Pengelolaan Investasi Danantara Dinilai Mulai Berdampak pada Kinerja BUMN
- Danantara
Jakarta, tvOnenews.com – Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) mencatat pertumbuhan laba sepanjang April 2025 hingga April 2026.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu indikator awal perbaikan tata kelola investasi setelah pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Data yang dihimpun menunjukkan PT Adhi Karya membukukan laba Rp69 miliar atau meningkat 667 persen dibandingkan periode sebelumnya.
PT Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun atau tumbuh 202 persen, sementara PT Pelindo meraih laba Rp1,5 triliun atau naik 169 persen.
Pertamina juga membukukan laba Rp24,9 triliun atau meningkat sekitar 80 persen, sedangkan InJourney mencatat pertumbuhan laba 33 persen menjadi Rp300 miliar.
Pakar komunikasi dan manajemen M. Fariza Y. Irawady menilai tren tersebut memperlihatkan adanya perubahan positif dalam pengelolaan perusahaan negara.
Menurutnya, peningkatan kinerja di sejumlah BUMN menunjukkan bahwa strategi investasi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap performa korporasi.
"Presiden Prabowo menyalakan api harapan bangsa melalui visi pembangunan yang jelas. Danantara kemudian menjadi instrumen yang menerjemahkan harapan itu menjadi hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat," kata Fariza di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Fariza mengatakan peningkatan laba perusahaan negara seharusnya tidak hanya dipandang sebagai capaian korporasi, tetapi juga sebagai modal pemerintah untuk memperluas pembiayaan berbagai program pembangunan.
Semakin kuat kondisi keuangan BUMN, semakin besar pula ruang untuk mendukung investasi pada sektor-sektor produktif.
Menurutnya, ukuran keberhasilan lembaga pengelola investasi negara tidak berhenti pada besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan, melainkan pada kemampuan mengubah keuntungan tersebut menjadi proyek yang berdampak terhadap masyarakat dan perekonomian nasional.
Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi perbaikan kinerja sekaligus memastikan investasi yang dikelola mampu mendorong pembangunan infrastruktur, energi, layanan kesehatan, dan sektor strategis lainnya.
Fariza juga menilai kepercayaan publik akan tumbuh apabila peningkatan kinerja perusahaan negara diikuti dengan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung melalui pelaksanaan program-program pembangunan.
Load more