News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Paradox of Choice, Fenomena Psikologi yang Bikin Orang Lama Pilih Film tapi Tak Jadi Nonton

Pernahkah membuka Netflix, Disney+, atau platform streaming lainnya dengan niat menonton film, tetapi setelah 30 menit hanya sibuk scrolling lalu menutup aplikasinya tanpa memilih satu film pun?
Rabu, 22 Juli 2026 - 16:02 WIB
Ilustrasi Bingung Memilih Tontonan
Sumber :
  • Magnific/stockking

Jakarta, tvOnenews.com – Pernahkah membuka Netflix, Disney+, atau platform streaming lainnya dengan niat menonton film, tetapi setelah 30 menit hanya sibuk scrolling lalu menutup aplikasinya tanpa memilih satu film pun?

Ternyata fenomena tersebut ternyata bukan sekadar kebiasaan buruk atau malas. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai paradox of choice atau paradoks pilihan,yaitu fenomena ketika terlalu banyak pilihan yang membuat seseorang lebih sulit mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh psikolog Amerika Barry Schwartz melalui bukunya The Paradox of Choice: Why More Is Less yang terbit pada 2004. 

Schwartz berpendapat bahwa kebebasan memilih memang penting, tetapi ketika jumlah pilihan menjadi terlalu banyak, manfaatnya justru berubah menjadi beban psikologis.

Alih-alih merasa lebih bebas, seseorang bisa mengalami kebingungan, stres, menunda keputusan, hingga merasa kurang puas dengan pilihan yang akhirnya diambil.

Meski istilah paradox of choice dipopulerkan Schwartz, gagasan ini berakar dari penelitian psikologi yang lebih awal.

Salah satu studi paling terkenal dilakukan oleh psikolog Sheena Iyengar dari Columbia University dan Mark Lepper dari Stanford University pada tahun 2000. Penelitian yang dikenal sebagai Jam Experiment ini dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology.

Dalam eksperimen tersebut, pengunjung sebuah supermarket dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dihadapkan pada 24 varian selai, sedangkan kelompok kedua hanya melihat enam varian.

Hasilnya cukup mengejutkan. Stan yang menawarkan 24 pilihan memang berhasil menarik lebih banyak pengunjung. 

Namun, pelanggan yang hanya melihat enam pilihan justru jauh lebih mungkin membeli selai dibandingkan mereka yang dihadapkan pada puluhan pilihan.

Temuan ini menjadi salah satu bukti awal bahwa terlalu banyak pilihan dapat menghambat pengambilan keputusan.

Meski demikian, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa efek tersebut tidak selalu muncul dalam semua situasi. 

Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Psychology pada 2015 menyimpulkan bahwa efek terlalu banyak pilihan sangat bergantung pada konteks, tingkat kesulitan keputusan, serta bagaimana pilihan-pilihan tersebut disajikan.

Nah ketika kita ingin menonton film, mengapa memilihnya saha terasa begitu sulit? Fenomena ini pun justru semakin sering terjadi di era layanan streaming yang menawarkan ribuan judul film dan serial.

Menurut para psikolog, ada beberapa mekanisme yang membuat seseorang kesulitan memilih.

1. Takut salah memilih (decision paralysis)
Semakin banyak pilihan, semakin besar kemungkinan seseorang berpikir bahwa mungkin masih ada film yang lebih bagus jika terus mencari.

Akibatnya, keputusan terus ditunda karena khawatir memilih tontonan yang kurang memuaskan dan akan menghabiskan waktu.

2. Muncul rasa kehilangan (opportunity cost)
Dalam ilmu ekonomi perilaku, memilih satu alternatif berarti melepaskan kesempatan menikmati alternatif lainnya.

Saat seseorang memilih satu film, ia secara otomatis kehilangan kesempatan menonton ribuan judul lain yang mungkin lebih menarik. Semakin banyak pilihan, semakin besar pula rasa kehilangan tersebut.

3. Takut menyesal (anticipated regret)
Banyak orang mulai membayangkan kemungkinan terburuk sebelum mengambil keputusan. Misalnya, muncul pikiran seperti "bagaimana jika film ini membosankan?", atau "bagaimana jika ternyata filmnya bukan selera saya?"

Rasa takut menyesal inilah yang sering membuat seseorang memilih untuk tidak memilih sama sekali.

4. Ekspektasi menjadi terlalu tinggi
Ketika tersedia ratusan bahkan ribuan film, otak mulai menganggap bahwa pasti ada satu film yang benar-benar sempurna untuk ditonton. Akibatnya, film yang sebenarnya sudah cukup bagus justru terasa biasa saja karena dibandingkan dengan ekspektasi yang terlalu tinggi.

5. Kelelahan mengambil keputusan (decision fatigue)
Sepanjang hari manusia telah membuat banyak keputusan, mulai dari pekerjaan, makanan, hingga urusan rumah tangga.

Menurut penelitian psikologi, kondisi yang dikenal sebagai decision fatigue membuat kapasitas mental untuk mengambil keputusan semakin menurun. Saat malam hari, memilih tontonan sederhana pun dapat terasa melelahkan.

Apa yang terjadi di otak?
Penelitian menggunakan pencitraan otak menunjukkan bahwa proses memilih melibatkan prefrontal cortex, yaitu bagian otak yang berperan dalam perencanaan, pertimbangan, dan pengambilan keputusan.

Semakin banyak alternatif yang harus dibandingkan, semakin besar pula beban kerja area tersebut. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan mental sehingga lebih sulit menentukan pilihan.

Di sisi lain, sistem penghargaan (reward system) di otak terus mengevaluasi kemungkinan adanya pilihan yang lebih baik. Proses ini membuat seseorang terdorong untuk terus scrolling dibandingkan segera memutuskan.

Mengapa layanan streaming memperparah fenomena ini?
Platform streaming modern memang dirancang agar pengguna terus menjelajah. Setiap hari algoritma menghadirkan rekomendasi baru, daftar Top 10 berubah, trailer diputar otomatis, serta kategori film terus bertambah.

Banjir informasi tersebut membuat otak terus membandingkan berbagai pilihan sehingga proses memilih menjadi semakin panjang. Ironisnya, seseorang justru bisa menghabiskan lebih banyak waktu mencari film daripada menikmati film itu sendiri.

Dalam penelitian psikologi menyarankan beberapa strategi sederhana agar tidak terjebak dalam paradox of choice.

Pertama, batasi jumlah pilihan, misalnya hanya mempertimbangkan lima judul pertama yang muncul.

Kedua, tentukan genre sebelum membuka aplikasi sehingga ruang pencarian menjadi lebih sempit. Ketiga, buat daftar film yang ingin ditonton sejak jauh hari.

Selain itu, menetapkan batas waktu. Misalnya lima menit untuk memilih, juga dapat membantu mengurangi kecenderungan terus membandingkan pilihan.

Hal yang tidak kalah penting, para ahli mengingatkan bahwa tidak ada pilihan yang benar-benar sempurna. Keputusan yang cukup baik atau lumayan justru dianggap jauh lebih memuaskan daripada terus mengejar pilihan terbaik yang belum tentu ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka

Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka

Mendagri Tito Karnavian menghadiri Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di halaman depan Istana Merdeka.
Klarifikasi Kasus Abdul Karim, Yusril Bakal Temui Ormas Islam di MUI

Klarifikasi Kasus Abdul Karim, Yusril Bakal Temui Ormas Islam di MUI

Mengklarifikasi kasus Abdul Karim Raeq Miqdad, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra akan menemui beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Mendagri Tito Sebut Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat

Mendagri Tito Sebut Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa partisipasi aktif dari sektor swasta merupakan elemen krusial dalam memaksimalkan Program Perumahan Rakyat. 
Hasil China Open 2026: Rachel/Febi Sukses Pulangkan Wakil Tuan Rumah yang Jadi Unggulan Kedua di Babak Pertama

Hasil China Open 2026: Rachel/Febi Sukses Pulangkan Wakil Tuan Rumah yang Jadi Unggulan Kedua di Babak Pertama

Hasil China Open 2026 babak pertama ganda putri yang mempertemukan pasangan Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.
Alasan Pemrpov DKI Jakarta Usai Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan Ambruk Tak Terurus Selama 2 Tahun

Alasan Pemrpov DKI Jakarta Usai Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan Ambruk Tak Terurus Selama 2 Tahun

Empat kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ambruk dan belum diperbaiki selamat hampir dua tahun. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso membeberkan alasannya.
Satgas Kawal Ketat Implementasi Program Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Satgas Kawal Ketat Implementasi Program Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Sumatera berkomitmen untuk mendampingi serta mengawasi seluruh tahapan program yang telah disusun dalam Rencana Induk (Renduk) pemulihan pascabencana. 

Trending

Ramalan Zodiak 23 Juli 2026: Leo Paling Cuan, Virgo Evaluasi Dompet

Ramalan Zodiak 23 Juli 2026: Leo Paling Cuan, Virgo Evaluasi Dompet

Ramalan zodiak keuangan 23 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Leo paling cuan hari ini sementara Virgo disarankan evaluasi dompet dulu.
Meski Sudah Nyatakan Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Bakal Tetap Kawal MBG

Meski Sudah Nyatakan Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Bakal Tetap Kawal MBG

Meski sudah menyatakan mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik S. Deyang berkomitmen tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 23 Juli 2026, Anjing di Luar Dugaan

3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 23 Juli 2026, Anjing di Luar Dugaan

3 shio yang mendadak dapat rezeki nomplok pada 23 Juli 2026 sudah terungkap! Anjing paling di luar dugaan, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio!
Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan tata ruang ikonik gagasan Sri Sultan Hamengkubuwana I di abad ke-18 menjadi inspirasi bagi 34 desainer muda Yogyakarta
Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49 Tahun Terungkap, Ritual Sebelum Naik Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49 Tahun Terungkap, Ritual Sebelum Naik Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Di usia 49 tahun, Shakira tetap tampil glowing dan penuh energi di Piala Dunia 2026. Ini rahasia kecantikan, skincare, olahraga, dan pola makannya.
Bantah Terkait Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Hengkangnya Nanik dari BGN Murni karena Sakit

Bantah Terkait Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Hengkangnya Nanik dari BGN Murni karena Sakit

Juru Bicara Partai Gerindra memastikan Nanik S Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan sakit.
Bikin Tepok Jidat, Seorang Pria Dipecat di KRL saat Perjalanan ke Kantor, Videonya Viral di Medsos

Bikin Tepok Jidat, Seorang Pria Dipecat di KRL saat Perjalanan ke Kantor, Videonya Viral di Medsos

Viral seorang pria mengabadikan dirinya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja naik Commuter Line atau biasa disebut KRL.
Selengkapnya

Viral