Dorong Kesejahteraan Petani Sawit, PKSPI Sodorkan Usulan ke Pemerintah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (PKSPI) menyampaikan sejumlah usulan terkait upaya membantu pemerintah untuk melakukan pembinaan kepada petani kelapa sawit khususnya bagi petani swadaya.
Usulan tersebut disampaikan PKSPInsaat menyambangi kantor Kementerian Pertanian (Kementan) pada 17 Juli 2026.
"Agar hasil kelapa sawit lebih produktif dan dapat berdampak signifikan bagi kesejahteraan petani serta mampu memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ketua Umum PKSPI, Nasarudin, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Nasarudin mengaku pihaknya mendukung Kementan untuk membuat regulasi khusus kemitraan perusahaan dengan petani sekitar perusahaan agar meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong 0 persen kemiskinan ekstrem di setiap wilayah konsensi.
Ia menekankan langkah ini sebagai bentuk tanggungjawab moril PKSPI yang berpihak kepada kesejahteraan petani swadaya.
"PKSPI berharap hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti demi dan untuk seluruh petani sawit Indonesia mendapatkan nilai tambah," katanya.
Adapun ringkasan pertemuan tersebut lebih fokus pada beberapa hal yang subtantif, diantaranya adalah:
1. Menentukan harga TBS secara nasional.
2. Mendorong legalitas lahan petani sawit masuk dalam kawasan hutan.
3. Membentuk Ispo kelompok tani swadaya.
4. Peremajaan dana replanting birokrasi sederhana.
5. Portal database petani sawit Indonesia.
6. Bunga rendah pinjaman bank bagi petani dawit sebesar 3 persen
7. Ekspor CPO dari hasil petani swadaya yang tergabung penjualan TBS melalui pabrik sawit tanpa kebun. Dengan meminta DO CPO khusus melalui PKSPI ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
8. Mendorong presiden membuat kebijakan terkait hulu dan hilirisasi sawit dalam satu pintu di bawah Kementan.
9. Mendukung Presiden melalui Kementan untuk meningkatkan produksi sawit nasional agar memenuhi kebutuhan B50 dan peningkatan nilai tambah petani.(raa)
Load more