Studi Ungkap Semaglutide Bantu Perbaiki Gangguan Metabolik pada Pasien Skizofrenia, Tanpa Perburuk Kondisi Mental
- Pexels/Photo By: Kaboompics.com
Perbaikan tidak berhenti di situ. Sebanyak 81 persen peserta yang menerima semaglutide berhasil mencapai kadar HbA1c normal di bawah 5,7 persen. Sebagai perbandingan, kelompok plasebo hanya mencatat angka 19 persen.
Peneliti juga menemukan adanya peningkatan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik, penurunan trigliserida, serta peningkatan kualitas hidup fisik peserta selama mengikuti penelitian.
Tidak Memperburuk Gejala Skizofrenia
Salah satu kekhawatiran dalam penggunaan terapi tambahan pada pasien gangguan jiwa adalah kemungkinan munculnya gangguan terhadap stabilitas psikologis.
Namun, hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda perburukan gejala skizofrenia maupun penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan mental selama masa pemantauan.
Efek samping yang paling banyak dilaporkan justru berupa gangguan saluran pencernaan, dengan profil keamanan yang dinilai serupa dengan berbagai penelitian semaglutide sebelumnya. Peneliti juga tidak menemukan perbedaan bermakna terkait kejadian efek samping serius antara kelompok semaglutide dan plasebo.
Pentingnya Pendekatan Menyeluruh
Menurut peneliti, hasil ini semakin menegaskan bahwa kesehatan metabolik perlu menjadi bagian integral dalam pelayanan pasien gangguan jiwa berat.
Selama ini, perhatian terhadap pasien skizofrenia lebih banyak tertuju pada pengendalian gejala psikiatri. Padahal, komplikasi metabolik berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko penyakit kronis, kecacatan, hingga kematian dini.
Karena itu, skrining rutin terhadap berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, serta faktor risiko metabolik lainnya dinilai penting dilakukan sejak awal pasien menjalani terapi antipsikotik.
Pendekatan multidisiplin yang melibatkan psikiater, dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, serta tenaga kesehatan lain juga dinilai dapat membantu mengoptimalkan penanganan pasien secara menyeluruh.
Relevan untuk Indonesia
Temuan ini dinilai memiliki relevansi bagi Indonesia, mengingat angka obesitas dan diabetes terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Integrasi layanan kesehatan mental dengan pengelolaan penyakit metabolik dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan jiwa berat.
Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa hasil studi tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh pasien skizofrenia. Penelitian hanya melibatkan pasien yang menggunakan antipsikotik generasi kedua serta telah mengalami prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan.
Load more