasional yang diduga mengoperasikan aplikasi HOT51 sebagai sarana perjudian daring sekaligus platform live streaming bermuatan pornografi.
Patroli Siber Ungkap Jaringan HOT51, Sembilan Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalui Subdirektorat Jatanras berhasil mengungkap aktivitas jaringan yang diduga mengoperasikan aplikasi HOT51.
Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan sembilan tersangka yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka diduga memiliki peran berbeda dalam menjalankan operasional jaringan tersebut, mulai dari pemeran siaran langsung hingga pengelola sistem.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa penyelidikan bermula dari patroli siber yang dilakukan polisi terhadap aktivitas mencurigakan di ruang digital.
"Keberhasilan pengungkapan perkara ini berawal dari pelaksanaan patroli siber yang kemudian dilanjutkan dengan pendalaman analisis follow the money atau penelusuran aset keuangan pelaku," kata Iman, dikutip dari ANTARA, Jumat (26/6/2026).
Hasil penyelidikan mengarahkan polisi ke sejumlah lokasi berbeda. Para tersangka ditangkap di Ngawi, Gresik, Aceh Utara, Jakarta, Bantul, Lumajang, hingga Sidoarjo.
Menurut Iman, masing-masing tersangka memiliki fungsi yang berbeda dalam struktur jaringan.
"Sembilan tersangka perorangan yang ditangkap memiliki peran strategis masing-masing, yakni WS yang bertindak sebagai host atau pemeran siaran langsung pornografi di Ngawi, kemudian BF (Jakarta Barat) selaku agent, RM (Gresik) selaku super agent, dan OV (Aceh Utara) selaku master agent yang bertugas merekrut pemain atau host serta mengelola distribusi komisi," jelasnya.
Load more