News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya

Mobil listrik semakin banyak dilirik masyarakat, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Selain menawarkan teknologi yang lebih modern dan pengalaman berkendara yang lebih senyap, kendaraan listrik juga dinilai sebagai salah satu pilihan mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Senin, 6 Juli 2026 - 09:23 WIB
Di DKI Jakarta, penggunaan kendaraan listrik juga didukung melalui kebijakan insentif pajak
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com–Mobil listrik semakin banyak dilirik masyarakat, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Selain menawarkan teknologi yang lebih modern dan pengalaman berkendara yang lebih senyap, kendaraan listrik juga dinilai sebagai salah satu pilihan mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, pemerintah terus mendorong berbagai langkah efisiensi, termasuk pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak atau BBM. Salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat adalah mulai beralih ke kendaraan listrik.

 

Di DKI Jakarta, penggunaan kendaraan listrik juga didukung melalui kebijakan insentif pajak. Saat ini, tarif Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ditetapkan sebesar 0%.

 

Dengan begitu, masyarakat yang menggunakan mobil listrik tidak hanya ikut mendukung upaya pengurangan konsumsi BBM dan emisi gas buang, tetapi juga dapat memperoleh manfaat langsung dari sisi pajak kendaraan.

 

Mobil Listrik Bukan Sekadar Tren

 

Beralih ke kendaraan listrik bukan hanya soal mengikuti tren otomotif. Lebih dari itu, penggunaan mobil listrik dapat menjadi bagian dari langkah menuju mobilitas yang lebih hemat energi dan berkelanjutan.

 

Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot seperti kendaraan berbahan bakar bensin atau solar. Hal ini membuat kendaraan listrik menjadi salah satu pilihan yang lebih ramah lingkungan, terutama di kota besar yang menghadapi tantangan kualitas udara dan tingkat mobilitas tinggi.

 

Selain itu, kendaraan listrik juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Jika semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik, konsumsi BBM untuk kebutuhan transportasi harian berpotensi ikut berkurang.

 

Dari sisi pengguna, mobil listrik juga menawarkan potensi penghematan biaya operasional. Selain tidak perlu membeli BBM, pemilik kendaraan listrik di DKI Jakarta juga mendapatkan keuntungan berupa insentif PKB 0%. Dengan kata lain, penggunaan mobil listrik tidak hanya menguntungkan pemilik kendaraan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan mendukung arah kebijakan pemerintah menuju transportasi yang lebih bersih.

 

Insentif PKB 0% untuk Kendaraan Listrik

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan insentif berupa tarif PKB 0% untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk dukungan agar masyarakat semakin tertarik menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

 

PKB merupakan pajak yang dibayarkan pemilik kendaraan setiap tahun. Dengan adanya insentif PKB 0%, pemilik kendaraan listrik dapat lebih ringan dari sisi kewajiban pajak tahunan.

 

Insentif ini juga menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik. Selain melihat harga kendaraan, jarak tempuh, biaya perawatan, dan ketersediaan tempat pengisian daya, aspek pajak tahunan juga dapat menjadi salah satu pertimbangan penting. Melalui kebijakan ini, kendaraan listrik tidak hanya diposisikan sebagai pilihan kendaraan masa depan, tetapi juga sebagai pilihan yang semakin relevan untuk kebutuhan mobilitas saat ini.

 

Apakah Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif?

 

Meski mendapatkan insentif PKB 0%, kendaraan listrik tetap diperhitungkan dalam urutan kepemilikan kendaraan bermotor. Artinya, apabila wajib pajak memiliki lebih dari satu kendaraan, mobil listrik tetap masuk dalam susunan kendaraan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

 

Namun, karena kendaraan bermotor listrik berbasis baterai mendapatkan insentif PKB 0%, nilai PKB untuk kendaraan listrik tersebut tetap menjadi 0%, meskipun posisinya berada pada urutan kepemilikan kedua, ketiga, atau berikutnya.

 

Sebagai contoh, apabila kendaraan pertama merupakan kendaraan non-listrik, kendaraan kedua merupakan mobil listrik, dan kendaraan ketiga kembali merupakan kendaraan non-listrik, maka mobil listrik tetap dihitung sebagai kendaraan kedua.

 

Dalam skema progresif, kendaraan pertama dikenakan tarif 2%, kendaraan kedua 3%, kendaraan ketiga 4%, dan seterusnya sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, untuk kendaraan listrik, tarif tersebut dikalikan dengan insentif 0%, sehingga PKB mobil listrik tetap menjadi 0%.

 

Contohnya:

 

Kendaraan pertama: mobil non-listrik → tarif PKB 2%

Kendaraan kedua: mobil listrik → tarif 3% x 0 = 0%

Kendaraan ketiga: mobil non-listrik → tarif PKB 4%

 

Dari contoh tersebut, mobil listrik tetap masuk dalam urutan kepemilikan kendaraan progresif. Namun, manfaat insentif PKB 0% tetap berlaku untuk kendaraan listrik.

 

Dengan skema ini, pemilik kendaraan listrik tetap mendapatkan keuntungan dari sisi pajak, sementara sistem progresif untuk kepemilikan kendaraan lainnya tetap berjalan sesuai ketentuan.

 

Keuntungan Menggunakan Mobil Listrik

 

Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh masyarakat dengan menggunakan mobil listrik, terutama di DKI Jakarta.

 

Pertama, mobil listrik lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan kualitas udara yang lebih baik, terutama di wilayah perkotaan.

 

Kedua, mobil listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Penggunaan energi listrik sebagai sumber tenaga kendaraan menjadi salah satu alternatif dalam mendukung efisiensi energi.

 

Ketiga, mobil listrik berpotensi lebih hemat dari sisi biaya operasional. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya BBM untuk penggunaan harian, dan di DKI Jakarta juga mendapatkan manfaat berupa insentif PKB 0%.

 

Keempat, penggunaan mobil listrik turut mendukung program pemerintah menuju transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

 

Dengan berbagai manfaat tersebut, mobil listrik semakin layak dipertimbangkan sebagai pilihan kendaraan, terutama bagi masyarakat yang ingin menggabungkan kebutuhan mobilitas, efisiensi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Mendukung Jakarta yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

 

Transformasi menuju kendaraan listrik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah berperan melalui kebijakan dan insentif, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui pilihan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

 

Insentif PKB 0% menjadi salah satu cara untuk mendorong masyarakat agar semakin mengenal dan mempertimbangkan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik kendaraan, tetapi juga mendukung tujuan yang lebih besar, yaitu pengurangan emisi dan efisiensi penggunaan energi. Dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik di pasaran, masyarakat kini memiliki lebih banyak opsi untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas dengan kemampuan dan gaya hidup masing-masing.

 

Bagi warga Jakarta yang sedang mempertimbangkan untuk membeli kendaraan, mobil listrik bisa menjadi salah satu pilihan yang patut diperhitungkan. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga memberikan keuntungan langsung melalui insentif pajak kendaraan.

 

Memilih mobil listrik berarti ikut mengambil bagian dalam perubahan menuju transportasi yang lebih bersih. Dengan satu keputusan, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi, mendukung efisiensi BBM, dan berkontribusi pada Jakarta yang lebih berkelanjutan.(adv)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Mitchel Bakker resmi bergabung dengan klub kasta teratas Liga Belanda, NEC Nijmegen, setelah berpisah dengan Atalanta.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

Cayden Cole, putra mantan penyerang Timnas Inggris Carlton Cole, dikabarkan tertarik membela Timnas Malaysia pada masa mendatang.
Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memancarkan optimisme tinggi usai Skuad Garuda dipastikan tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama dua raksasa Asia ...
Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Transisi energi Asia Tenggara menghadapi tantangan jaringan listrik, baterai, pendanaan, dan regulasi. Kombinasi ini dapat dikembangkan secara modular dan

Trending

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Ratusan karyawan Club de Arjuna mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun tangan membuka akses menuju tempat usaha mereka yang masih tertutup tembok.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Kabar segar menghampiri lini pertahanan Timnas Indonesia. Bek tangguh Mees Hilgers menyuarakan optimismenya untuk bisa kembali mengenakan jersey Merah Putih ...
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Selengkapnya

Viral