Brigadir SA tidak pernah sekalipun memenuhi panggilan pemeriksaan bahkan keberadaannya sampai saat ini belum diketahui. Handphone SA sampai sekarang tidak bisa dihubungi.
Tidak ada toleransi bagi pegawai maupun warga binaan yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menambahkan, razia serupa tidak hanya dilakukan secara seremonial, melainkan akan terus digelar secara berkelanjutan.
Di tengah upaya perbaikan yang terus dilakukan, untuk kesekian kalinya, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, kembali diserang berita hoaks.Â
Hasil visum menyebutkan korban meninggal akibat pembengkakan otak serta kekerasan benda tumpul di bagian pinggang kiri yang menyebabkan pendarahan pada simpai ginjal kiri.
Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Satgaswil DI Yogyakarta terus memperkuat upaya pencegahan terorisme dengan melibatkan eks napiter dalam program kontra radikalisasi.
Setelah viral gara-gara menikahi gadis 24 tahun dengan mahar Rp3 miliar, lansia di Pacitan, Mbah Tarman kini disebut-sebut pernah jadi napi kasus pedang samurai
Lapas Kelas IIA Pamekasan pada momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI 2025 memberikan remisi kepada belasan narapidana yang telah memenuhi syarat remisi umum dan dasawarsa
Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah,