Wajah Tak Bisa Bohong? Pakar Ekspresi Bongkar Gestur Sarwendah saat Tampil di Podcast Denny Sumargo
- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Jakarta, tvOnenews.com - Perseteruan antara Sarwendah dan Ruben Onsu masih terus menyita perhatian publik. Di tengah proses hukum terkait hak asuh anak yang masih bergulir, penampilan Sarwendah di podcast Denny Sumargo justru memunculkan pembahasan baru, yakni mengenai ekspresi wajahnya saat menceritakan kondisi anak-anaknya.
Dalam podcast tersebut, Sarwendah mengungkap berbagai persoalan yang terjadi setelah perceraiannya dengan Ruben Onsu, termasuk dampak yang dirasakan oleh kedua putrinya. Ia menyebut anak-anaknya menjadi sasaran perundungan atau bullying yang diduga berkaitan dengan konflik yang sedang terjadi antara kedua orang tuanya.
Pernyataan tersebut kemudian dianalisis oleh pakar ekspresi, Kirdi Putra. Menurutnya, ada perubahan ekspresi yang cukup mencolok ketika Sarwendah mulai berbicara mengenai anak-anaknya.
Kirdi menilai emosi yang paling dominan muncul dari wajah Sarwendah adalah kesedihan. Ia mengatakan ekspresi tersebut terlihat cukup alami dan tidak mudah disembunyikan.
"Buat saya ekspresi yang paling dominan ditampilkan oleh Sarwendah ketika dia cerita tentang anaknya dibully, itu ada ekspresi sedih sih. Sedih beneran, tarikan-tarikan wajahnya kan beneran sedih," ujar Kirdi kepada awak media.
Menurut Kirdi, reaksi emosional seperti itu merupakan hal yang wajar, terutama bagi seorang ibu yang melihat anaknya terdampak oleh persoalan orang tua.
Ia menilai kondisi yang dialami Sarwendah bisa dipahami dari sudut pandang psikologis maupun emosional.
"Ya itu wajar seorang ibu yang anaknya mengalami hal-hal tidak menyenangkan karena peristiwa yang terjadi di antara ibu dan bapaknya," ungkap Kirdi.
Meski demikian, Kirdi enggan memberikan penilaian apakah seluruh cerita yang disampaikan Sarwendah dalam podcast tersebut dapat dipastikan benar atau tidak. Ia menekankan bahwa format podcast memungkinkan adanya persiapan sebelum proses wawancara dilakukan.
Karena itu, menurutnya, sulit menarik kesimpulan hanya berdasarkan tayangan yang sudah dipublikasikan.
"Podcast itu bisa dipersiapkan sebelumnya, jadi kita tidak bisa memperoleh validasi yang baik kalau misalnya kita bisa maumbandingin ini bohong apa enggak. Ya saya katakan bisa jadi Sarwendah benar, bisa jadi Sarwendah enggak benar," jelas Kirdi. (cmi)
Load more