KPAI Soroti Nasib Korban Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Dua Anak Terkendala Biaya Pengobatan
- Gambar ilustrasi AI
Dalam unggahannya, Denny mengungkap bahwa ketiga anak tersebut diduga menjadi korban pembakaran di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah.
"Anak diduga menjadi korban pembakaran, sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, NTB," ujar Denny Sumargo.
Ia menjelaskan salah satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sekitar dua bulan di RSUD Praya.
"Bagaimana kalau itu anak kalian? Apa yang akan kalian lakukan? Kasus ini menurut keluarga korban sudah dilaporkan," kata Denny.
Sementara itu, dua korban lainnya kemudian dirujuk sendiri oleh orang tua mereka ke RSUD Provinsi NTB sejak Juni 2026. Menurut Denny, keluarga harus membawa anak-anak tersebut menjalani kontrol medis dua kali setiap pekan, sementara sebagian biaya pengobatan disebut belum ditanggung BPJS Kesehatan.
Ia mengaku sempat berinisiatif membantu keluarga korban dengan menyiapkan tiket dan akomodasi agar mereka dapat datang ke Jakarta. Namun, rencana tersebut akhirnya batal.
"Sampai tidak jadi berangkat. Apa yang sebenarnya terjadi? Masyarakat itu bukan ingin menyalahkan. Justru karena mereka melihat korban yang sudah kehilangan begitu banyak tapi masih kesulitan untuk menyampaikan suaranya," ujarnya.
Denny juga meminta agar seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
"Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, oke. Keterbukaan itu adalah jawaban terbaik. Dan sebaliknya, jika pertanyaan-pertanyaan ini terus dibiarkan tanpa penjelasan, nggak bisa juga disalahkan masyarakat apabila muncul berbagai asumsi. Tolong bantu kawal," tegasnya.
Polisi Masih Selidiki Dugaan Pembakaran
Peristiwa dugaan pembakaran tersebut diduga terjadi di sebuah pondok pesantren di Dusun Sengkol II, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pada November 2025. Namun, kasus baru mencuat ke publik beberapa bulan kemudian setelah video korban beredar luas di media sosial.
Berdasarkan informasi awal, terdapat tiga santri yang diduga disiram bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri. Akibat kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka bakar serius.
Polres Lombok Tengah mulai menangani perkara tersebut setelah menerima laporan resmi dari keluarga korban pada awal Juni 2026.
Load more