Orang Tua Waspada! Remaja 16 Tahun Tewas Dikeroyok Saat Tawuran di Koja, Polisi Buru Satu Pelaku
- tim tvOnenews
tvOnenews.com - Fenomena tawuran antarremaja kembali memakan korban jiwa. Kali ini, seorang remaja berinisial A (16) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan dan serangan menggunakan senjata tajam saat bentrokan dua kelompok di kawasan Komplek UKA, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari itu kembali menjadi peringatan bahwa tawuran yang diawali dari provokasi di media sosial dapat berujung pada tindak pidana berat.
Polisi bergerak cepat mengusut kasus tersebut. Tim gabungan Reserse Jatanras dan Resmob Polres Metro Jakarta Utara bersama Unit Reserse Kriminal Polsek Koja telah menangkap tiga terduga pelaku.
Sementara satu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu aparat.
Polisi Buru Satu Pelaku, Tiga Terduga Sudah Ditangkap
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan korban A (16).
"Satu terduga pelaku berinisial FAI telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih diburu petugas," kata Andry di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, tim gabungan Reserse Jatanras, Resmob Polres Metro Jakarta Utara, dan Reserse Polsek Koja masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai terduga pelaku, yakni ANIAA (18), AAAJ (19), dan AHIP (17). Ketiganya berhasil diamankan pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah orang lain yang diduga mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut untuk dimintai keterangan.
Kompol Andry menegaskan kepolisian akan bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi kekerasan jalanan maupun tawuran yang meresahkan masyarakat.
"Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi kekerasan maupun tawuran yang meresahkan masyarakat," tegasnya.
Tawuran Berawal dari Ajakan di Instagram
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan bermula dari ajakan tawuran yang beredar melalui media sosial Instagram. Ajakan tersebut kemudian direspons oleh kelompok lain yang sepakat menentukan lokasi bentrokan.
Load more