GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPAI Soroti Nasib Korban Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Dua Anak Terkendala Biaya Pengobatan

KPAI mendesak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan membantu dua santri korban dugaan pembakaran di Lombok Tengah yang mengalami luka bakar parah. Satu korban meninggal dunia
Rabu, 8 Juli 2026 - 19:14 WIB
ilustrasi KPAI Soroti Nasib Korban Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Dua Anak Terkendala Biaya Pengobatan
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi sorotan. 

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, perhatian publik kini tertuju pada kondisi dua korban yang masih bertahan hidup namun harus menjalani pemulihan panjang akibat luka bakar serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah sebelumnya viral di media sosial dan menyita perhatian berbagai pihak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap fakta lain yang tak kalah memprihatinkan. 

Kedua korban disebut mengalami kesulitan membiayai pengobatan karena adanya kendala dalam penggunaan layanan BPJS Kesehatan untuk proses pemulihan mereka.

Kondisi tersebut memperkuat desakan agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan. Di sisi lain, masyarakat juga terus mengawal proses hukum kasus yang menyebabkan satu santri meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar berat yang diduga berpotensi menimbulkan disabilitas permanen.

KPAI Desak Bantuan Biaya Pengobatan Korban

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah segera memastikan hak-hak korban terpenuhi, terutama terkait layanan kesehatan.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, mengatakan fokus utama keluarga saat ini adalah memulihkan kondisi fisik kedua korban. Namun, proses tersebut terkendala persoalan biaya pengobatan.

Kasus Dugaan Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah Kembali Disorot, Satu Korban Meninggal Dunia, Denny Sumargo Tolong Bantu Kawal!
Kasus Dugaan Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah Kembali Disorot, Satu Korban Meninggal Dunia, Denny Sumargo Tolong Bantu Kawal!
Sumber :
  • instagram Sumagodenny

"Keluarga masih fokus pemulihan fisik korban, namun masih terkendala biaya. Info yang didapat ada hambatan penggunaan dana BPJS," kata Diyah Puspitarini melansir dari Antara, Rabu (07/07/26).

Karena itu, KPAI mendesak Dinas Kesehatan setempat bersama BPJS Kesehatan agar memberikan pembebasan biaya perawatan bagi kedua anak tersebut.

"KPAI mendesak Dinas Kesehatan setempat dan BPJS agar memberikan bantuan pembebasan biaya perawatan untuk anak-anak korban kekerasan fisik, karena mereka harus mendapatkan pertolongan dan rehabilitasi medis sesegera mungkin, terutama dalam kasus ini, anak sampai dibakar dan menderita disabilitas permanen," ujar Diyah.

Menurut KPAI, negara memiliki tanggung jawab memastikan korban kekerasan terhadap anak memperoleh layanan medis dan rehabilitasi secara optimal tanpa terbebani persoalan biaya.

Viral Setelah Denny Sumargo Angkat Suara

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah aktor dan presenter Denny Sumargo menyampaikan kondisi para korban melalui akun media sosialnya.

Dalam unggahannya, Denny mengungkap bahwa ketiga anak tersebut diduga menjadi korban pembakaran di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah.

"Anak diduga menjadi korban pembakaran, sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, NTB," ujar Denny Sumargo.

Ia menjelaskan salah satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sekitar dua bulan di RSUD Praya.

"Bagaimana kalau itu anak kalian? Apa yang akan kalian lakukan? Kasus ini menurut keluarga korban sudah dilaporkan," kata Denny.

Sementara itu, dua korban lainnya kemudian dirujuk sendiri oleh orang tua mereka ke RSUD Provinsi NTB sejak Juni 2026. Menurut Denny, keluarga harus membawa anak-anak tersebut menjalani kontrol medis dua kali setiap pekan, sementara sebagian biaya pengobatan disebut belum ditanggung BPJS Kesehatan.

Ia mengaku sempat berinisiatif membantu keluarga korban dengan menyiapkan tiket dan akomodasi agar mereka dapat datang ke Jakarta. Namun, rencana tersebut akhirnya batal.

"Sampai tidak jadi berangkat. Apa yang sebenarnya terjadi? Masyarakat itu bukan ingin menyalahkan. Justru karena mereka melihat korban yang sudah kehilangan begitu banyak tapi masih kesulitan untuk menyampaikan suaranya," ujarnya.

Denny juga meminta agar seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

"Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, oke. Keterbukaan itu adalah jawaban terbaik. Dan sebaliknya, jika pertanyaan-pertanyaan ini terus dibiarkan tanpa penjelasan, nggak bisa juga disalahkan masyarakat apabila muncul berbagai asumsi. Tolong bantu kawal," tegasnya.

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pembakaran

Peristiwa dugaan pembakaran tersebut diduga terjadi di sebuah pondok pesantren di Dusun Sengkol II, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pada November 2025. Namun, kasus baru mencuat ke publik beberapa bulan kemudian setelah video korban beredar luas di media sosial.

Berdasarkan informasi awal, terdapat tiga santri yang diduga disiram bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri. Akibat kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka bakar serius.

Polres Lombok Tengah mulai menangani perkara tersebut setelah menerima laporan resmi dari keluarga korban pada awal Juni 2026.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti setelah laporan diterima.

"Informasi baru kami terima dan orang tua korban akan memberikan laporan resmi serta keterangan tambahan," ujar Punguan.

Ia menambahkan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

"Mulai hari ini kami melakukan pemeriksaan saksi dan tindakan penyelidikan untuk mendalami peristiwa tersebut," jelasnya.

Hingga kini, proses hukum masih berjalan di Polres Lombok Tengah dan Polda NTB. Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. 

Sementara itu, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada pengungkapan pelaku, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak korban agar memperoleh perawatan medis yang layak serta pendampingan selama proses pemulihan berlangsung. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Puluhan Ton Bantuan Disalurkan Polda Riau Untuk Korban Gempa Bumi NTT

Puluhan Ton Bantuan Disalurkan Polda Riau Untuk Korban Gempa Bumi NTT

Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu turut menyulut aksi kemanusiaan dari kelompok masyarakat dan instansi.
Menag Nasaruddin Umar Mundur dari Jabatannya Demi Jadi Ketum PBNU? Faktanya Langsung Dijawab Kemenag: Hoaks

Menag Nasaruddin Umar Mundur dari Jabatannya Demi Jadi Ketum PBNU? Faktanya Langsung Dijawab Kemenag: Hoaks

Kepala Biro Humas & Komunikasi Publik Kemenag, Thobib memastikan berita Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengundurkan diri demi calon Ketum PBNU hoaks.
Kasus Dugaan Penipuan: Polisi Kantongi Dua Alat Bukti Sah yang Jerat Ruben Onsu

Kasus Dugaan Penipuan: Polisi Kantongi Dua Alat Bukti Sah yang Jerat Ruben Onsu

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa syarat penetapan tersangka terhadap Ruben Onsu (RSO) dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp3,5 miliar telah terpenuhi. 
Demi Melindungi Telurnya, Seekor Induk Ular Mati Terbakar di Tengah Karhutla Kalimantan

Demi Melindungi Telurnya, Seekor Induk Ular Mati Terbakar di Tengah Karhutla Kalimantan

Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan, seekor induk ular mati terbakar demi melindungi telurnya. Video temuan ular ini viral di media sosial
PIKI Peduli Salurkan Ratusan Paket Logistik Warga Terdampak Gempa Bumi di NTT

PIKI Peduli Salurkan Ratusan Paket Logistik Warga Terdampak Gempa Bumi di NTT

Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya wilayah Flores turut memantik aksi kemanusiaan dari kelompok masyarakat.
Subsidi Super League Melonjak hingga Rp27 Miliar per Klub, I.League Juga Siapkan Bonus Tambahan

Subsidi Super League Melonjak hingga Rp27 Miliar per Klub, I.League Juga Siapkan Bonus Tambahan

Ferry Paulus mengumumkan subsidi Super League 2026/2027 naik menjadi Rp27 miliar per klub. I.League juga siapkan bonus untuk klub yang memainkan pemain muda.

Trending

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Seorang pedagang cimin di Cirebon berinisial US (45) diduga melakukan perbuatan cabul terhadap sedikitnya tujuh anak perempuan berusia 6–9 tahun.
Kemerdekaan Sejati Tak Cukup Berdiri Sendiri, Syarikat Islam Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

Kemerdekaan Sejati Tak Cukup Berdiri Sendiri, Syarikat Islam Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

Syarikat Islam menilai kemerdekaan sejati harus dibuktikan melalui kemandirian ekonomi. Umat didorong menjadi pelaku produksi untuk memperkuat Indonesia.
Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Polda Metro Jaya menyediakan layanan Samsat Keliling untuk membantu para wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), Rabu. 
AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

Pemerintah China tak ingin hubungan kerja samanya dengan Iran diganggu karena masih dalam kerangka internasional termasuk oleh Amerika Serikat.
Jelang Demo 27 Agustus 2026, Massa Aksi Mulai Siapkan Atribut Depan Gedung DPR

Jelang Demo 27 Agustus 2026, Massa Aksi Mulai Siapkan Atribut Depan Gedung DPR

Menjelang demo yang dijadwalkan akan digelar pada Kamis (27/8/2026), massa aksi mulai menyiapkan atribut di depan gedung DPR RI. 
Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Lima zodiak diprediksi paling beruntung soal karier besok, 27 Agustus 2026. Ada peluang baru, apresiasi kerja, hingga kesempatan sukses yang tak boleh dilewatkan!
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 27 Agustus 2026: Taurus Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 27 Agustus 2026: Taurus Panen Dana Ekstra

Memasuki penghujung Agustus 2026, kondisi finansial sejumlah zodiak diprediksi membawa kejutan menarik. Siapa yang diprediksi bakal kebanjiran rezeki besok?
Selengkapnya

Viral