Troya Pernah Dianggap Sekadar Dongeng, hingga Seorang Saudagar Menggalinya Berbekal Puisi Homer
- Warner Bros. Pictures
Penemuan yang mengubah sejarah arkeologi
Penggalian Schliemann menghasilkan temuan spektakuler berupa tembok kota, gerbang, bangunan kuno, hingga ribuan artefak.
Pada 1873, Schliemann mengumumkan penemuan kumpulan emas, perhiasan, serta berbagai benda berharga yang ia sebut sebagai Priam's Treasure atau Harta Karun Raja Priam, tokoh dalam The Iliad.
Namun penelitian arkeologi modern menunjukkan bahwa harta tersebut berasal dari lapisan kota yang jauh lebih tua dibanding periode yang diduga menjadi latar Perang Troya, sebagaimana dijelaskan oleh Encyclopaedia Britannica. Menunjukkan bahwa tidak lokasi tersebut seperti kota yang hancur namun dibangun lagi beberapa kali (Troy I-IX)
Metode penggaliannya juga menuai kritik. Demi mencapai lapisan yang ia yakini sebagai kota Troya milik Homer, Schliemann menggali parit besar yang justru merusak sejumlah lapisan arkeologi di atasnya. Menurut UNESCO, tindakan tersebut menyebabkan sebagian bukti penting dari periode berikutnya hilang sebelum sempat dipelajari.
Benarkah Perang Troya pernah terjadi?
Saat ini, mayoritas arkeolog sepakat bahwa Hisarlık memang merupakan lokasi kota Troya kuno. Pengakuan tersebut diperkuat ketika UNESCO menetapkan Archaeological Site of Troy sebagai Situs Warisan Dunia pada 1998 karena menjadi bukti penting perkembangan peradaban Anatolia selama lebih dari 4.000 tahun.
Namun keberadaan kota Troya tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh kisah dalam The Iliad benar-benar terjadi.
Menurut kajian arkeologi yang dipublikasikan UNESCO serta penelitian sejumlah ahli Zaman Perunggu, lapisan kota Troy VI dan terutama Troy VIIa menunjukkan adanya kehancuran akibat perang atau bencana sekitar abad ke-13 hingga ke-12 SM. Periode tersebut dinilai paling mendekati waktu yang secara tradisional dikaitkan dengan Perang Troya.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti arkeologis yang mampu memastikan keberadaan Kuda Troya, Achilles, Hector, maupun Odysseus sebagai tokoh sejarah. Banyak sejarawan berpendapat bahwa kisah Homer kemungkinan merupakan perpaduan antara peristiwa nyata, tradisi lisan, dan unsur mitologi yang berkembang selama berabad-abad.
Terlepas dari berbagai perdebatan, penggalian Schliemann berhasil mengubah cara dunia memandang karya Homer.
Jika sebelumnya The Iliad dianggap sekadar cerita rakyat, penemuan di Hisarlık membuktikan bahwa kota yang menjadi latar kisah tersebut memang pernah berdiri. Sejak saat itu, Troya menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di dunia dan terus menjadi objek penelitian hingga sekarang.
Load more