News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Embun Upas Dieng Sebabkan 30 Hektare Tanaman Kentang Milik Petani Rusak

Kepala DPPKP Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady mengatakan berdasarkan laporan pemerintah setempat embun upas terjadi di sejumlah lokasi di Dieng Jateng.
Minggu, 12 Juli 2026 - 08:46 WIB
Embun beku atau embun upas menyelimuti daun tanaman kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) pagi.
Sumber :
  • ANTARA/HO-UPTD Dieng

Jakarta, tvOnenews.com - Embun upas atau frost yang melanda kawasan Dataran Tinggi Dieng pada 9-10 Juli 2026 mengakibatkan sekitar 25-30 hektare tanaman kentang mengalami kerusakan.

Kepala DPPKP Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady mengatakan berdasarkan laporan pemerintah setempat embun upas terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari Lapangan Pandawa, area parkir dan Kompleks Candi Arjuna, Gasiran Aswatama, Kalibana, serta Kompleks Setyaki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Estimasi luas tanaman kentang yang terkena dampak embun upas mencapai kisaran 25-30 hektare berdasarkan pemantauan sementara di lapangan," ungkapnya.

Tanaman kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026), mengalami kerusakan dengan kondisi daun menghitam setelah terdampak embun beku atau embun upas.
Tanaman kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026), mengalami kerusakan dengan kondisi daun menghitam setelah terdampak embun beku atau embun upas.
Sumber :
  • ANTARA/HO-DPPKP Banjarnegara

Ia mengatakan petani telah berupaya mengurangi dampak embun upas dengan menyiram tanaman pada siang hingga sore hari agar terbentuk uap air yang dapat menekan dampak suhu dingin di pagi hari.

Selain itu, tanaman juga ditutup menggunakan paranet maupun daun bambu sebagai pelindung dari embun beku.

Akan tetapi tanaman kentang yang berumur sekitar 40 hari atau lebih muda umumnya tidak dapat diselamatkan setelah terdampak embun upas.

"Tanaman yang terdampak, ada yang pertanaman awal, ada yang mendekati panen. Tanaman yang berumur sekitar 40 hari ke bawah umumnya tidak dapat diselamatkan setelah terdampak embun upas dan kalau dirata-rata, estimasi nilai kerugiannya mencapai Rp70 juta per hektare," katanya.

Firman mengatakan petani yang mengalami gagal panen diperkirakan baru dapat kembali menanam sekitar September 2026 setelah kondisi cuaca lebih mendukung.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan embun upas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi setiap musim kemarau, terutama pada Juni hingga September.

"Secara meteorologi, fenomena tersebut dikenal sebagai frost atau embun beku. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai embun upas," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan embun upas berbeda dengan salju karena terbentuk dari embun yang membeku di permukaan tanaman ketika suhu udara turun hingga mendekati atau di bawah titik beku pada malam hingga menjelang pagi hari.

Menurut dia, fenomena tersebut dipengaruhi pola musim kemarau saat angin monsun Australia membawa massa udara kering ke Indonesia sehingga tutupan awan berkurang.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PBNU Bidik Tiga Orang untuk Disomasi Terkait Tudingan Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU

PBNU Bidik Tiga Orang untuk Disomasi Terkait Tudingan Dana Korupsi Mengalir ke Muktamar NU

Gus Ipul berharap nahdliyin dan segenap pengurus NU di semua tingkatan untuk tetap tenang dan tidak perlu terpengaruh isu yang tidak dapat dipastikan kebenarannya itu.
Lirik dan Makna Lagu Kau Yang Utama Syahrini, Ungkap Sosok yang Selalu Bertakhta di Hatinya

Lirik dan Makna Lagu Kau Yang Utama Syahrini, Ungkap Sosok yang Selalu Bertakhta di Hatinya

Syahrini resmi merilis lagu “Kau Yang Utama”. Simak lirik lengkap dan makna lagu yang mengungkap sosok Reino Barack yang selalu bertakhta di hatinya.
Enam Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

Enam Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

Dalam Asian Games 2026 tersebut, tim Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari nomor beregu maupun perorangan.
Dukung Pemulihan Ekonomi, Pertamina Bantu Perajin Tenun Desa Adat Sade Kembali Berkarya

Dukung Pemulihan Ekonomi, Pertamina Bantu Perajin Tenun Desa Adat Sade Kembali Berkarya

Pertamina membantu pemulihan ekonomi perajin tenun Desa Adat Sade melalui bantuan 45 alat tenun dan pelatihan untuk menjaga tradisi Sasak di Lombok.
5 Daftar Film Terhoror Indonesia di Tahun 2026, Salah Satunya Dibintangi Prilly Latuconsina

5 Daftar Film Terhoror Indonesia di Tahun 2026, Salah Satunya Dibintangi Prilly Latuconsina

Berikut deretan film horor Indonesia yang populer di tahun 2026 di Bioskop. Salah satunya dibintangi artis muda, Prilly Latuconsina.
Awas Minggu Kelabu! 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dikejar-kejar Apes pada 11 Oktober 2026

Awas Minggu Kelabu! 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dikejar-kejar Apes pada 11 Oktober 2026

Ketika banyak orang menikmati momen akhir pekan dengan santai, lima zodiak ini justru harus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman nasib sial.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Statistika UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dosen di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNAIR
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Selengkapnya

Viral