Lisa Mariana Tersandung Kasus Baru, Kini Dilaporkan Gegara Kasus Piyama
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Nama selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya ramai dikaitkan dengan polemik bersama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kini Lisa terseret dugaan penipuan penjualan piyama yang disebut memakan banyak korban.
Kasus ini mencuat usai seorang perempuan bernama Dewi Wulan melaporkan Lisa Mariana ke Polres Jakarta Timur dan Polres Metro Jakarta Selatan. Dewi mengaku mengalami kerugian setelah memesan piyama namun barang yang dibeli tak pernah diterima.
Menurut Dewi, dirinya awalnya percaya melakukan transaksi karena melihat Lisa Mariana sebagai figur publik yang cukup dikenal masyarakat.
Namun rasa percaya tersebut berubah menjadi kekecewaan setelah barang yang dijanjikan disebut tidak kunjung dikirim meski pembayaran sudah dilakukan.
"Aku tanya dong resinya mana, udah dikirim atau belum, ini tuh segala macam dan ternyata enggak dikirim-kirim sama sekali," ujar Dewi, Jumat (3/7/2026).
Dewi mengaku semakin kesal lantaran respons yang diterima dari pihak Lisa dianggap tidak memberikan kepastian.
"(Responsnya) 'Iya entar iya entar' dan yang aku enggak suka itu dia orangnya menjengkelkan ya," jelas Dewi.
Sebelum melapor ke polisi, Dewi mengaku sudah mencoba menempuh jalur somasi. Namun langkah tersebut disebut tidak membuahkan hasil.
"Kenapa aku perjuangkan LP ini? Karena ketika aku notice dia, dia juga bersikap ya mohon maaf ya menjengkelkan dan ketika saat itu kan aku somasi dulu sebelum membuat LP kan ada somasi, somasi pertama, kedua," terang Dewi.
Tak berhenti di situ, kasus dugaan penipuan ini disebut semakin meluas setelah Dewi mengaku menemukan banyak korban lain dengan pengalaman serupa. Ia bahkan membentuk grup berisi lebih dari 20 orang yang mengaku dirugikan.
"Aku korban dan aku membentuk barisan para korban LM yang mana sekarang jumlahnya udah lebih dari 20 ya," ungkap Dewi.
Menurutnya, jika seluruh kerugian korban dikumpulkan, nominalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
"Sekarang logikanya ya, misalnya nih dilihat dari nominal kecil, Rp900 ribu dikali ya berapa korban-korban itu udah angkanya udah fantastis," tegas Dewi.
Load more