Studi: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Jutaan Meski Terdaftar JKN
- Sri Gustina
Data penelitian menunjukkan kerugian akibat hilangnya produktivitas masyarakat sepanjang 2024 mencapai sekitar Rp1,81 triliun pada kelompok peserta JKN. Sementara pada kelompok non-JKN, kerugian ekonomi akibat kehilangan waktu produktif diperkirakan mencapai sekitar Rp755,2 miliar.
Melihat besarnya dampak tersebut, para ahli menilai pendekatan pencegahan dengue perlu diperkuat. Selama ini masyarakat mengenal gerakan 3M Plus sebagai langkah utama pengendalian dengue. Namun, menurut Prof. Sri, strategi tersebut perlu dilengkapi dengan pendekatan lain yang lebih komprehensif.
'“Menghadapi ancaman penyakit dengue yang begitu berat dan meluas, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu atau dua upaya pencegahan konvensional seperti 3M Plus. Kita membutuhkan sesuatu yang komprehensif. Perlu ada sinergi kuat yang mengintegrasikan pengendalian vektor nyamuk, penguatan diagnosis dini di fasilitas kesehatan, serta adopsi intervensi medis yang inovatif seperti vaksinasi. Hanya melalui upaya komprehensif inilah kita dapat membangun perlindungan yang kuat bagi anak-anak dan masyarakat luas dari dengue,” tegas Prof. Sri.
Sementara itu, Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM, Prof. Dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., memaparkan hasil pemodelan ekonomi kesehatan yang menunjukkan bahwa vaksinasi dengue berpotensi memberikan manfaat kesehatan sekaligus ekonomi dalam jangka panjang.
“Kajian ini menunjukkan pentingnya melihat manfaat pencegahan secara lebih menyeluruh. Dari membayar layanan kesehatan, vaksinasi dengue diproyeksikan memberikan manfaat kesehatan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Sementara itu, dari perspektif masyarakat, manfaat ekonominya diperkirakan lebih besar karena turut memperhitungkan biaya yang ditanggung keluarga, kehilangan produktivitas, serta dampak ekonomi lainnya yang tidak selalu tercermin dalam anggaran kesehatan," jelas Prof. Jarir.
"Berdasarkan hasil pemodelan, implementasi vaksinasi dengue berpotensi menghasilkan penghematan biaya sebesar USD329–731 juta, atau sekitar Rp5,2–11,5 triliun, selama 20 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa investasi pada pencegahan penyakit tidak hanya berpotensi meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dalam jangka panjang,” sambungnya.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht turut menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas edukasi dan akses terhadap upaya pencegahan dengue.
Load more