GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bencana Berulang Akibat Alam Rusak, YSSC Serukan Kolaborasi Nasional Kurangi Emisi Karbon

Menyikapi kondisi tersebut, Yayasan Sihatihat Sanjaya Center (YSSC) menyerukan gerakan nyata untuk memulihkan hutan dan memperluas penghijauan sebagai upaya menekan emisi karbon sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Rabu, 1 Juli 2026 - 21:54 WIB
Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center, Hari S. Siregar
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Bencana banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi peringatan keras mengenai kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. 

Menyikapi kondisi tersebut, Yayasan Sihatihat Sanjaya Center (YSSC) menyerukan gerakan nyata untuk memulihkan hutan dan memperluas penghijauan sebagai upaya menekan emisi karbon sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

YSSC menilai kerusakan lingkungan akibat berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta dampak perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam di berbagai daerah. 

Karena itu, rehabilitasi lingkungan dinilai tidak lagi bisa ditunda dan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center, Hari S Siregar, mengatakan keseimbangan alam hanya dapat dipulihkan apabila seluruh pihak memiliki kepedulian dan komitmen untuk melakukan aksi nyata, salah satunya melalui penanaman pohon secara berkelanjutan.

"Menjaga keseimbangan alam bukan lagi sekadar pilihan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Penanaman pohon merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan dan keselamatan masyarakat di masa depan," ujar Hari S Siregar, Rabu (1/7/2026).

Melalui Spirit Green, YSSC mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga generasi muda untuk bersama-sama melakukan penghijauan di berbagai kawasan yang mengalami degradasi lingkungan.

Menurut Hari, manfaat penanaman pohon tidak hanya sebatas mengembalikan kawasan hijau, tetapi juga meningkatkan daya serap tanah terhadap air sehingga mampu mengurangi potensi banjir, mencegah erosi, menjaga sumber mata air, hingga melindungi keanekaragaman hayati.

Selain itu, pohon juga memiliki peran penting sebagai penyerap karbon dioksida yang efektif sehingga mampu membantu menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim.

"Setiap pohon yang kita tanam adalah investasi bagi masa depan. Semakin luas ruang hijau yang kita bangun, semakin besar pula kontribusi Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan menghadapi perubahan iklim global," katanya.

Hari menegaskan, penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, hingga organisasi masyarakat agar gerakan penghijauan menjadi program berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

"Kami ingin gerakan menanam pohon menjadi budaya bersama. Lingkungan yang sehat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk merawat dan melestarikannya," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, YSSC telah melaksanakan aksi penanaman pohon di Desa Lae Monong, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya yayasan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Hari berharap semakin banyak masyarakat yang ikut terlibat dalam gerakan penghijauan agar Indonesia mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dengan lebih baik.

"Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan setiap pohon yang ditanam sebagai warisan bagi generasi mendatang. Bersama-sama kita wujudkan Sumatera Utara dan Indonesia yang lebih hijau, lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon demi masa depan yang lestari dan berkeadilan," tutupnya.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia 26 Tahun, Punya Segudang Prestasi

Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia 26 Tahun, Punya Segudang Prestasi

Putri Juficha, sosok yang dikenal sebagai Miss Earth Indonesia 2025 sekaligus runner-up Miss Grand Indonesia 2025, meninggal dunia pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Promo 17% Tiket Kereta Api Jarak Jauh dari PT KAI Masih Ada, Segera Pesan untuk Keberangkatan 17 Agustus 2026

Promo 17% Tiket Kereta Api Jarak Jauh dari PT KAI Masih Ada, Segera Pesan untuk Keberangkatan 17 Agustus 2026

Bagi yang ingin liburan, PT KAI menyediakan promo dengan diskon 17% untuk KA Jarak Jauh, menengah, dan lokal kelas ekonomi komersial di pulau Jawa dan Sumatera
Klub Prancis Ini Bikin Gebrakan, Ganti Tiket Masuk Stadion dengan Syal Pintar Berchip Canggih

Klub Prancis Ini Bikin Gebrakan, Ganti Tiket Masuk Stadion dengan Syal Pintar Berchip Canggih

Syal pintar ini pun akhirnya digunakan pada laga kandang perdana DFCO ketika melawan Pau, Sabtu (15/8/2026) dalam laga pekan kedua kasta kedua Liga Prancis, League 2. 
Menko Polkam Soroti Dinamika di Aceh dan Papua, Minta Masyarakat Tak Terprovokasi dan Tetap Jaga Perdamaian

Menko Polkam Soroti Dinamika di Aceh dan Papua, Minta Masyarakat Tak Terprovokasi dan Tetap Jaga Perdamaian

Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak masyarakat menjaga perdamaian Aceh dan kondusivitas Papua serta menyampaikan aspirasi secara damai tanpa kekerasan dan perusakan.
Ramalan Keuangan 17–23 Agustus 2026: 6 Zodiak Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Tak Terduga

Ramalan Keuangan 17–23 Agustus 2026: 6 Zodiak Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Tak Terduga

Minggu ketiga Agustus 2026 membawa peluang baru bagi beberapa zodiak dalam hal keuangan. Siapa saja mereka yang bakal bercuan deras di minggu ketiga bulan ini?
Berkat Program AURA BRI Peduli, Kelompok Usaha Harapan Bersama di Sumedang Buka Peluang Ekonomi di Desa

Berkat Program AURA BRI Peduli, Kelompok Usaha Harapan Bersama di Sumedang Buka Peluang Ekonomi di Desa

Melalui dukungan Program AURA, proses produksi Kelompok Usaha Harapan Bersama yang dirintis sejak 2019 menjadi lebih optimal dan bisa membuka peluang ekonomi di desa.

Trending

Onepride MMA Future Champ Taekwondo Series Segera Bergulir, Hampir 100 Atlet Cilik Ikut Seleksi

Onepride MMA Future Champ Taekwondo Series Segera Bergulir, Hampir 100 Atlet Cilik Ikut Seleksi

Onepride MMA Future Champ Taekwondo Series bakal segera bergulir. Tercatat hampir 100 atlet cilik mengikuti seleksi yang berlangsung di Ibis Style Jakarta Sunter, Jakarta Utara, pada Minggu (16/8/2026).
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Langsung Terima Kabar Buruk usai Ramai-Ramai Dihujat Fans Ajax Amsterdam

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Langsung Terima Kabar Buruk usai Ramai-Ramai Dihujat Fans Ajax Amsterdam

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, langsung menerima kabar buruk seusai tampil untuk Ajax Amsterdam. Sang penjaga gawang panen hujatan setelah tampil di Liga Konferensi Eropa.
Ole Romeny dan Justin Hubner Cs Justru Dapat Peringatan dari Pelatih Fortuna Sittard usai Raih Kemenangan Perdana di Eredivisie

Ole Romeny dan Justin Hubner Cs Justru Dapat Peringatan dari Pelatih Fortuna Sittard usai Raih Kemenangan Perdana di Eredivisie

Fortuna Sittard meraih kemenangan perdana di Eredivisie 2026/2027 usai taklukkan SC Cambuur dengan skor 3-1. Dua pemain Timnas Indonesia tampil sebagai starter.
Amorim Tolak Rafael Leao, AC Milan Banting Harga Jadi Rp760 Miliar untuk Lepas Sang Bintang

Amorim Tolak Rafael Leao, AC Milan Banting Harga Jadi Rp760 Miliar untuk Lepas Sang Bintang

Masa depan Rafael Leao di AC Milan kembali menjadi sorotan. Rossoneri kini disebut siap melepas sang winger dengan harga sekitar 40 juta euro.
Keren! Dedi Mulyadi Gagas 5 Desa di Bekasi Mengembangkan Budaya Sunda

Keren! Dedi Mulyadi Gagas 5 Desa di Bekasi Mengembangkan Budaya Sunda

Gubernur Dedi Mulyadi memiliki tekad dalam menjaga budaya sunda di wilayahnya. Terlebih pada kawasan industri, simak selengkapnya di bawah ini.
Bisa Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia, Bek 190 Cm Berdarah Surabaya Ini Resmi Gabung Klub Kasta Teratas Eropa

Bisa Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia, Bek 190 Cm Berdarah Surabaya Ini Resmi Gabung Klub Kasta Teratas Eropa

Kabar terbaru dari pemain keturunan Indonesia di Belgia, Luc Marijnissen. Bek tengah itu resmi tinggalkan FCV Dender dan melanjutkan karier bersama KV Mechelen.
Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban

Ternyata Ini Penyebab Gempa di Provinsi NTT, Bencana yang Memakan Puluhan Korban

Gempa sebelumnya terjadi di NTT, hari ini (16/8) terjadi di Sumatera Utara. Ternyata getarannya sampai di pulau lain, seperti Sulawesi hingga Malaysia.
Selengkapnya

Viral