Guru Besar UI Ungkap Sejarah Lahirnya Universitas Nahdlatul Ulama
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Jaringan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Indonesia berkembang pesat dalam satu setengah dekade terakhir. Dari satu kampus yang berdiri di Cirebon pada 2010, jumlah Universitas Nahdlatul Ulama kini mencapai sekitar 43 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah.
Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Hanief Saha Ghafur, mengatakan perkembangan tersebut berawal dari upaya memperkuat amal usaha Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan setelah KH Said Aqil Siroj terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 2010.
Menurut Hanief, tidak lama setelah menjabat, KH Said Aqil Siroj mendapat undangan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas pengembangan organisasi NU. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyatakan dukungannya terhadap penguatan amal usaha NU, termasuk di bidang pendidikan.
Hanief yang saat itu menjabat Ketua PBNU Bidang Pendidikan sekaligus Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh kemudian diminta menindaklanjuti pengembangan perguruan tinggi NU. Salah satu momentum penting terjadi saat mendampingi Menteri Pendidikan dalam kunjungan kerja ke Cirebon.
Saat itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cirebon menyampaikan keinginan mendirikan perguruan tinggi kepada Menteri Pendidikan.
Pemerintah mempersilakan rencana tersebut dilanjutkan dengan syarat seluruh ketentuan pendirian perguruan tinggi dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku.
"Silakan penuhi semua persyaratan dan ketentuan. Buat proposal dan lihat persyaratannya di website Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi," ujar Hanief mengutip arahan Menteri Pendidikan saat itu.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon memperoleh izin berdiri pada 2010. Menurut Hanief, proposal pendirian kampus tersebut kemudian dijadikan acuan oleh PBNU untuk membantu pengembangan perguruan tinggi NU di berbagai daerah.
Ia menjelaskan, selama Mohammad Nuh menjabat Menteri Pendidikan, sekitar 20 hingga 24 perguruan tinggi NU memperoleh izin berdiri sebagai universitas.
Jumlah tersebut terus bertambah pada masa Menteri Pendidikan berikutnya, yakni Muhammad Nasir, Muhadjir Effendy, hingga Nadiem Makarim, sehingga secara keseluruhan kini terdapat sekitar 43 Universitas Nahdlatul Ulama di Indonesia.
Selain itu, Hanief menyebut terdapat sekitar 248 perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama jika dihitung berdasarkan seluruh bentuk badan hukum, mulai dari universitas, sekolah tinggi, institut, hingga perguruan tinggi yang dikelola yayasan pesantren maupun yayasan Nahdliyin.
Meski jumlahnya terus meningkat, Hanief menilai tantangan perguruan tinggi NU ke depan bukan lagi pada penambahan kampus, melainkan peningkatan kualitas.
Menurutnya, penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu, konsolidasi aset, peningkatan jumlah mahasiswa, hingga transformasi sekolah tinggi dan institut menjadi universitas perlu terus didorong agar daya saing perguruan tinggi NU semakin kuat.
"Jangan hanya pesat secara kuantitatif, tetapi juga harus kuat secara kualitatif. Itu tantangan dan jawaban transformatif yang harus diperjuangkan NU ke depan," tutup Hanief.
Load more