Studi: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Jutaan Meski Terdaftar JKN
- Sri Gustina
“Kami sangat prihatin melihat besarnya beban kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkan oleh dengue di Indonesia. Kami menyadari bahwa semua orang berisiko terjangkit virus dengue, dan pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi kondisi berat yang berisiko fatal. Apalagi, dengue menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak di Indonesia," ungkapnya.
"Di Takeda, kami terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait —pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, sektor swasta, sektor pendidikan, masyarakat, media— dalam mendukung upaya pencegahan dengue yang komprehensif. Komitmen ini kami wujudkan melalui edukasi berkelanjutan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat, serta upaya perluasan akses terhadap pencegahan dengue yang inovatif, agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memahami risiko dengue dan mengambil langkah perlindungan sejak dini," sambungnya.
Senada dengan itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta, Prof. Dr. dr. Rismala Dewi, Sp.A(K), menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
“Dengue masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu kita hadapi bersama. Sebagai organisasi profesi, IDAI Jaya berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan pemahaman dan kapasitas tenaga kesehatan dalam pencegahan serta tata laksana dengue. Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui Jakarta Dengue Forum, sebagai wadah ilmiah untuk berbagi pembaruan, memperkuat diskusi, dan mendorong upaya pencegahan yang lebih komprehensif," pungkasnya.
"Kami juga mengajak para dokter anak untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada orang tua, mendorong deteksi dini, serta membantu keluarga memahami langkah-langkah perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak dengue pada anak,” ujar Prof. Rismala. (cmi)
Load more