News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Jejak Digital Bongkar Dugaan Bos Sabu yang Kendalikan Jaringan dari Dalam Jeruji, Napi Lapas Pangkalpinang Kini Jadi Tersangka

Polda Bangka Belitung menetapkan seorang narapidana Lapas Narkotika Pangkalpinang sebagai tersangka dugaan pengendali peredaran sabu dari dalam penjara. Terungkap lewat
Selasa, 7 Juli 2026 - 19:35 WIB
Ilustrasi Terungkap! Jejak Digital Bongkar Dugaan Bos Sabu yang Kendalikan Jaringan dari Dalam Jeruji, Napi Lapas Pangkalpinang Kini Jadi Tersangka
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Peredaran narkotika yang dikendalikan dari balik lembaga pemasyarakatan masih menjadi tantangan serius dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia. 

Meski para pelaku telah menjalani hukuman, tidak sedikit kasus yang menunjukkan bahwa jaringan narkotika tetap dapat beroperasi dengan memanfaatkan komunikasi ilegal, termasuk penggunaan telepon genggam di dalam lapas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini menjadi perhatian aparat penegak hukum karena menunjukkan bahwa pemutusan rantai peredaran narkoba tidak cukup hanya dengan memenjarakan pelaku.

Seiring berkembangnya teknologi, penyidik kini semakin mengandalkan digital forensik untuk mengungkap jaringan kejahatan. 

Analisis terhadap percakapan, metadata, lokasi, hingga dokumen elektronik dalam perangkat digital mampu membantu penyidik memetakan hubungan antaranggota jaringan dan mengidentifikasi pihak yang diduga menjadi pengendali. 

Pendekatan ini telah banyak diterapkan di berbagai negara dalam mengusut kejahatan terorganisasi, termasuk peredaran narkotika lintas wilayah.

Metode serupa menjadi kunci dalam pengungkapan kasus yang ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung. 

Dari hasil pengembangan penyidikan dan analisis jejak digital, polisi menetapkan seorang narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sebagai tersangka karena diduga mengendalikan peredaran sabu dari balik jeruji penjara.

Digital Forensik Buka Dugaan Pengendali Sabu dari Dalam Lapas

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung menetapkan seorang narapidana sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang.

Terungkap! Jejak Digital Bongkar Dugaan Bos Sabu yang Kendalikan Jaringan dari Dalam Jeruji, Napi Lapas Pangkalpinang Kini Jadi Tersangka
Terungkap! Jejak Digital Bongkar Dugaan Bos Sabu yang Kendalikan Jaringan dari Dalam Jeruji, Napi Lapas Pangkalpinang Kini Jadi Tersangka
Sumber :
  • Mediahub Polri

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol. Ronald F. Sipayung, mengatakan penetapan tersangka merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan pada Mei 2026.

"Penetapan seorang narapidana Lapas Narkotika Pangkalpinang sebagai tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus penyitaan sabu-sabu yang dilakukan pada Mei 2026," ujar Ronald F. Sipayung di Pangkalpinang, Senin (6/7/2026).

Kasus tersebut bermula dari penangkapan tersangka **FB (34)** pada 7 Mei 2026. Saat itu, petugas menyita sekitar 1,6 kilogram barang yang diduga sabu.

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak seluruh barang bukti merupakan sabu murni. Sebagian di antaranya diketahui berupa campuran sabu dengan gula batu yang diduga digunakan untuk memperbanyak jumlah barang yang akan diedarkan.

Selain itu, polisi turut mengamankan sembilan butir ekstasi dan dua unit telepon genggam milik tersangka sebagai barang bukti penyidikan.

Percakapan WhatsApp hingga Peta Lokasi Jadi Barang Bukti

Penyidik kemudian melakukan pengembangan melalui pemeriksaan digital forensik terhadap telepon genggam milik FB.

Hasil analisis mengungkap adanya komunikasi intensif melalui aplikasi WhatsApp dengan sebuah akun bernama "Sinchan" sejak Februari 2026.

Dari pemeriksaan, FB mengaku menerima sekitar empat kilogram sabu untuk diedarkan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

"Dari hasil pemeriksaan digital forensik, kami menemukan foto, percakapan, peta lokasi, serta berbagai data lain yang berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika," kata Ronald.

Temuan tersebut kemudian mengarahkan penyidik kepada seorang narapidana berinisial CH alias KE, yang saat ini sedang menjalani hukuman enam tahun penjara dalam perkara narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang.

Berkoordinasi dengan pihak lapas, penyidik melakukan penggeledahan dan menemukan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan narapidana tersebut untuk berkomunikasi dengan jaringan di luar lapas.

Setelah dilakukan pencocokan data elektronik antara perangkat milik FB dan narapidana tersebut, penyidik menggelar perkara sebelum akhirnya menetapkan CH alias KE sebagai tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan alat bukti elektronik dan keterangan para saksi, kami menetapkan CH alias KE sebagai tersangka karena diduga mengendalikan peredaran narkotika dari dalam lapas," jelas Ronald.

Polisi Terus Kembangkan Jaringan Peredaran Narkotika

Dalam perkara ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa sekitar 616 gram sabu murni, sisa campuran sabu dan gula batu, sembilan butir ekstasi, dua unit telepon genggam milik FB, serta dua unit telepon genggam yang ditemukan di dalam lapas.

Nilai ekonomis sabu murni yang berhasil disita diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta.

Hasil penyidikan juga menunjukkan bahwa FB diduga telah mengedarkan lebih dari dua kilogram sabu sejak Februari 2026 sebelum akhirnya ditangkap aparat kepolisian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Polda Kepulauan Bangka Belitung menegaskan penyidikan belum berhenti pada penetapan dua tersangka tersebut. Aparat masih menelusuri asal-usul pasokan sabu, jalur distribusi, serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang beroperasi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Kasus ini menunjukkan bahwa jejak digital kini menjadi salah satu alat penting dalam mengungkap kejahatan narkotika yang semakin kompleks. 

Di sisi lain, temuan adanya dugaan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap barang terlarang dan perangkat komunikasi di lembaga pemasyarakatan, agar fungsi pembinaan narapidana tidak disalahgunakan untuk melanjutkan aktivitas kriminal. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Mitchel Bakker resmi bergabung dengan klub kasta teratas Liga Belanda, NEC Nijmegen, setelah berpisah dengan Atalanta.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

OTW Timnas Calling! Putra Legenda Inggris yang Pernah Bela Persib Dikabarkan Jadi Calon Naturalisasi Baru Malaysia

Cayden Cole, putra mantan penyerang Timnas Inggris Carlton Cole, dikabarkan tertarik membela Timnas Malaysia pada masa mendatang.
Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Bilang Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memancarkan optimisme tinggi usai Skuad Garuda dipastikan tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama dua raksasa Asia ...
Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Bukan Cuma Panel Surya, Ini 5 Tantangan Besar Transisi Energi di Asia Tenggara

Transisi energi Asia Tenggara menghadapi tantangan jaringan listrik, baterai, pendanaan, dan regulasi. Kombinasi ini dapat dikembangkan secara modular dan

Trending

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Ratusan karyawan Club de Arjuna mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun tangan membuka akses menuju tempat usaha mereka yang masih tertutup tembok.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Selengkapnya

Viral