Whitesky Aviation dan AutoFlight Bangun Ekosistem eVTOL Indonesia, Skema Pembiayaan 10 Tahun Capai Potensi Rp7,8 Triliun
- Antara
tvOnenews.com - Indonesia mengambil langkah baru menuju pengembangan industri Advanced Air Mobility (AAM) melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Whitesky Aviation dan AutoFlight di Cengkareng Heliport, Tangerang.
Penandatanganan LOI dilakukan oleh Ari Nurwanda, Chief Commercial Officer Whitesky Group, dan Jia Xie, Senior Vice President AutoFlight, mewakili kedua perusahaan dalam memperkuat pengembangan ekosistem eVTOL di Indonesia.
Kerja sama ini membuka jalan bagi pengembangan operasi eVTOL penumpang di Indonesia, sekaligus membangun fondasi industri yang dibutuhkan agar teknologi tersebut dapat tumbuh sebagai bagian dari sistem transportasi nasional.
LOI tersebut mencakup 60 unit AutoFlight V2000EM Prosperity aircraft, dengan potensi kumulatif hingga CNY 1 miliar atau sekitar Rp2,7 triliun apabila seluruh tahapan direalisasikan sesuai kesepakatan para pihak. Nilai tersebut menggambarkan skala potensi pengembangan dan bukan nilai transaksi yang seluruhnya telah terealisasi pada saat LOI ditandatangani.
Founder Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, melihat pengembangan eVTOL sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk membangun kapabilitas baru di sektor penerbangan.
“Kalau teknologi ini masuk ke Indonesia, nilainya harus lebih besar daripada sekadar pesawat yang beroperasi. Kita perlu membangun infrastrukturnya, kompetensi manusianya, standar keselamatannya, kemampuan maintenance-nya, dan memastikan industri dalam negeri ikut tumbuh bersama,” ujar Denon Prawiraatmadja.
Karena itu, kerja sama Whitesky Aviation dan AutoFlight dirancang melampaui pengadaan armada.
Kedua perusahaan akan mengembangkan kesiapan sertifikasi, operasional pesawat, maintenance, repair and overhaul (MRO), pelatihan pilot dan teknisi, standar keselamatan, kesiapan regulasi, serta pembangunan vertiport yang menjadi prasyarat bagi operasi eVTOL komersial.
Whitesky juga berencana mengembangkan jaringan helipad yang direncanakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi infrastruktur vertiport secara bertahap.
Keberadaan jaringan tersebut menjadi strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia, di mana kebutuhan konektivitas tidak hanya berada di kota besar tetapi juga tersebar di kawasan industri, pusat pariwisata, bandara, wilayah bisnis, dan antarpulau.
Pengembangan bersama AutoFlight merupakan bagian dari roadmap yang lebih luas. Whitesky saat ini memiliki pipeline hingga 152 unit eVTOL, terdiri dari 122 unit dari produsen China dan 30 unit dari Jepang.
Load more