Merinding! Kronologi WNA Singapura Diduga Bunuh Kekasih di Denpasar: Adik Temukan Jasad di Kamar Kos, Disembunyikan di Balik Boneka
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Kasus pembunuhan yang melibatkan warga negara asing kembali menggegerkan Bali. Seorang perempuan berusia 26 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di sebuah rumah kos di Denpasar Selatan setelah beberapa hari tidak dapat dihubungi keluarganya.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian karena korban diduga tewas di tangan kekasihnya sendiri yang merupakan warga negara Singapura.
Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Tim gabungan dari Polresta Denpasar, Ditreskrimum Polda Bali, hingga Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan memburu pria yang diduga sebagai pelaku.
Hanya dalam waktu sekitar tiga jam sejak penemuan jasad korban, terduga pelaku berhasil diamankan saat diduga hendak melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Kronologi Penemuan Jasad Korban di Kamar Kos
Korban berinisial AS (26), warga asal Tegal, Jawa Tengah, pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya berinisial RA.
Sang adik mendatangi rumah kos di Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, karena korban sudah beberapa hari tidak merespons telepon maupun pesan.
Sesampainya di depan kamar, RA mencium bau busuk yang sangat menyengat. Karena merasa curiga, ia membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.
Di dalam kamar, RA menemukan kakaknya telah tergeletak di lantai dalam kondisi mengenaskan. Tubuh korban tertutup boneka mainan dan karpet yang dilipat rapi.
- ANTARA/HO-Humas Polresta Denpasar
Kondisi jenazah sudah mengalami pembengkakan, pembusukan, kulit mengelupas, serta mengeluarkan aroma menyengat.
Pada saat bersamaan, RA melihat seorang pria berinisial MZ (26), warga negara Singapura yang diketahui merupakan kekasih korban, keluar dari kamar kos yang berada di sebelah kamar korban.
RA kemudian menanyakan keberadaan kakaknya. Namun MZ tidak memberikan jawaban dan justru berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
"Saksi yang curiga kemudian memukul MZ menggunakan helm," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, Kamis (16/7/2026).
Setelah pria tersebut melarikan diri, RA segera menghubungi layanan darurat 110. Personel Polresta Denpasar bersama Ditreskrimum Polda Bali, Tim Inafis, dan Unit Intel Polsek Denpasar Selatan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.
Load more