News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Rabun Jauh pada Anak Meningkat, Dokter: di Bawah 7 Tahun Sudah Myopia

Kasus rabun jauh atau miopia pada anak semakin menjadi perhatian para dokter mata. Kondisi ini kini tidak lagi dipandang sebagai gangguan penglihatan biasa.
Senin, 13 Juli 2026 - 20:01 WIB
Ketua PERDAMI Jakarta, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed.
Sumber :
  • EssilorLuxottica Indonesia.

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus rabun jauh atau miopia pada anak semakin menjadi perhatian para dokter mata. Kondisi ini kini tidak lagi dipandang sebagai gangguan penglihatan biasa, tetapi berpotensi berkembang menjadi miopia berat (high myopia) yang dapat memicu komplikasi serius hingga mengganggu kualitas penglihatan di masa depan.

Ketua PERDAMI Jakarta, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed, mengatakan, dokter kini semakin sering menjumpai anak-anak usia dini yang telah mengalami miopia. Menurutnya, usia saat miopia mulai muncul menjadi faktor penting yang menentukan kecepatan perkembangan penyakit tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita lihat juga dari pengalaman klinis di praktik sehari-hari bahwa anak-anak pada usia muda, di bawah usia 7 tahun atau 6 tahun, sudah datang dengan kondisi myopia. Dengan konsep bahwa semakin muda usianya, tentunya progresivitasnya akan semakin cepat," ujarnya di acara Indonesia Meet The Expert 2026 (Konferensi Myopia Summit 2026), di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Ia mengingatkan bahwa apabila perkembangan miopia tidak dikendalikan sejak awal, risiko munculnya gangguan penglihatan berat di kemudian hari akan semakin besar.

"Kalau progresivitas ini tidak kita tahan, maka akan muncul komplikasi di masa mendatang yang kurang baik, yang tentunya akan menyebabkan gangguan penglihatan berat," lanjutnya.

Dokter Julie menjelaskan, sebelum seorang anak mengalami miopia, terdapat fase yang disebut pre-myopia. Pada tahap ini, kondisi refraksi mata mulai mendekati rabun jauh sehingga menjadi waktu yang paling ideal untuk melakukan intervensi.

"Pre-myopia mungkin sekarang sedang sering digaungkan. Justru di sinilah kesempatan kita untuk menangkap kasus lebih awal. Artinya, intervensi bisa kita lakukan sejak awal ketika kita menemukan tanda-tanda anak ini sudah masuk ke pre-myopia," jelasnya.

Menurutnya, beberapa anak memiliki risiko lebih tinggi memasuki fase tersebut. Di antaranya anak berusia di bawah 8 tahun yang hiperopianya mulai menghilang, memiliki riwayat keluarga dengan miopia, berasal dari etnis Asia, serta menjalani aktivitas yang didominasi pekerjaan jarak dekat atau penggunaan gawai dalam waktu lama.

Selain faktor keturunan, perubahan gaya hidup juga dinilai menjadi penyebab meningkatnya kasus miopia pada anak. Berkurangnya aktivitas di luar ruangan dan tingginya intensitas screen time membuat mata lebih sering bekerja pada jarak dekat.

Julie menambahkan, tanpa penanganan yang tepat, miopia dapat berkembang menjadi high myopia bahkan pathologic myopia yang berisiko menyebabkan komplikasi seperti kerusakan retina, gangguan makula, hingga gangguan saraf optik yang dapat menurunkan penglihatan secara permanen.

Sementara itu, Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz, menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa miopia memerlukan penanganan sejak dini.

"Kesadaran masyarakat terhadap miopia di Indonesia masih rendah. Padahal, jika tidak dikelola sejak awal, miopia dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mata yang lebih serius. Karena itu, kami bekerja sama dengan PERDAMI untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan manajemen miopia pada anak," ujar Dailami.

Menurutnya, peningkatan penggunaan perangkat digital, aktivitas jarak dekat yang semakin intensif, serta semakin sedikitnya waktu bermain di luar rumah menjadi faktor yang mempercepat perkembangan miopia pada anak.

Untuk itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin karena semakin cepat miopia terdeteksi, semakin besar peluang untuk memperlambat perkembangannya dan menurunkan risiko komplikasi saat anak beranjak dewasa. Dengan meningkatnya kesadaran orang tua terhadap kesehatan mata anak, diharapkan angka miopia berat di Indonesia dapat ditekan pada masa mendatang. (cmi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lewat Ajang 13th Asia Arts Festival, Peseni Cilik Mahrya Bawa Harum Nama Indonesia di Singapura

Lewat Ajang 13th Asia Arts Festival, Peseni Cilik Mahrya Bawa Harum Nama Indonesia di Singapura

Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional melalui aksi peseni cilik Almahyra Cyrilla Sastroisvara (5) yang akrab disapa Mahyra.
Sektor Farmasi Global Perkuat Struktur Organisasi di Wilayah Asia Pasifik

Sektor Farmasi Global Perkuat Struktur Organisasi di Wilayah Asia Pasifik

Bayer resmi menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals sekaligus Country Division Head untuk klaster ASEAN, terhitung mulai 1 Juli 2026. 
GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Ikut Berperan Tanam Pohon di Gunung Pangrango

GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Ikut Berperan Tanam Pohon di Gunung Pangrango

Berbagai cara dilakukan sejumlah pihak untuk berperan aktif melestarikan lingkungan.
Diduga Lakukan Penistaan Agama, Dokter Kecantikan Dipolisikan ke Polda Metro Jaya

Diduga Lakukan Penistaan Agama, Dokter Kecantikan Dipolisikan ke Polda Metro Jaya

Dokter kecantikan yakni Anggi Aprilyani dipolisikan usai diduga melakukan penistaan agama.
Daftar Pemain Indonesia di Japan Open 2026: Ubed Debut, Jafar/Felisha Mundur

Daftar Pemain Indonesia di Japan Open 2026: Ubed Debut, Jafar/Felisha Mundur

Daftar pemain Indonesia di Japan Open 2026, di mana ada sedikit perubahan usai mundurnya ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Nathaniel Alberta Pasaribu di ajang BWF Super 750 ini.
Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Ungkap Biang Kerok Babak Belur Kalah dari Chinese Taipei di AVC Boys' U-18 Championship 2026

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Ungkap Biang Kerok Babak Belur Kalah dari Chinese Taipei di AVC Boys' U-18 Championship 2026

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18, Odyk Hermanto mengungkapkan alasan mengapa bisa menelan kekalahan telak dari Chinese Taipei di laga lanjutan AVC Boys' U-18 Championship 2026.

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Tampil impresif sebagai kiper utama, Cremonese yang gagal bertahan di Serie A pun resmi berpisah dengan Emil Audero. 
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Selengkapnya

Viral