Sarwendah Diterjang 3 Petisi Boikot, Denny Sumargo Curiga Ada Informasi Salah
- tvOnenews/Sumiyati.
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang dukungan dan kritik dalam konflik rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah kini semakin meluas di media sosial. Tak hanya ramai menjadi bahan perdebatan warganet, polemik keduanya kini merambah ke aksi boikot yang menyeret nama Sarwendah di platform petisi online.
Di tengah situasi tersebut, aktor sekaligus podcaster Denny Sumargo ikut menyoroti kemunculan petisi yang viral di media sosial. Denny mengaku terkejut setelah menemukan petisi tersebut berseliweran di linimasa akun pribadinya.
Lewat unggahan di Threads, pria yang akrab disapa Densu itu mengaku belum mengikuti sepenuhnya perkembangan konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Karena itu, ia mencoba mencari tahu akar persoalan yang membuat publik sampai membuat gerakan boikot.
"Barusan nemu petisi ini lewat timeline," ujar Denny Sumargo, dikutip Selasa (7/7/2026).
Denny kemudian meminta warganet menjelaskan kronologi yang memicu munculnya petisi tersebut. Ia merasa ada kemungkinan publik belum mendapatkan informasi secara utuh.
"Belum sempat ngikutin kronologinya, ada yang tahu awal mula sampai muncul petisi ini?" lanjutnya.
Tak berhenti sampai di situ, Densu juga mempertanyakan kemungkinan adanya informasi yang selama ini berkembang namun belum tentu sepenuhnya benar. Ia mengingatkan publik agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
"Atau informasi yang beredar selama ini ada yang keliru?" pungkas Densu.
Belakangan, hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah memang menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai isu, mulai dari persoalan nafkah hingga perebutan hak asuh anak. Situasi semakin memanas usai beberapa potongan video Sarwendah viral di media sosial dan dianggap menyindir Ruben Onsu.
Hal itu membuat Sarwendah mendapat banjir komentar pedas, terutama dari pendukung Ruben. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan boikot di platform Change.org.
Setidaknya ada tiga petisi yang kini beredar luas, yakni “Cancel Sarwendah dari Media Sosial”, “Boikot Sarwendah”, dan “Boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi”.
Dari ketiga petisi itu, gerakan “Cancel Sarwendah dari Media Sosial” menjadi yang paling banyak mendapat dukungan publik. Hingga Senin (5/7/2026), petisi yang dibuat akun Netizen Update sejak 29 Juni 2026 tersebut telah memperoleh lebih dari 95 ribu dukungan gabungan.
Rinciannya, petisi “Cancel Sarwendah dari Media Sosial” telah mengumpulkan 74.922 tanda tangan. Sementara petisi “Boikot Sarwendah” meraih 21.449 tanda tangan dan petisi “Boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi” memperoleh 73 tanda tangan.
Isi petisi tak hanya mengajak publik memboikot Sarwendah di media sosial, tetapi juga mendesak sejumlah brand dan pelaku usaha menghentikan kerja sama promosi dengan mantan personel Cherrybelle tersebut.
"Kami, masyarakat yang menandatangani petisi ini, mengajak seluruh brand dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali kerja sama promosi maupun penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis tersebut," isi petisi tersebut.
Para penggagas petisi juga menilai perusahaan perlu menjaga citra dan kepercayaan konsumen dalam memilih figur publik untuk kebutuhan promosi.
"Kami percaya bahwa setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, kami berharap perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik yang akan dijadikan wajah promosi produknya," lanjut petisi.
Bahkan, petisi tersebut meminta agar Sarwendah tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemasaran hingga polemik yang ramai dibahas publik mendapatkan kejelasan. (cmi)
Load more