News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IBCSD dan IDCTA Dorong Kesiapan Pasar Karbon Nasional untuk Perkuat Daya Saing Industri Indonesia

IBCSD bersama IDCTA dengan didukung oleh IDXCarbon, menyelenggarakan Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:55 WIB
IBCSD bersama IDCTA dengan didukung oleh IDXCarbon, menyelenggarakan Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenewscom - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), dengan didukung oleh IDXCarbon, menyelenggarakan Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Forum ini mempertemukan regulator, pelaku industri, penyelenggara perdagangan karbon, sektor jasa keuangan, investor, pengembang proyek, dan mitra strategis untuk membahas penguatan implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Indonesia sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan berdaya saing.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat fondasi implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Regulasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan pasar karbon Indonesia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) untuk mewujudkan pasar karbon nasional yang transparan, kredibel, dan berintegritas. Kehadiran SRUK diharapkan dapat memperkuat tata kelola pasar karbon sekaligus memastikan manfaat ekonomi karbon dapat dirasakan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, penerapan berbagai kebijakan carbon pricing di tingkat global, termasuk Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa, semakin menjadikan karbon sebagai factor strategis yang memengaruhi akses pasar, investasi, dan daya saing industri. Perkembangan tersebut mendorong dunia usaha untuk tidak lagi memandang pengelolaan emisi sebagai sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Dalam sambutannya, Sihol Aritonang, President IBCSD sekaligus President Director RAPP yang diwakili oleh Dr. Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, menekankan bahwa bagi dunia usaha, pasar karbon perlu dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat daya saing industry di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi global. "Bagi dunia usaha, pasar karbon menjadi instrumen yang dapat mempercepat investasi dekarbonisasi. Ketika perusahaan mampu mengelola emisi dengan baik dan memperoleh akses terhadap pasar karbon yang kredibel, mereka tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga membuka peluang pembiayaan, inovasi, dan akses ke pasar global," sebut Dr. Indah Budiani.

Forum dibuka dengan keynote address dari I Nyoman Suka Yasa, Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus, Pengawasan Keuangan Derivatif, Bursa Karbon, dan Transaksi Efek di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memaparkan perkembangan kebijakan karbon nasional serta gambaran terkini pasar karbon Indonesia sebagai landasan penguatan ekosistem Nilai Ekonomi Karbon dan peningkatan partisipasi sektor swasta. 

"OJK terus memperkuat ekosistem bursa karbon Indonesia melalui peningkatan kapasitas, penguatan koordinasi nasional, pengembangan pasar yang selaras dengan praktik terbaik internasional, serta kolaborasi global. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang berpartisipasi aktif sehingga pasar karbon Indonesia menjadi lebih kredibel, transparan, dan mampu mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional," sebut I Nyoman Suka Yasa dalam paparannya. 

Sementara itu, Dr. Riza Suarga, Chairman Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), menekankan bahwa keberhasilan pasar bergantung pada regulasi, kesiapan proyek dan terbentuknya mekanisme pasar yang mampu mempertemukan kebutuhan investasi dengan proyek-proyek berkualitas. 

"Pasar karbon hanya akan tumbuh apabila didukung oleh proyekproyek yang kredibel, permintaan yang kuat, dan mekanisme perdagangan yang transparan. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membangun ekosistem yang mampu menghasilkan transaksi yang berkelanjutan," sebut Dr. Riza Suarga.

Secara terpisah, Iding Pardi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, menyampaikan dukungan Bursa Efek Indonesia dalam mendorong pengembangan perdagangan karbon Indonesia. 

“IDXCarbon hadir tidak hanya sebagai penyedia pasar namun juga sebagai alat untuk peningkatan awareness dan partisipasi perdagangan karbon di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2023, kami terus melakukan penyempurnaan mulai dari sistem perdagangan sampai yang terbaru perubahan Peraturan Bursa Karbon yang mulai berlaku sejak tanggal 9 Juli 2026 sebagai respon atas penerbitan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 Tahun 2026,” sebut Iding Pardi.

Diskusi pada sesi pertama mengangkat berbagai aspek penguatan ekosistem carbon pricing Indonesia, mulai dari implementasi pajak karbon (carbon tax), Emissions Trading System (ETS), hingga pasar karbon (carbon market) sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam mempercepat dekarbonisasi nasional. Para pembicara juga membahas tantangan tata Kelola karbon korporasi, kesiapan industri menghadapi CBAM, serta pentingnya membangun sinyal harga karbon yang mampu mendorong investasi pada teknologi rendah karbon.

Sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan proyek iklim yang memenuhi standar internasional, memiliki integritas lingkungan yang tinggi, serta layak memperoleh pembiayaan (bankable). Sesi ini menyoroti pentingnya membangun pipeline proyek karbon nasional yang mampu menarik investasi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar karbon domestik maupun internasional, termasuk melalui kolaborasi antara pengembang proyek, investor, Lembaga keuangan, dan pembeli kredit karbon.

Selain menjadi ruang diskusi kebijakan, forum ini juga diharapkan dapat membuka peluang business matching dan tindak lanjut ke depannya antara pengembang proyek, investor, pembeli kredit karbon, lembaga keuangan, dan sektor swasta. Kehadiran IDXCarbon juga diharapkan dapat menjadi katalis dalam meluaskan peluang-peluang kerja sama tersebut sekaligus memberikan transparansi transaksi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelaku global atas perdagangan karbon di Indonesia. Melalui kolaborasi antarpihak yang terbentuk dalam kesempatan tersebut, IBCSD dan IDCTA berharap dapat mempercepat terbentuknya pipeline proyek karbon yang berkualitas, meningkatkan investasi hijau, serta memperkuat implementasi Nilai Ekonomi Karbon Indonesia.

Ke depan, hasil diskusi dan kolaborasi yang terbangun melalui forum ini diharapkan menjadi masukan bagi penguatan kebijakan carbon pricing nasional sekaligus mendorong lahirnya proyek-proyek dekarbonisasi yang kredibel, berintegritas tinggi, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan sector keuangan, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun pasar karbon yang mampu mendukung target net zero emissions sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.(chm)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Tahun Terpendam, Persija Akhirnya Jamu Persib di Jakarta, Bepe: Ini Impian Kami

7 Tahun Terpendam, Persija Akhirnya Jamu Persib di Jakarta, Bepe: Ini Impian Kami

Persija akhirnya kembali menjamu Persib di Jakarta setelah tujuh tahun. Bambang Pamungkas menyebut laga di SUGBK sebagai mimpi yang akhirnya terwujud.
Terkuak! Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN Dinas Pertanian hingga Tewas di Papua

Terkuak! Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN Dinas Pertanian hingga Tewas di Papua

Kasat Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil Latihan Bebas 1 MotoGP San Marino 2026: Marc Marquez Jadi yang Tercepat, Menangkan Duel dengan Marco Bezzecchi

Hasil Latihan Bebas 1 MotoGP San Marino 2026: Marc Marquez Jadi yang Tercepat, Menangkan Duel dengan Marco Bezzecchi

Hasil Latihan Bebas 1 MotoGP San Marino 2026 yang berlangsung di Sirkuit Misano Jumat 11 September sore tadi WIB dengan Marc Marquez sebagai rider tercepat.
2 Sentilan Terbaru Ruben Onsu ke Giorgio Antonio soal Anak

2 Sentilan Terbaru Ruben Onsu ke Giorgio Antonio soal Anak

2 sentilan terbaru Ruben Onsu ke Giorgio Antonio soal anak kembali jadi sorotan. Simak unggahan Ruben Onsu yang menyinggung Giorgio Antonio.
Wapres Gibran Pastikan Siswa Bermasalah Imbas Makan Bergizi Gratis Dapat Rawat Maksimal

Wapres Gibran Pastikan Siswa Bermasalah Imbas Makan Bergizi Gratis Dapat Rawat Maksimal

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Jumat (11/9), untuk meninjau kondisi para siswa yang mengalami masalah kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 
Catat 8 Kantong Parkir untuk Bus-Motor dalam Duel Persib Vs Persija Besok di GBK

Catat 8 Kantong Parkir untuk Bus-Motor dalam Duel Persib Vs Persija Besok di GBK

Dalam akun resmi media sosial Instagram @tmcpoldametro, terdapat unggahan bahwa dalam pertandingan tersebut, diprediksi akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di kawasan GBK. 

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Wanita bertas pink bikin heboh di KRL setelah disebut meminta HP pelajar pramuka dan mengaku sebagai tunangannya. Video kejadian viral di media sosial
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Jelang Duel Panas Kontra Persib di GBK, Persija Punya Permintaan Khusus Buat The Jakmania

Jelang Duel Panas Kontra Persib di GBK, Persija Punya Permintaan Khusus Buat The Jakmania

Kerim Memija meminta Jakmania memberikan dukungan penuh saat Persija menjamu Persib di GBK. Shin Tae-yong juga berharap suporter menjaga atmosfer laga.
Polisi Beberkan Temuan Air Mineral Didekat Jasad Fajar Sahrudin, yang Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Polisi Beberkan Temuan Air Mineral Didekat Jasad Fajar Sahrudin, yang Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Kasus meninggalnya Fajar Sahrudin alias FS (31), warga asal Kemiling, Lampung, yang ditemukan tewas di kawasan Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Jak
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 12 September 2026: Ada rezeki dan kabar baik menyertai.
Selengkapnya

Viral